Jumat
14 Agustus 2026 | 5 : 34

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

“Tidak Masuk Akal kalau Jokowi Meniadakan Koperasi”

Jokowi-Jagung Rebus di Ponorogo

Jokowi-Jagung Rebus di PonorogoJAKARTA – Pakar ekonomi dari Tim Pemenangan capres-cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla, Izzul Muslimin, mengatakan, sebagai penyokong ekonomi perdesaan, koperasi tidak mungkin ditiadakan. Menurut Izzul, hal ini menjadi salah satu yang akan dikembangkan Jokowi-JK. Melalui koperasi, kata dia, Jokowi ingin memberdayakan masyarakat perdesaan.

“Koperasi adalah sokoguru ekonomi, termasuk penyokong ekonomi di pedesaan. Karenanya sangat tidak masuk akal jika Joko Widodo berniat meniadakan koperasi,” kata Izzul melalui keterangan tertulis yang diterima Minggu (6/7/2014) malam.

Dengan revolusi mental yang diusungnya, ujar Izzul, Jokowi ingin membenahi kualitas sumber daya manusia, termasuk mereka yang selama ini mengurus koperasi. Tujuannya, agar koperasi tidak dimanfaatkan oleh pengurusnya untuk mencari keuntungan sendiri.

“Jokowi menginginkan masyarakat, terutama masyarakat pedesaan punya kemandirian ekonomi, sehingga mereka memiliki daya saing tinggi,” lanjut Izzul.

Ia menambahkan, Jokowi ingin mewujudkan koperasi yang dibangun dari bawah, bukan koperasi seperti yang pernah ada semasa Orde baru yang dijadikan alat oleh penguasa. Pengembangan kewirausahaan individual dan kelompok tani, nelayan, peternak juga akan dilakukan agar dapat mengelola usaha tani secara lebih efisien dan menguntungkan.

“Dalam rangka itu, Jokowi akan membangun bank khusus pertanian, UMKM dan koperasi. Jadi aneh jika Jokowi tidak mendukung koperasi,” kata Izzul.

Sebelumnya, saat debat capres-cawapres putaran terakhir, di Hotel Bidakara, Jakarta, pada Sabtu (5/7/2014) malam, capres Prabowo Subianto mempertanyakan pernyataan Jokowi saat kampanye di Indramayu, Jawa Barat. Menurut Prabowo, Jokowi mengatakan petani tidak perlu koperasi. Namun, Jokowi membantah pernah mengeluarkan pernyataan itu. Dia menilai, informasi yang diperoleh Prabowo salah.

“Terima kasih Bapak Prabowo, mungkin bapak salah baca atau salah dengar semua tahu koperasi adalah soko guru ekonomi. Tidak mungkin Jokowi ngomong itu,” kata Jokowi. Kompas

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Krisis Air Bersih meluas di Bojonegoro, Abidin Fikri Kembali Kirim Bantuan

BOJONEGORO – Dampak kemarau panjang yang diperparah fenomena El Nino mulai memicu krisis air bersih di sejumlah ...
HEADLINE

Banteng Jatim FC Tahan Banteng Kalbar, 25 Talenta Muda Terus Ditempa di Soekarno Cup

Banteng Jatim FC menahan imbang Banteng Kalbar di laga kedua Soekarno Cup 2026. Tim ini membawa 25 talenta terbaik ...
LEGISLATIF

Ririk Dorong Potensi Munjungan Dikembangkan, dari Wisata hingga Perikanan

TRENGGALEK – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Trenggalek, Ririk Wahyumawati, mendorong potensi ...
KRONIK

Ketua DPRD Sumenep Sambut Audiensi Mahasiswa Terkait Usulan Regulasi LGBT

SUMENEP – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Spear of Justice menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dewan ...
KRONIK

Lumpia Ipung dan Riuh Soekarno Cup: Empat Dekade Mengais Rezeki di Gelora 10 November

SURABAYA – Peluit pertandingan belum lama berbunyi. Suara suporter bersahutan. Para pemain muda berlari mengejar ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Ingatkan Anak Muda Kediri Dampak Bullying dan Pernikahan Dini

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana kembali mengingatkan dampak bullying dan dispensasi pernikahan dini serta ...