oleh

‘Sulap’ Telur Asin Rasa Stroberi, UKM Ramadani Jangkau Arab Saudi dan Hongkong

-UMKM-253 kali dibaca

MAGETAN -Tangan dingin Anik Darwarti (37), owner Ramadani Grop, tidak hanya dapat membuat telur asin berasa asin. Akan tetapi, pemilik UKM Ramadani itu juga berhasil menyulap telur asin dengan aneka rasa: rasa bawang pedas, stroberi, dan lainnya.

Usaha telur asin yang sudah digeluti sejak tahun 2014, terus berkembang. Berkat kegigihan dan keuletannya, dari rumah produksi di  Desa Kedungpanji Kecamatan Lembeyan, UKM Ramadani mampu melewati berbagai kendala untuk menapak tangga kesuksesan.

Dengan tujuh orang karyawan, UKM Ramadani berhasil produksi 1000-1200 butir per-harinya. Usahanya agak tersendat di saat pandemi Covid-19 melanda. Omzetnya turun drastis hingga hanya 200 butir per-hari.

Anik Darwati menjelaskan, bahan baku pembuatan telur asin dipasok dari peternakan sendiri guna menjamin kualitas dan nilai gizinya. Akan tetapi, seiring berkembangnya usaha, Anik menggandeng tetangganya, seorang peternak bebek untuk memenuhi kebutuhan bahan pokok telur bebek.

“Kita tahu kualitas telurnya dan dijamin telur yang fresh,” kata Anik, Senin (19/4/2021).

Mantan Wakabid SDM dan Kebudayaan DPC PDI Perjuangan Ponorogo (2014-2019) itu menambahkan, untuk  mendapatkan nilai lebih dan berciri khas dari telur asin dan disukai pembeli, tidaklah semudah membalik telapak tangan.

Anik menuturkan, usahanya pernah merugi. Tapi dirinya pantang menyerah. Ia terus berupaya memperbaiki produksi telur asinnya, hingga telur asinnya dapat  diterima pasar.

“Butuh waktu tahunan untuk berguru mulai dari media sosial sampai para produsen telur asin di berbagai kota,” ujar dosen Universitas Muhammadiyah Ponorogo itu.

Sikap pantang menyerahnya membuahkan hasil dengan hasil produksi yang dapat bertahan lebih  lama. Seiring omzet penjualan telur asin miliknya terus meningkat, Anik pun berinovasi. Ia ingin memproduksi telur asin yang berbeda telur asin lumrah dan biasa.

Tahun 2016, Anik mengembangkan bisnisnya dengan mencoba membuat telur asin dengan berbagai rasa, seperti  rasa bawang pedas, stroberi, madu, dan telur asin asap. Dibutuhkan teknik agar bumbu dan rempah pedas dari cabai bisa masuk ke dalam telur bebek sehingga menghilangkan aroma amisnya.

“Harus benar-benar bersih membersihkan telurnya. Dan ini proses penting yang mempengaruhi tingkat keberhasilannya,” jelas Anik.

Berkat inovasi dan naluri bisnisnya yang kuat, kini pemasaran telur asin Ramadani menembus berbagai kota, antara lain Magetan, Ngawi, Madiun, Ponorogo dan kota lainnya. Bahkan, pemasarannya pun mampu menjangkau luar negeri di antaranya Hongkong, Arab Saudi, dan Taipe. Selain itu, UKM Ramadani itu juga bekerjasama dengan minimarket dan memiliki puluhan reseller di berbagai kota. (rud/53T)

Komentar