BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Erma Susanti, melaksanakan kegiatan reses masa sidang ke-2 di Desa Bence, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, pada Selasa (10/2/2026).
Kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi masyarakat, khususnya dari kalangan petani yang selama ini menjadi tulang punggung sektor pertanian daerah. Reses yang berlangsung di samping hamparan lahan pertanian itu dihadiri puluhan warga dan kelompok tani setempat.
Dalam kesempatan tersebut, Erma Susanti secara simbolis menyerahkan bantuan satu unit alat mesin pertanian (alsintan) modern kepada kelompok tani Desa Bence.
Menurut Erma, bantuan alsintan tersebut merupakan hasil usulan kelompok tani pada tahun 2025, yang realisasinya baru turun pada Desember lalu. Dia menegaskan, bantuan itu sangat relevan dengan kondisi petani saat ini yang tengah menghadapi tingginya biaya produksi akibat ketergantungan pada tenaga kerja manual.
“Sekarang ini persoalan utama petani adalah biaya produksi, terutama dari sisi tenaga kerja. Kalau petani tidak punya akses terhadap alat pertanian modern, baik saat tanam maupun panen, maka margin keuntungan akan sulit didapat,” ujar Erma Bendahara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim tersebut.

Dia menjelaskan, penggunaan alsintan modern memberikan perbedaan yang sangat signifikan dibandingkan tenaga manusia. Selain lebih hemat waktu dan biaya, hasil panen yang diperoleh juga memiliki kualitas lebih baik, karena gabah menjadi lebih bersih dan bernilai jual lebih tinggi.
“Tadi sudah kita praktikkan langsung. Saat panen, gabah langsung masuk karung dalam kondisi bersih dan bisa langsung dikirim ke Bulog. Ini jelas sangat membantu petani,” tambahnya.
Lebih lanjut, anggota Komisi B DPRD Jawa Timur itu menekankan bahwa jika sektor pertanian ingin terus menjadi keunggulan kompetitif bangsa, maka transformasi menuju pertanian modern berbasis teknologi tidak bisa ditunda. Menurutnya, ketertinggalan Indonesia dari negara lain seperti Thailand dan Vietnam salah satunya disebabkan oleh lemahnya pemanfaatan teknologi pertanian.
“Kenapa kita kalah dari Thailand dan Vietnam? Karena teknologi mereka sudah jauh lebih maju. Akibatnya, pertanian kita kurang menarik bagi generasi muda. Tidak ada inovasi, tidak ada nilai tambah, sehingga produktivitas dan kesejahteraan petani sulit meningkat,” tegasnya.
Melalui reses ini, Erma berharap kehadiran teknologi pertanian modern tidak hanya meningkatkan hasil produksi, tetapi juga mampu mengangkat kesejahteraan petani serta menjadikan sektor pertanian sebagai bidang yang menjanjikan dan diminati anak muda di masa depan. (arif/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










