Senin
14 September 2026 | 12 : 47

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Suara PDI Perjuangan di Jatim Meningkat

pdip-jatim-hasto-tutup-bimtek-batu

JAKARTA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, dari hasil pelaksanaan Pilkada 2018, ada peningkatan signifikan jumlah suara pemilih PDIP di Jatim.

“Kalau dilihat dari jumlah total suara yang loyal kepada PDIP itu menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Kita lihat di Jatim itu kan basis dari PKB,” kata Hasto di kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, kemarin.

Menurut Hasto, memasangkan Puti Guntur sebagai pendamping Gus Ipul bukan hal yang sia-sia. Keberadaan cucu sang proklamator itu cukup untuk mengatrol basis suara PDIP di Jawa Timur.

“Ada cukup siginifikan ditinjau dari preferensi terhadap PDIP,” ucap Hasto.

Dia memahami waktu yang dimiliki Puti untuk bersosialisasi sangat mepet. Apalagi, Puti masuk di tengah jalan setelah Abdullah Azwar Anas mengundurkan diri.

“Jadi Mbak Puti kan sejak 10 Januari dibandingkan dengan mereka yang berkonsentrasi lebih dari 17 tahun. Ya ini hasilnya luar biasa,” jelasnya.

Sementara itu, kemenangan calon kepala daerah yang diusung pada pilkada serentak 2018 menjadi modal untuk Pilpres 2019.

“Inilah yang kita jadikan mesin politik kemenangan karena Ibu Mega telah menurunkan Jokowi sebagai (calon) presiden,” kata Hasto.

Pada Pilkada Serentak 2018, PDIP memenangi 6 pemilihan gubernur (pilgub), yakni Bali, Jawa Tengah, Maluku, Sulsel, Maluku Utara, dan Papua. Kemenangan ini berdasarkan hitung cepat (quick count).

Sesuai quick count, pada pilkada kabupaten/kota, 33 kader PDIP menang sebagai calon kepala daerah dan 38 kader calon wakil kepala daerah.

“Bagi PDI Perjuangan, hasil pilkada harus dilihat secara utuh. Bukan hanya pemilihan 17 provinsi, tapi juga pemilihan ratusan bupati dan wali kota. Sebab, dalam sistem otonomi daerah, posisi wali kota dan bupati sangatlah strategis, karena mereka yang memegang wilayah, sementara gubernur sifatnya koordinatif,” paparnya.

Hasto juga menyatakan, PDI Perjuangan tak sembarangan dalam memilih kader untuk diajukan sebagai calon kepala daerah. PDIP menyiapkan pemimpin dari rakyat melalui proses rekrutmen sesuai ideologis Pancasila.

Dalam pelaksanaan Pilkada 2018, pihaknya berhasil menghindari politik identitas dan mementahkan tudingan penggunaan alat-alat negara sebagai partai penguasa.

Ketika hasilnya tak sesuai yang diharapkan, sambung Hasto, PDIP menerimanya sebagai konsekuensi ideologis. Namun, dia yakin kader yang berkualitas akan selalu mendapat tempat di hati rakyat. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

SRC 2026 Jadi Kawah Candradimuka, Surabaya Bidik 250 Emas di Porprov 2027

SURABAYA — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menjadikan Surabaya Rising Champion (SRC) 2026 sebagai salah satu ...
HEADLINE

Soekarno Run Banyuwangi Libatkan Disabilitas Netra Layani Sport Massage Pelari

Soekarno Run Banyuwangi melibatkan penyandang disabilitas netra dalam layanan sport massage bagi peserta sebagai ...
KABAR CABANG

DPC Tulungagung Gelar Pelatihan Pelatihan Kader Perempuan Akar Rumput

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung menggelar pelatihan kader perempuan ...
KABAR CABANG

Perkuat Akar Rumput, DPC PDIP Kota Batu Road Show Serahkan SK ke Ranting

MALANG — Memperkuat konsolidasi hingga tingkat akar rumput, DPC PDI Perjuangan Kota Batu memilih turun langsung ...
KRONIK

Bupati Fauzi di Tatorbangan Ritual Culture 2026: Generasi Muda Harus Ambil Peran Jaga Warisan Leluhur

SUMENEP – Pemerintah Desa (Pemdes) Torbang, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, menggelar Tatorbangan Ritual ...
KRONIK

Atasi Kekeringan di Bojonegoro, Legislator Amin Thohari Salurkan Bantuan Air Bersih ke Desa Terdampak

​BOJONEGORO – Musim kemarau panjang yang memicu kekeringan di sejumlah wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, ...