TRENGGALEK – Tambahan pasokan LPG subsidi 3 kilogram di Kabupaten Trenggalek diharapkan mampu menjaga stabilitas ketersediaan gas sekaligus meredam fenomena panic buying masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, mengatakan langkah penambahan kuota tersebut menjadi solusi atas meningkatnya kebutuhan LPG di tengah lonjakan aktivitas masyarakat menjelang Lebaran.
Hal itu disampaikannya usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) di dua Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE), yakni di Desa Karangsoko, Kecamatan Trenggalek, dan Desa Kedunglurah, Kecamatan Pogalan, Senin (16/3/2026).
Menurut Doding, kedua SPBE tersebut menjadi pusat pengisian LPG untuk seluruh wilayah Trenggalek dengan kapasitas produksi harian mencapai 24 ribu hingga 25 ribu tabung. “Di Trenggalek hanya ada dua SPBE. Setiap hari total produksi sekitar 24 sampai 25 ribu tabung gas,” ungkapnya, Selasa (17/3/2026).
Ia menjelaskan, meningkatnya konsumsi LPG menjelang Lebaran membuat distribusi di tingkat pengecer terasa cepat habis. Namun, kondisi tersebut tidak sepenuhnya disebabkan kelangkaan stok, melainkan juga dipicu pola pembelian berlebih oleh masyarakat.
“Biasanya sehari butuh dua atau tiga tabung, tetapi menjelang Lebaran bisa membeli lima sampai enam tabung. Ini yang membuat distribusi terasa langka,” jelas Sekretaris DPC PDI Perjuangan Trenggalek itu.
Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten Trenggalek telah mengajukan tambahan kuota LPG subsidi kepada Pertamina. Hasilnya, tambahan pasokan sebanyak 65 ribu tabung mulai disalurkan secara bertahap sejak Minggu (15/3/2026).
Doding berharap tambahan distribusi tersebut mampu menjaga keseimbangan pasokan di lapangan sekaligus menekan potensi panic buying yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan. “Dengan tambahan ini, kami berharap ketersediaan tetap terjaga dan masyarakat tidak perlu panik,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk membeli LPG sesuai kebutuhan dan tidak melakukan penimbunan. Selain itu, masyarakat mampu, termasuk aparatur sipil negara (ASN), diminta beralih menggunakan LPG non-subsidi ukuran 12 kilogram.
“Gas 3 kilogram ini diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu dan pelaku UMKM. Jangan sampai mereka kesulitan karena pembelian berlebihan,” katanya.
Tambahan pasokan LPG tersebut akan disalurkan dalam empat tahap, yakni pada 15 Maret, Kamis berikutnya, Sabtu setelah Lebaran, serta Minggu setelahnya.
Doding berharap langkah kolaboratif antara pemerintah daerah dan Pertamina ini dapat memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap aman, sehingga warga Trenggalek dapat menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan tenang. (aris/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










