Kamis
13 Agustus 2026 | 10 : 26

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Target PAD Pajak dan Retribusi Kota Malang Merosot, Fraksi Banteng Menyorot

IMG-20210923-WA0024_copy_1200x676

KOTA MALANG – Penurunan proyeksi Pendapatan Asli Daerah (PAD) terutama di sektor pajak dan retribusi daerah mendapatkan sorotan dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Malang.

Sorotan disampaikan dalam sidang paripurna tentang Rancangan Peraturan Daerah Tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2021, Kamis (23/9/2021).

“Tentunya harus bisa dijadikan pelajaran, dasar, sekaligus menjadi peringatan pada Dispenda, Dishub serta OPD lintas sektoral terkait,” ungkap Juru Bicara Fraksi PDI Perjuangan Iwan Mahendra.

Dia menekankan penurunan PAD dari sektor pajak yang telah berlangsung selama beberapa periode ini harus menjadi perhatian khusus Pemkot Malang. Sektor pajak, membutuhkan sebuah upaya reformasi untuk menjangkau semua elemen berprofit dapat terdeteksi dan terjangkau.

“Melakukan tracking aset personal dan komunal yang sifatnya progresif maupun berbasis perusahaan. Serta, terus melakukan sistem pembaharuan data objek dan subjek Pajak atau Retribusi,” ungkapnya.

Selain itu, terjadinya penurunan target PAD juga mempengaruhi penggunaan anggaran belanja dalam mendanai program kerja pemerintah. Sehingga dia meminta Pemkot Malang untuk menentukan program yang menjadi prioritas untuk dijalankan.

Program refocusing, lanjut dia, juga harus mulai dilaksanakan oleh Pemkot Malang. Secara khusus, dia mendorong adanya recovery bidang pembangunan mental masyarakat Kota Malang secara preventif dan ramah.

“Tidak menakut-nakuti masyarakat bisa dilakukan untuk tetap menjalankan protokol kesehatan. Sehingga ‘Kenormalan Baru’ bisa menjadi kultur baru dalam menjaga kesehatan masyarakat pasca ledakan pandemi,” pungkas Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang tersebut.

Senada dengan yang disampaikan Iwan Mahendra, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Malang Eko Herdiyanto menambahkan, program recovery pada bidang usaha, baik usaha besar maupun usaha kecil dan menengah yang membutuhkan kebijakan khusus serta pendampingan Pemkot.

“Membutuhkan kebijakan khusus dan pendampingan dari pemangku kebijakan. Karena pandemi, penerapan PSBB hingga PPKM telah membuat UMKM di kota Malang banyak yang gulung tikar,” jelas Eko Herdiyanto.

Restrukturisasi dan reformasi kebijakan pemulihan ekonomi Kota Malang, jelas Eko, juga wajib dipersiapkan. Terutama sektor industri yang terpaksa melakukan PHK akibat income perusahaan yang menurun.

“Sehingga dibutuhkan mediasi, hearing hingga duduk bersama melakukan desain program kolektif berbasis win win solution,” tandasnya. (ace/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Ririk Dorong Potensi Munjungan Dikembangkan, dari Wisata hingga Perikanan

TRENGGALEK – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Trenggalek, Ririk Wahyumawati, mendorong potensi ...
KRONIK

Ketua DPRD Sumenep Sambut Audiensi Mahasiswa Terkait Usulan Regulasi LGBT

SUMENEP – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Spear of Justice menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dewan ...
KRONIK

Lumpia Ipung dan Riuh Soekarno Cup: Empat Dekade Mengais Rezeki di Gelora 10 November

SURABAYA – Peluit pertandingan belum lama berbunyi. Suara suporter bersahutan. Para pemain muda berlari mengejar ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Ingatkan Anak Muda Kediri Dampak Bullying dan Pernikahan Dini

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana kembali mengingatkan dampak bullying dan dispensasi pernikahan dini serta ...
KRONIK

Lomba Nyo’on Geddeng hingga Makan Pisang, Cara Seru Hj. Ansari Rawat Kebersamaan Warga

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, menggelar senam bersama dan berbagai lomba agustusan ...
KRONIK

Gayeng di Roudlotul Huda: Cerita Sonny tentang Eratnya Nasionalis-Nahdliyin hingga Khidmah LPPNU Banyuwangi

​BANYUWANGI – Suasana gayeng dan penuh kekeluargaan mewarnai pelantikan Pengurus Lembaga Pengembangan Pertanian ...