Rabu
07 Oktober 2026 | 6 : 41

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tinggalkan Myanmar, Presiden Jokowi Bertolak ke Brisbane, Australia

pdip jatim - Jokowi-Obama- setkab

pdip jatim - Jokowi-Obama- setkabNAY PYI TAW – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo pada Kamis (13/11) pukul 23.00 malam waktu setempat telah meninggalkan Nay Pyi Taw, Myanmar, guna melanjutkan lawatannya ke Brisbane, Australia, untuk menghadiri KTT G-20.

Dalam perjalanan menuju Brisbane, Australia, Presiden Jokowi dan rombongan transit di bandara Ngurah Rai, Bali pukul 05.30 WITA. Presiden dan rombongan dijadwalkan akan berangkat kembali pukul 07.00 WIB, dan akan tiba di Brisbane pukul 14.50 waktu setempat.

Kerjasama Maritim

Sementara itu dalam keterangannya kepada wartawa di Nay Pyi Taw, Myanmar, Kamis (13/11) malam, Presiden Jokowi mengemukakan, dalam pertemuannya dengan sejumlah pemimpin negara sahabat di Beijing dan Nay Pyi Taw, ia banyak menerima tawaran kerjasama bidang maritime. Tawaran tersebut dinilai Presiden sebagai sangat potensial, dan harus didorong agar lebih konkret.

“Memang yang menarik negara-negara yang lain yang berkaitan dengan Indonesia adalah poros maritim dan mereka ingin untuk bisa ikut bersama-sama, ada yang ingin menghubungkan misalnya kayak jalur Sutera Lautnya abad 21 dari Tiongkok ingin disinggungkan atau dihubungkan, memang kita teknisnya belum sampai kesana. Nanti tim teknis sudah ketemu baru bisa sambung,” kata Presiden.

Selain RRT, menurut Jokowi, negara lain yang tertarik untuk menjalin kemitraan dengan Indonesia di bidang maritime adalah Korea Selatan dan India.

“Kayak India sendiri ingin mengajak kerja sama di bidang pertahanan maritim ini saya kira… kalau Korea (Selatan-red) saya kira sudah. Dari Tiongkok juga ingin masuk ke industri maritim kita. Saya kira mereka memandang karena wilayah kita besar, dua pertiga dari wilayah Indonesia laut, samudera, saya kira itu menarik minat mereka untuk masuk,” papar Jokowi.

Kerja sama di bidang kelautan, kata Presiden, sangat luas bisa di bidang perikanan, gas alam, minyak mentah dan komoditas lainnya. Namun Presiden menegaskan apapun bentuk kerja sama yang dijalin harus sebesar-besarnya menguntungkan Indonesia.

“Tapi kita harus punya kalkulasi, perhitungan yang untung siapa, sekarang harus berhitung seperti itu, mereka berapa persen kita berapa persen. Jangan sampai semua yang dapat sana. Kelihatannya “rame banget”, tapi kita nggak dapat apa-apa ya untuk apa,” tegas Jokowi. (*/ANT/ES) – Setkab

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Gen Z Kutisari Gerakkan Ekonomi Kampung, Anas Karno: Patut Diteladani

SURABAYA – Upaya generasi muda di Kutisari, Surabaya, membangun usaha produktif untuk menggerakkan perekonomian ...
SEMENTARA ITU...

Cak Ji dan Risma Sapa Lansia dan Warga Pra-Sejahtera Peserta Periksa Mata Gratis

SURABAYA – Akses pemeriksaan mata bagi lansia dan warga pra-sejahtera perlu terus dibuka. Sebab, gangguan ...
SEMENTARA ITU...

Dari Tegang hingga Pecah dalam Sorak, Ribuan Warga Kediri Rayakan Kemenangan Timnas

KEDIRI – Malam di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG), Kabupaten Kediri, berubah menjadi lautan sorak. Ribuan warga ...
LEGISLATIF

DPRD Magetan Gelar Temu Media, Tegaskan Pentingnya Sinergi dan Kritik Konstruktif

MAGETAN — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan menggelar agenda temu media bersama insan pers. ...
EKSEKUTIF

Rumah Inspirasi Hadir di Pelosok Trenggalek, Mas Ipin Berharap Cetak Generasi Berkarakter

TRENGGALEK – Kehadiran Rumah Inspirasi Trenggalek PAUD Al Huda di Desa Sumurup, Kecamatan Bendungan, diharapkan ...
KRONIK

Ditanya Gugatan Syarat Pendidikan Gibran, Puan: Kami Menghormati Proses yang Berjalan

JAKARTA – Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani memilih tidak berspekulasi mengenai gugatan ...