Selasa
03 November 2026 | 1 : 22

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tiga Inovasi Pemkot Surabaya Masuk Nominasi 40 Besar

YL_1535481006215

SURABAYA – Setelah masuk daftar Top 99 Sistem Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) kabupaten/kota se-Indonesia, tiga inovasi pelayanan publik Surabaya sedang menuju ke tahap selanjutnya, Top 40 atau 40 besar Sinovik.

Surabaya bersaing dengan 99 inovasi daerah lain dalam kompetisi yang digelar Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) ini.

Tiga inovasi Pemkot Surabaya yang masuk ke Top 99 Sinovik adalah pertama, pelayanan publik 6 in 1 yang meliputi pengurusan akte lahir, kematian, perkawinan, perceraian, surat pindah datang, dan pindah keluar secara online.

Kedua, inovasi Tahu Panas (tak takut kehujanan dan tak takut kepanasan) yang merupakan kegiatan perbaikan rumah tidak layak huni melalui program rehabilitasi sosial daerah kumuh. Ketiga, inovasi Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda.

Sebanyak tiga tim independen atau tim juri dari kalangan jurnalis, akademisi dan dari Kemenpan RB melakukan verifikasi lapangan ke Gedung Siola, Selasa (28/8/2018).

Tim ini awalnya bertemu dengan para pelaku UKM yang tergabung dalam Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda, selanjutnya mereka meninjau Command Center 112, Puspaga, dan tempat pijat tuna netra.

Bahkan, tim juri ini juga diperlihatkan pelayanan 6 in 1 di mal pelayanan public. Tim juri ini untuk memastikan inovasi itu layak masuk ke Top 40 Sinovik atau tidak.

Tim independen Sinovik dari Kemenpan RB, R.R. Lies Woro Susanti mengaku tertarik dengan inovasi Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya.

Namun, ia tidak bisa memastikan apakah tiga inovasi itu bisa masuk Top 44 Sinovik, karena nanti yang menentukan adalah tim idependen yang sudah melakukan verifikasi lapangan. “Tapi, kalau saya sendiri sih memang bagus banget inovasi Pahlawan Ekonomi ini,” katanya.

Menurut Lies, rencananya akan ada 20 inovasi di berbagai daerah yang akan dilakukan verifikasi lapangan. Sebab, sudah ada 20 inovasi lainnya yang sudah dipastikan masuk ke Top 44 Sinovik Kemenpan RB 2018.

“Nah, inovasi Pemkot Surabaya ini masuk dalam verifikasi lapangan,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan tujuan awal berbagai inovasi itu bukan untuk meraih penghargaan, tapi tujuan awalnya adalah untuk mempermudah layanan masyarakat.

“Gol akhirnya dari semua inovasi ini adalah warga Surabaya lebih sejahtera,” kata dia saat mengawal tim juri itu di gedung Siola.

“Jadi, dalam kompetisi ini saya tidak melihat bergengsi atau tidaknya, tapi bagi saya adalah untuk menyemangati teman-teman supaya terus bersemangat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” jelas Risma. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KABAR CABANG

PDI Perjuangan Kota Madiun dan Komunitas Big Bantaran Kali Matangkan Rencana Aksi Merawat Pertiwi

MADIUN – Usulan warga untuk menanam pohon mangga di sepanjang bantaran Kali Madiun menjadi bagian dari aksi Merawat ...
LEGISLATIF

Sri Untari Ajak Emak-emak Malang Pilah Sampah dari Rumah, Limbah Bisa Jadi Sumber Cuan

MALANG – Kesadaran memilah sampah dari rumah mulai tumbuh di kalangan warga Kota Malang setelah mengikuti ...
KRONIK

Warga Tanpa Identitas Luput dari Bansos, Widarto Sebut Kemiskinan Bukan Sekadar Angka Statistik

JEMBER – Penurunan jumlah penduduk miskin di Kabupaten Jember sekitar 15 ribu orang dalam setahun terakhir belum ...
EKSEKUTIF

Inovasi Sosialisasi Regulasi, Pemkab Ngawi Gelar Lomba Cerdas Cermat Tata Ruang Libatkan Warga

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menggelar Festival Tata ...
KRONIK

Aris Sulawan Bersama Warga Walikukun Gotong Royong Bangun Sejumlah Bak Sampah

NGAWI – Keterbatasan fasilitas pembuangan sampah masih menjadi persoalan kebersihan lingkungan di sejumlah wilayah ...
EKSEKUTIF

BKK Desa di Ngawi dari P-APBD 2026 Kisaran Rp 100 – 200 Juta

NGAWI – Sebanyak 122 desa di Kabupaten Ngawi mendapatkan alokasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) desa pada perubahan ...