
JAKARTA – Ketua DPR Puan Maharani punya kesan tersendiri terhadap Maroko, salah satu negara di Kawasan Maghribi. Hal itu diungkapkan Puan, saat menerima kunjungan Menlu, Kerja Sama Afrika dan Warga Maroko di Luar Negeri, Nasser Bourita, di ruang kerja Ketua DPR RI, Senin (28/10/2019) sore.
Selain memandang Maroko sebagai negara sahabat dan mitra penting Indonesia, bagi Puan, negara ini memiliki arti tersendiri bagi dia pribadi. “Mengingatkan saya kepada sebuah jalan di Kota Rabat dengan nama kakek saya “Rue de Soekarno,” kenang Puan.
Sejak kunjungan Presiden Soekarno ke Maroko pada Mei 1960 tercatat belum ada kunjungan balasan dari Pemimpin Maroko. Terakhir, rencana kunjungan Sri Baginda Raja Maroko pada tahun 2017 Indonesia ditunda.
“Kiranya Yang Mulia dapat menyampaikan pesan kepada Sri Baginda Raja bahwa Presiden Joko Widodo dan Rakyat Indonesia telah lama menantikan kedatangan Pemimpin Rakyat Maroko,” ujar Puan kepada tamunya.
Dia menyatakan DPR memiliki komitmen yang sama dengan Pemerintah RI untuk memperkokoh hubungan bilateral dengan Maroko, termasuk kerjasama parlemen kedua negara. DPR RI beberapa kali mengunjungi parlemen Maroko .
“Di Maroko telah terbentuk Group Kerja Sama dan Persahabatan Maroko – Indonesia, yang diketuai Mr. Mohammed El-Bakkouri,” ungkapnya.
Puan juga minta kerjasama sebagai dua negara muslim ini ditingkatkan. “Saya berharap kita dapat bekerja sama menyebarkan Islam yang damai dan toleran,” ucapnya.

Dia pun mendukung RI dan Maroko terus bekerja sama dalam memperjuangkan kepentingan umat Muslim di dunia. Salah satunya dan terpenting, sebut Puan, adalah dukungan bagi perjuangan rakyat Palestina untuk meraih kemerdekaan.
Politisi PDI Perjuangan ini berharap pemerintah Maroko menyambut terbuka dengan rencana beberapa BUMN melakukan pengembangan usaha di Maroko di bidang infrastruktur, transportasi dan perumahan.
“Saya berharap Pemerintah Maroko dapat mendukung rencana pengembangan usaha BUMN Indonesia di Maroko seperti PT. Wijaya Karya, PT. Timah dan PT. Pupuk Indonesia,” kata Puan.
Menurutnya, hubungan Indonesia-Maroko yang bernilai sejarah harus ditransformasikan menjadi hubungan bermanfaat bagi rakyat kedua negara.
Dia berharap hubungan ekonomi khususnya perdagangan dapat terus diperkuat. Untuk itu, dia mendorong kedua negara dapat memperluas akses pasar bagi produk unggulan masing-masing melalui Preferential Trade Agreement (PTA).
Puan juga mengharapkan kedua negara dapat meningkatkan kerja sama industri halal yang memiliki potensi sangat besar. (goek)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS









