oleh

Terima Kasih, Pak Said…

SUMENEP – Realisasi bantuan untuk guru yang diberikan Ketua Bidang Ekonomi DPP PDI Perjuangan MH Said Abdullah mendapatkan apresiasi dari para guru ngaji. Mereka menyambut dengan antusias bantuan yang diberikan para pengurus DPC PDI Perjuangan Sumenep mewakili MH Said Abdullah. 

Ustadzah Fatima, seorang guru ngaji di Desa Kasengan, Manding, Sumenep mengucapkan rasa syukurnya dan terima kasihnya ketika menerima tabungan dari Wakil Ketua Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DPC PDI Perjuangan Sumenep, Suci Ferdiana. 

Baca juga: Dari Kantong Pribadi, Said Abdullah Berdayakan Guru Ngaji Sumenep

“Bantuan ini sangat membantu kami, para guru ngaji. Kami merasa mendapatkan penghargaan. Mudah-mudahan bantuan untuk guru ngaji ini bisa memberikan manfaat yang lebih baik,” ujar Ustadzah Fatimah, Rabu (10/3/2021). 

Fatima juga bercerita, kalau selama ini dirinya hanya mendapatkan ‘perhatian’ secara seikhlasnya. Maka, bantuan yang diberikan Ketua Banggar DPR RI itu menjadi bukti masih banyak orang yang peduli dengan nasib guru ngaji.

“Sekali terima kasih Pak Said. Terima kasih teman-teman PDI Perjuangan Sumenep atas bantuannya. Semoga kalian mendapatkan balasan yang lebih baik,” ucapnya. 

Ungkapan terima kasih dan harapan akan adanya program yang memperhatikan nasib guru ngaji juga datang dari Ustadz Taufik Rahman, seorang guru ngaji di Desa Giring, Manding, Sumenep. 

Menurutnya, bantuan untuk guru ngaji dari MH Said Abdullah merupakan bentuk kerja dan kepedulian yang nyata pada para guru ngaji. 

“Tentu saya ucapkan terima kasih pada Pak Said Abdullah, dan seluruh jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Sumenep yang ikut mengawal bantuan ini. Kami berharap bantuan untuk guru ngaji menjadi program tetap Pemkab Sumenep,” Harao Ustadz Taufik. 

Ketua Pergunu Kecamatan Manding itu juga menegaskan, bahwa bantuan yang diberikan MH Said Abdullah benar-benar merupakan perhatian yang nyata terhadap nasib guru ngaji. Karena selama ini, ungkapnya, guru ngaji hanya mendapatkan gaji dari keikhlasan para wali santri. 

“Jadi guru ngaji itu ya bermodal ikhlas. Ada yang memberi perhatian ya Alhamdulillah, tidak ada yaa Alhamdulillah. Tapi bantuan dari Pak Said ini menjadi secercah harapan, bahwa dedikasi para guru ngaji dalam mendidik generasi muda mendapatkan apresiasi. Mendapatkan perhatian,” urai dia. 

Alumnus Instika Guluk-guluk itu juga berharap, perhatian yang diberikan MH Said Abdullah dapat ditiru Pemkab Sumenep untuk menjadi kebijakan yang berpihak pada para guru ngaji.

“Saya berharap, dan punya keyakinan Bupati Fauzi, yang juga kader PDI Perjuangan akan mengambil kebijakan baik yang dicontohkan Pak Said ini,” harapnya.

“Perhatian pada guru ngaji ini menjadi bukti kalau PDI Perjuangan benar-benar partai yang mampu mensinergikan antara nasionalisme dan religiusitas. Partai yang punya perhatian serius pada wong cilik dan para guru ngaji,” pungkas Taufik. 

Sebelumnya, Said Abdullah memberikan bantuan untuk ribuan guru seluruh Kabupaten Sumenep. Bantuan untuk guru ngaji diberikan langsung kepada guru ngaji dalam bentuk tabungan melalui para pengurus DPC PDI Perjuangan dan Asosiasi Kepala Desa (AKD) se-Kabupaten Sumenep. (set)