Sabtu
31 Oktober 2026 | 11 : 10

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sumpah Pemuda, Pelajar Surabaya Bentangkan Merah Putih Sepanjang 2 KM

pdip-jatim-kirab-merah-putih-surabaya

SURABAYA – Upacara Sumpah Pemuda yang digelar Pemkot Surabaya diwarnai dengan acara membentangkan kain merah putih sepanjang 2.000 meter, Sabtu (26/10/2019).

Acara ini bertujuan menggelorakan semangat cinta tanah air dan Bhinneka Tunggal Ika. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama Forkompimda juga mengikuti kirab mengelilingi Tugu Pahlawan.

Pada acara tersebut, dibacakan Sumpah Merah Putih oleh Risma yang kemudian diikuti oleh ribuan pelajar. Kemudian, ribuan pelajar itu bersama-sama berjalan beriringan membentangkan kain merah putih sepanjang dua kilometer mengitari area luar dan masuk lagi ke area dalam Tugu Pahlawan.

Risma mengatakan, sebelum tanggal 28 Oktober atau Hari Sumpah Pemuda dan sebelum Hari Pahlawan, dia ingin membuat sesuatu yang menyatukan anak-anak Surabaya dengan berbagai latar belakangnya.

Harapannya, mereka nantinya bisa berjuang untuk bangsa dan negaranya dengan mencintai simbol-simbol negara.

“Akhirnya, dibuatlah acara ini. Awalnya, saya minta membentangkan bendera merah putih hingga mencetak rekor muri, tapi ternyata setelah dicek, rekor murinya 8 kilometer. Kalau sampai 8 kilometer pasti menutup jalan semuanya ini. Mungkin nantilah buat itu di pantai, tidak di sini,” kata Risma seusai acara.

Menurut Risma, pembentangan bendera itu merupakan simbol untuk pembelajaran kepada anak-anak agar mencintai simbol pemersatu bangsa.

“Kalau anak-anak itu cinta kepada negerinya, kepada bangsanya, mereka tidak akan tega mengkhianati negara dan bangsa ini,” kata Risma usai upacara.

Dia menjelaskan, Indonesia memang terdiri dari beragam budaya, adat istiadat, serta suku bangsa. Namun, sebutnya, hal itu bukanlah alasan untuk perpecahan.

Dia juga menekankan jika bendera merah putih adalah simbol pemersatu bangsa. Pancasila pun juga pemersatu bangsa.

“Dengan alat pemersatu bangsa dan negara, diharapkan kita maju bersama-sama,” tandas Risma.

Menurut Risma, hal itu sangatlah penting untuk ditanamkan kepada generasi muda penerus bangsa. “Kita ada di negara kita tercinta, insya Allah kita meninggal juga di bumi nusantara tercinta,” tuturnya.

“Pada saat saya di Korea bahwa yang pertama kali diajarkan untuk anak-anak adalah cinta negeri,” tambah Risma. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Dewanti Rumpoko Dorong Trans Jatim Malang Raya Terintegrasi dengan Angkot, Lindungi Pendapatan Sopir

SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Dewanti Rumpoko, mendorong integrasi Bus Trans Jatim Koridor II Malang ...
KRONIK

Baguna Ngawi Jenguk Nenek Usia 97 Tahun, Korban Angin Kencang di Kwadungan

NGAWI – Di usianya yang hampir satu abad, Saelah (97 tahun) harus menghadapi kenyataan pahit setelah rumahnya ...
KRONIK

Guru Madin Keluhkan Kesejahteraan, Hj. Ansari Siap Memperjuangkan

PAMEKASAN – Seorang guru madrasah diniyah, Moh. Jufri, menyampaikan keluh kesahnya pada anggota Fraksi PDI ...
KRONIK

Dua Kasus Perusakan Situs Purbakala di Jember, Candra: Belum Ada Kejelasan

JEMBER – Penanganan kasus hilangnya dua batu yoni di Desa Pocangan, Kecamatan Sukowono, dan perusakan situs Gumuk ...
EKSEKUTIF

ASN Pemkab Blitar Diterjunkan dalam Gerakan ASRI, Rijanto Minta Jadi Teladan Masyarakat

BLITAR – Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar diterjunkan dalam Gerakan ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Dorong Anak Muda Trenggalek Jadi Pencipta Gim, Buka Peluang Ekonomi Digital

TRENGGALEK – Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, mendorong generasi muda Trenggalek memanfaatkan peluang ...