Jumat
25 September 2026 | 9 : 30

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Takkan Terprovokasi Pembakaran Bendera, Diana: Kami Tunggu Instruksi Ketum

pdip-jatim-sasa-bamusi-kota-probolinggo

MAGETAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur Diana Amaliyah Verawatiningsih mengecam insiden pembakaran bendera Partai yang terjadi dalam aksi massa terkait RUU Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) di depan Gedung DPR RI, Rabu (24/6/2020).

Wakil rakyat yang akrab disapa Diana Sasa ini pun sangat menyayangkan indisen tersebut, karena tidak seharusnya hal itu terjadi di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini. Sebab, aksi massa yang menimbulkan kerumunan banyak orang itu tentu mengandung banyak risiko yang tidak kecil.

“Tentu saja terdapat rasa marah pada diri kami, karena kami adalah partai yang punya harga diri dan kami punya massa di akar rumput yang mereka juga akan merasa marah ketia simbol kebanggaan kami dinistakan seperti itu,” kata Sasa, dalam keterangannya, Jumat (26/6/2020).

Tapi, sebagai kader Partai yang terlatih untuk satu komando di bawah Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, dirinya tidak akan terprovokasi dengan kejadian itu.

“Kami akan menunggu instruksi dari Ketua Umum mengenai apa saja yang akan dilakukan untuk merespon hal tersebut,” ujarnya.

Yang jelas, tambah Diana, PDIP akan menempuh jalur hukum, karena apa yang dilakukan itu sangatlah jelas melanggar hukum, dan Indonesia merupakan negara hukum.

“Kami yang di daerah juga bersiap – siap untuk melakukan pelaporan kepada pihak berwajib terkait insiden tersebut,” ujarnya.

Anggota DPRD kelahiran Pacitan ini pun mengajak sesama kader PDI Perjuangan, agar tetap tenang. Dan yang paling penting, imbuhnya, kader PDIP harus tetap fokus untuk penanganan wabah Covid-19.

“Karena ini merupakan fokus yang terpenting dari pemerintahan Jokowi dan seluruh jajarannya. Persoalan kita diprovokasi segala macam dengan isu–isu, kita terima. Namun apabila berkepanjangan dan itu menyinggung akan kita tunggu instruksi dari ketua umum seperti apa,” jelas dia.

Mengenai RUU HIP, anggota Komisi A DPRD Jatim ini minta semua masyarakat bersabar, karena ini semua masih rancangan, masih dalam pembahasan yang artinya masih sangat mungkin dilakukan koreksi.

“PDI Perjuangan mendengarkan semua aspirasi dan suasana kebatinan masyarakat Indoneisa, karena itu PDI Perjuangan mengedepankan musyawarah untuk mencapai kemufakatan sebelum RUU HIP itu disahkan, disetujui atau tidak semua masih dalam proses. Maka mari kita mengedepankan musyawarah mufakat, silakan kalau ada masukan nanti kita semua terbuka untuk masukan tersebut,” tuturnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

OLAHRAGA

Pemkot Surabaya Siapkan Fasilitas Olahraga Gratis untuk Putaran Nasional Piala Soeratin

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan sejumlah fasilitas olahraga milik pemerintah kota untuk ...
KRONIK

Bukan Cuma Soal Trofi, Bupati Lukman Sebut PORSADIN Jadi Ajang Level Up Karakter Santri Bangkalan

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, mengingatkan para santri diniyah untuk menjaga kepercayaan dan tanggung ...
KRONIK

E-PAD dan SIMPLING Masuk Nominasi JAWARA 2026, Bupati Ipuk: Kami Kembangkan Sesuai Kebutuhan Masyarakat

BANYUWANGI – Dua inovasi Banyuwangi, E-PAD dan SIMPLING (Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Laboratorium ...
KABAR CABANG

DPC Ngawi Cek Rutin Kesehatan Pengurus, Agar Tetap Bugar Dampingi Rakyat

NGAWI – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi menggelar pemeriksaan kesehatan bagi pengurus partai di Kantor ...
LEGISLATIF

Anas Karno: Layanan Online dan Kehadiran ASN di Balai RW Harus Berjalan Bersamaan

SURABAYA – Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya Anas Karno menegaskan seluruh upaya untuk memberikan pelayanan ...
LEGISLATIF

Novita Hardini: Ekspansi Industri Tak Boleh Abaikan Aspek Ekologis

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menegaskan ekspansi industri harus berjalan seiring dengan ...