MAGETAN – Siang itu matahari sedang teriknya di atas langit Desa Sidomukti, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan. Namun Diana Sasa tampak asik berbincang dengan sekelompok orang di bawah para-para ladang.
Di tempat itu lah Kelompok Tani Kalitengah melakukan penyemaian bibit sayuran dan buah. Sayur yang disemai antara lain cabai, terong, kol, brokoli, kubis, dan sebagainya. Usaha yang sudah berjalan kurang lebih empat tahun ini menjadi tumpuan ekonomi mereka.
Menurut Nur Kholis, sekretaris Poktan Kalitengah, dari satu tray berisi 300 bibit sayur mereka bisa mengantongi uang kurang lebih Rp 900 ribu hingga Rp 1 juta lebih ketika bibit telah dijual.
“Sebenarnya permintaan bibit sangat tinggi. Apalagi musim tanam begini. Bahkan ketika mayoritas penduduk juga melakukan penyemaian bibit, permintaan masih belum bisa dipenuhi semuanya. Kami terkendala pada alat dan tenaga,” ungkap Nur, Rabu (3/11/2021).
Nur menjelaskan bahwa biasanya dia melakukan penyemaian dengan metode manual menggunakan plastik panjang sehingga cukup memakan waktu untuk mengisi media tanam ke dalam plastik, hingga memotonginya.

Padahal jika pakai tray khusus untuk penyemaian bisa lebih cepat selesai. “Sayang kami belum cukup modal untuk membeli tray profesional itu,” keluhnya.
Menanggapi hal itu, Diana Sasa sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Timur akan mengupayakan agar kelompok ini bisa mendapat bantuan dari pemerintah provinsi Jatim berupa dana hibah melalui aspirasi dari Diana.
Program pemberdayaan masyarakat seperti begini harus kita dukung karena sangat membantu untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, kita tegaskan bahwa kreatifitas kelompok masyarakat dalam bidang apapun perlu kita dukung bersama terang Diana Sasa.
Wilayah Magetan khususnya bagian barat secara geografis merupakan wilayah pegunungan.
Sehingga pengembangan program pembibitan oleh petani sangat diperlukan dan harus didukung karena selama ini permintaan pasar akan bibit tanamanan sangat besar. (rud/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










