Sabtu
02 Mei 2026 | 4 : 25

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

“Tak Akan Bisa Pisahkan Mega dan Jokowi”

pdip-jatim-220102-jokowi-1

JAKARTA — Politisi senior Pramono Anung menegaskan, upaya pihak-pihak yang ingin memisahkan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dengan Presiden Joko Widodo tidak akan berhasil. Sebab, Mantan Sekjen PDI Perjuangan itu mengetahui sejak awal hubungan Megawati dan Jokowi sangat harmonis.

“Sekeras apa pun cara orang, tidak akan bisa memisahkan Mega dan Jokowi,” kata Pramono Anung dalam sebuah diskusi di Jakarta, Rabu (4/2/2015).

Selama ini, dia melihat banyak pihak yang berusaha memisahkan Jokowi dengan Megawati. Di antaranya dengan membenturkan Jokowi dengan Megawati terkait rencana pelantikan Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri.

Megawati diisukan mendesak Jokowi agar melantik mantan ajudannya itu, meski berstatus tersangka korupsi. “Banyak sekali yang ingin memisahkan,” ujarnya.

Dia enggan menyebutkan detail siapa pihak yang dia maksud. Pramono Anung hanya menyebut upaya pemisahan tersebut terlihat jelas di ruang publik. Anggota Komisi I DPR ini juga menilai tidak adil kalau semua masalah ditimpakan kepada Megawati.

Terkait polemik pelantikan Kapolri, Pramono minta Menteri Kabinet Kerja sebaiknya memberikan saran secara tertutup kepada Jokowi, dan bukannya bicara terbuka yang menambah kegaduhan.

“Seyogianya para menteri itu tidak menambah kegaduhan, tetapi memberikan masukan secara tertutup kepada Presiden. Sebab kalau para menteri membuat pernyataan secara terbuka, yang hanya menambah kegaduhan saja, menurut saya yang dirugikan pemerintahnya,” kata Pramono.

Para menteri, tambah dia, sebaiknya menyerahkan kewenangan untuk memutuskan pelantikan Kapolri sepenuhnya pada presiden.

Ia mengatakan pengambilan keputusan pelantikan Kapolri adalah hak prerogatif presiden sehingga hak Presiden untuk menunggu praperadilan Komjen Pol Budi Gunawan atau mengambil keputusan segera.

“Presiden mempunyai hak prerogatif. Terhadap penegakan hukum, Presiden tahu apa yang harus dilakukan. Apakah menunggu praperadilan, apakah persoalan hukumnya sudah terselesaikan. Beliau yang paling tahu,” tuturnya. (pri/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Bupati Rijanto Apresiasi Peran Pesantren Al Ma’arif Udanawu Cetak Generasi Berkarakter

Bupati Blitar Rijanto apresiasi MA Ma’arif Udanawu dan Ponpes Al Ma’arif dalam mencetak generasi berkarakter dan ...
HEADLINE

Hardiknas 2026, Deni Wicaksono Soroti Ketimpangan Pendidikan dan Tantangan Digital di Jatim

Deni Wicaksono soroti ketimpangan pendidikan dan tantangan digital di Jawa Timur pada Hardiknas 2026. SURABAYA — ...
KABAR CABANG

Dialog Dengan KPU, DPC Tulungagung Tekankan Pendidikan Demokrasi bagi Gen Z dan Pemilu Bersih

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung menekan pentingnya pendidikan ...
LEGISLATIF

Hardiknas 2026, Untari Tegaskan Pendidikan Harus Lahirkan Generasi Peka Masalah Sosial

Sri Untari tegaskan pendidikan harus lahirkan generasi peka sosial di Hardiknas 2026, bukan sekadar unggul ...
KABAR CABANG

DPC PDI Perjuangan Sumenep Gelar Konsolidasi bersama PAC untuk Perkuat Basis

SUMENEP – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep menggelar rapat koordinasi bersama jajaran Pimpinan Anak Cabang ...
KRONIK

May Day 2026, Armuji Berbaur dengan Buruh, Tegaskan Komitmen Kesejahteraan Pekerja

SURABAYA – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di depan Kantor Gubernur Jawa Timur berlangsung ...