SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi membuka Surabaya Great Expo (SGE), Rabu (13/8/2025). SGE kali ini mengusung tema “Produk UMKM Surabaya yang Terintegrasi dengan Pelayanan Publik Kota Surabaya”.
“Acara Surabaya Great Expo ini bukan hanya sekedar pameran yang ditunjukkan oleh UMKM-nya dan Kota Surabaya. Tapi ada dari pemerintah provinsi, dari Sidoarjo, dan kota-kota yang lain yang ada di Jawa Timur. Ini menunjukkan bahwa bagaimana Surabaya dengan kota penunjangnya itu saling menguatkan satu dengan yang lainnya,” ucap Eri Cahyadi.
Di edisi ke 14, Surabaya Great Expo diselenggarakan di Exhibition Grand City Mall. Sinergi antara pameran produk UMKM dan layanan publik ini menjadi fokus utama dalam perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Kota Pahlawan.
“Surabaya Great Expo ini sekaligus ada pelayanan publik yang terintegrasi. Jadi nanti tolong sampaikan kalau ada hal tertentu terkaitnya dengan pelayanan publik dan ternyata ingin melakukan pelayanan publik bisa datang ke Surabaya Great Expo. Belanja sekaligus mengurus pelayanan publik yang ada di Pemerintah Kota Surabaya,” bebernya.
Harapannya Surabaya Great Expo bisa memberikan manfaat besar kepada seluruh pesertanya. Serta mampu menjadi wadah promosi mengenai produk UMKM dan layanan publik yang ada di Kota Surabaya.
“Sehingga orang tahu bahwa kita memiliki produk-produk UMKM yang luar biasa dan yang terpenting adalah kita juga mengetahui pelayanan-pelayanan publik apa saja yang ada di kota Surabaya khususnya,” terang politisi PDI Perjuangan tersebut.

Eri menekankan integrasi dan kolaborasi dengan hadirnya SGE 2025 dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi yang ingin dicapai Presiden Prabowo.
Menurutnya, target transaksi SGE kali ini adalah lebih dari Rp5-6 miliar.
“Kalau tahun kemarin sampai Rp8 miliar. Semoga ini juga lebih dari Rp6 miliar yang sudah kita canangkan,” harapnya.
Sementara itu Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (Dinkopumdag) Surabaya, Febrina Kusumawati mengatakan bahwa SGE 2025 diikuti oleh 198 peserta.
Untuk menarik minat pengunjung, pameran ini menawarkan berbagai produk seperti kuliner, fesyen, batik, dan kerajinan tangan.
“Selain itu, ada beragam kegiatan pendukung seperti pelatihan keterampilan, talkshow, sertifikasi halal, hingga kompetisi memasak bagi sentra wisata kuliner (SWK) di Surabaya,” terang Febrina. (gio/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










