Senin
02 November 2026 | 10 : 56

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Suara PDI Perjuangan di Jatim Meningkat

pdip-jatim-hasto-tutup-bimtek-batu

JAKARTA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, dari hasil pelaksanaan Pilkada 2018, ada peningkatan signifikan jumlah suara pemilih PDIP di Jatim.

“Kalau dilihat dari jumlah total suara yang loyal kepada PDIP itu menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Kita lihat di Jatim itu kan basis dari PKB,” kata Hasto di kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, kemarin.

Menurut Hasto, memasangkan Puti Guntur sebagai pendamping Gus Ipul bukan hal yang sia-sia. Keberadaan cucu sang proklamator itu cukup untuk mengatrol basis suara PDIP di Jawa Timur.

“Ada cukup siginifikan ditinjau dari preferensi terhadap PDIP,” ucap Hasto.

Dia memahami waktu yang dimiliki Puti untuk bersosialisasi sangat mepet. Apalagi, Puti masuk di tengah jalan setelah Abdullah Azwar Anas mengundurkan diri.

“Jadi Mbak Puti kan sejak 10 Januari dibandingkan dengan mereka yang berkonsentrasi lebih dari 17 tahun. Ya ini hasilnya luar biasa,” jelasnya.

Sementara itu, kemenangan calon kepala daerah yang diusung pada pilkada serentak 2018 menjadi modal untuk Pilpres 2019.

“Inilah yang kita jadikan mesin politik kemenangan karena Ibu Mega telah menurunkan Jokowi sebagai (calon) presiden,” kata Hasto.

Pada Pilkada Serentak 2018, PDIP memenangi 6 pemilihan gubernur (pilgub), yakni Bali, Jawa Tengah, Maluku, Sulsel, Maluku Utara, dan Papua. Kemenangan ini berdasarkan hitung cepat (quick count).

Sesuai quick count, pada pilkada kabupaten/kota, 33 kader PDIP menang sebagai calon kepala daerah dan 38 kader calon wakil kepala daerah.

“Bagi PDI Perjuangan, hasil pilkada harus dilihat secara utuh. Bukan hanya pemilihan 17 provinsi, tapi juga pemilihan ratusan bupati dan wali kota. Sebab, dalam sistem otonomi daerah, posisi wali kota dan bupati sangatlah strategis, karena mereka yang memegang wilayah, sementara gubernur sifatnya koordinatif,” paparnya.

Hasto juga menyatakan, PDI Perjuangan tak sembarangan dalam memilih kader untuk diajukan sebagai calon kepala daerah. PDIP menyiapkan pemimpin dari rakyat melalui proses rekrutmen sesuai ideologis Pancasila.

Dalam pelaksanaan Pilkada 2018, pihaknya berhasil menghindari politik identitas dan mementahkan tudingan penggunaan alat-alat negara sebagai partai penguasa.

Ketika hasilnya tak sesuai yang diharapkan, sambung Hasto, PDIP menerimanya sebagai konsekuensi ideologis. Namun, dia yakin kader yang berkualitas akan selalu mendapat tempat di hati rakyat. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Inovasi Sosialisasi Regulasi, Pemkab Ngawi Gelar Lomba Cerdas Cermat Tata Ruang Libatkan Warga

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menggelar Festival Tata ...
KRONIK

Aris Sulawan Bersama Warga Walikukun Gotong Royong Bangun Sejumlah Bak Sampah

NGAWI – Keterbatasan fasilitas pembuangan sampah masih menjadi persoalan kebersihan lingkungan di sejumlah wilayah ...
EKSEKUTIF

BKK Desa di Ngawi dari P-APBD 2026 Kisaran Rp 100 – 200 Juta

NGAWI – Sebanyak 122 desa di Kabupaten Ngawi mendapatkan alokasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) desa pada perubahan ...
KRONIK

Buyer Filipina Tertarik Kopi Banyuwangi, Bupati Ipuk Dorong Peluang Ekspor

BANYUWANGI – Kopi Banyuwangi menarik perhatian buyer asal Filipina. Sembilan calon pembeli dari negara tersebut ...
LEGISLATIF

Untari Ajak Warga Kota Malang Jadi Pionir Lingkungan Bersih, Mulai dari Pilah Sampah di Rumah

MALANG – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mengajak masyarakat Kota Malang menjadi pionir ...
LEGISLATIF

Guntur Wahono Gagas Koperasi untuk Perkuat Ekonomi Sinden Blitar Raya

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, menggagas pembentukan koperasi bagi anggota ...