Senin
02 November 2026 | 11 : 21

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Susuri Sejarah Kampung Peneleh, Risma Temukan Lukisan Tangan Bung Karno

pdip-jatim-risma-susuri-peneleh

SURABAYA – Wali Kota Tri Rismaharini mengisi akhir pekan dengan menelusuri jejak sejarah di Kampung Peneleh, Surabaya, Sabtu (18/5/2019). Risma memulai penelusurannya dari Jalan Lawang Seketeng IV RW 15 Kelurahan Peneleh.

Beberapa sesepuh setempat menjelaskan, setiap bangunan kuno di tempat itu memiliki nilai sejarah. Salah satunya, Langgar Dukur Kayu Lawang Seketeng yang konon dibangun sejak 1893.

Bangunan mushola tingkat dua itu memang terlihat kuno. Namun, bangunan itu terlihat masih bersih. Di depan langgar itu, warga juga menunjukkan manuskrip kuno dan benda-benda lainnya yang unik.

Setelah itu, Risma beserta jajarannya melihat makam tumpuk yang bangunannya juga sangat kuno.

Penelusuran selanjutnya ke sebuah rumah kuno dan unik yang ternyata di dalam rumah itu diduga terdapat lukisan tangan Bung Karno. Bahkan, ada pula meja yang diduga merupakan meja peninggalan Bung Tomo.

Risma pun diajak masuk ke dalam rumah kuno itu. Di dalam rumah itu, desain-desain bangunan rumahnya masih asri, termasuk lantai-lantainya yang unik. “Kalau bisa rumah ini ditetapkan bangunan cagar budaya saja,” kata Risma.

Risma kemudian berpindah ke lokasi lain di Pandean Gang 1. Di gang itu, terdapat Sumur Jobong Majapahit yang sudah didesain sedemikian rumah oleh Pemkot Surabaya.

Dari informasi yang tertulis di penutup sumur, Sumur Jobong ini terbuat dari bahan terakota. Sumur Jobong seperti ini banyak terdapat pada situs-situs permukiman pada masa Hindu Buddha, khususnya di Trowulan yang merupakan bekas Ibu Kota Majapahit. 

Di sana, Risma juga sempat membuka beberapa dokumen hasil kajian tim dari Trowulan tentang Sumur Jobong tersebut.

Risma mengatakan, di masa lampau ada cerita bahwa Kota Surabaya itu bernama Ujung Galuh. Dengan adanya bukti-bukti sejarah ini, kata Risma, maka benar bahwa Surabaya itu jadi kota pada zaman Majapahit.

Oleh karena itu, bukti sejarah ini bisa menjadi situs dan kawasan yang dilindungi, sehingga nantinya bisa dimanfaatkan untuk turisme di Surabaya.

“Kita butuh waktu untuk merangkai sebuah cerita antara data yang ada di buku sejarah dengan hasil temuan kita di lapangan. Memang sulit tapi bukan tidak bisa, butuh biaya dan waktu,” ujar Risma.

Menurut dia, di kampung ini pasti ada sebuah cerita yang terkait dengan masa lampau atau bahkan pada abad sebelum kolonial. Karena itu, data dalam buku-buku sejarah dan temuan di lapangan akan dikumpulkan agar bisa merangkai keterkaitan cerita dan sejarah yang ada.

“Yang paling penting jangan sampai keterkaitan sejarah ini hilang begitu saja,” tutur Risma.

Dia menambahkan, benda-benda unik di kampung Peneleh juga akan diteliti dan digandengkan cerita-ceritanya, sehingga diharapkan akan diketahui bahwa kawasan tersebut berkembang pada masa apa. Jika berhasil menggandengkan cerita-cerita itu, dia yakin bahwa cerita itu akan lebih bagus dan menarik daripada cerita di Eropa.

“Makanya nanti suatu saat ini dibuat serangkaian cerita. Apalagi kawasan ini sudah termasuk kawasan cagar budaya,” ucapnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Inovasi Sosialisasi Regulasi, Pemkab Ngawi Gelar Lomba Cerdas Cermat Tata Ruang Libatkan Warga

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menggelar Festival Tata ...
KRONIK

Aris Sulawan Bersama Warga Walikukun Gotong Royong Bangun Sejumlah Bak Sampah

NGAWI – Keterbatasan fasilitas pembuangan sampah masih menjadi persoalan kebersihan lingkungan di sejumlah wilayah ...
EKSEKUTIF

BKK Desa di Ngawi dari P-APBD 2026 Kisaran Rp 100 – 200 Juta

NGAWI – Sebanyak 122 desa di Kabupaten Ngawi mendapatkan alokasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) desa pada perubahan ...
KRONIK

Buyer Filipina Tertarik Kopi Banyuwangi, Bupati Ipuk Dorong Peluang Ekspor

BANYUWANGI – Kopi Banyuwangi menarik perhatian buyer asal Filipina. Sembilan calon pembeli dari negara tersebut ...
LEGISLATIF

Untari Ajak Warga Kota Malang Jadi Pionir Lingkungan Bersih, Mulai dari Pilah Sampah di Rumah

MALANG – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mengajak masyarakat Kota Malang menjadi pionir ...
LEGISLATIF

Guntur Wahono Gagas Koperasi untuk Perkuat Ekonomi Sinden Blitar Raya

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, menggagas pembentukan koperasi bagi anggota ...