Jumat
12 Juni 2026 | 6 : 46

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tak Hanya Siaga Bencana, Kader Baguna pun Siap Kawal Pilkada

pdip jatim - mega - pembukaan pelatihan baguna

pdip jatim - mega - pembukaan pelatihan bagunaJAKARTA – Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, anggota Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) tidak hanya disiapkan ikut menangani bencana. Kader Baguna PDI Perjuangan itu juga akan diturunkan untuk membantu pemenangan partai di pilkada serentak.

“Tugasnya tak ringan, tugasnya berat. Dalam rangka pilkada serentak, pejuang kemanusiaan ini akan diterjunkan untuk kemenangan partai,” kata Hasto Kristiyanto di sela pembukaan Pelatihan Pencarian dan Pertolongan (SAR) bagi relawan Baguna, di Lenteng Agung, Selasa (15/9/2015).

Hasto menegaskan, PDI Perjuangan melatih para relawan Baguna untuk tidak membeda-bedakan warga ketika bencana terjadi. Apakah mereka merupakan basis PDI Perjuangan ataupun tidak.

Dia juga menekankan bahwa PDI Perjuangan adalah satu-satunya parpol di Indonesia yang punya Badan Penanggulangan Bencana. “Ketua Umum Ibu Megawati sangat visioner saat itu, karena Indonesia kena tsunami di 2004. Lalu kita berada di wilayah rawan bencana. Sehingga dirasakan perlu mempersiapkannya,” ungkap Hasto.

Sementara, Ketua bidang Sosial dan Penanggulangan Bencana DPP PDI Perjuangan Ribka Tjiptaning, mengatakan kader PDI Perjuangan perlu mendapat latihan khusus untuk menghadapi situasi bencana alam.

“Kader Baguna harus siap ditugaskan, diterjunkan di tempat-tempat bencana yang sulit. Karena itu, perlu ada pelatihan khusus,” kata Ribka.

Dia menjelaskan, latihan khusus dimaksudkan jika terjadi bencana di daerah, kader PDI Perjuangan tidak hanya menonjolkan lambang-lambang partai. Sebaliknya, kehadiran mereka harus berguna dan bermanfaat secara maksimal.

“Kalau mobil dari partai lain cuma mondar-mandir pas tragedi bencana. Benderanya cuma berkibar-kibar, tapi obatnya nggak ada. Kalau kami tidak boleh demikian. Harus ada tindakan nyata dan kerja sama yang baik dengan Basarnas,” ujarnya.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya Bambang Sulistyo, mengutarakan pihaknya memiliki kewajiban memberikan pelatihan dasar penanggulangan bencana alam kepada siapa pun. Karena itu, ia mengapresiasi langkah PDI Perjuangan yang bekerja sama dengan Basarnas.

“Baguna ini memiliki potensi untuk membantu kita dalam penanganan bencana. Jadi diharapkan, dengan kami melatih Baguna ini, mereka mempunyai kemampuan dasar untuk membantu di daerah bencana,” ucap Bambang.

Dia juga berharap pelatihan Baguna oleh Basarnas mampu menyinergikan kemampuan kedua badan penanggulangan bencana tersebut ke depan. Pelatihan akan berlangsung selama lima hari yang mencakup pelatihan fisik, keterampilan, dan intelektual. (goek/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Warga Panekan Magetan Sampaikan Aneka Aspirasi, dari Bantuan Unggas hingga Pelatihan Wirausaha

MAGETAN – Jeda masa persidangan (reses) ke IV masa sidang ke II Tahun 2026 DPRD Magetan, dimanfaatkan Plt Ketua ...
UMKM

BUMDes Pelangkidul Ngawi Jajal Peluang Sektor Hortikultura, Kembangkan Melon Greenhouse

NGAWI – Program ketahanan pangan berbasis hortikultura yang dikembangkan BUMDes Mekarsari Desa Pelang Kidul, ...
LEGISLATIF

Sengketa Perbatasan Jember-Banyuwangi Hambat Petani, Tabroni Minta Segera Diselesaikan

Anggota Komisi A DPRD Jember Tabroni mendesak penyelesaian batas wilayah Jember-Banyuwangi. Sengketa yang belum ...
LEGISLATIF

Khamim Tohari Ingatkan Sekda Kota Batu Terpilih Jaga Independensi dan Profesionalisme Birokrasi

Anggota DPRD Kota Batu Khamim Tohari mengingatkan Sekda Kota Batu yang akan terpilih agar menjaga independensi ...
KRONIK

Disperinaker Bangkalan Gelar Job Fair 2026, Bupati Lukman Dorong Penurunan Angka Pengangguran

BANGKALAN – Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bangkalan menggelar Job Fair 2026. Hal ...
KABAR CABANG

Panen Perdana Posko Pangan, PDIP Jombang Targetkan Ekspansi di 21 Kecamatan

JOMBANG – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jombang menargetkan pembentukan posko pangan di seluruh atau 21 kecamatan di ...