Kamis
16 April 2026 | 12 : 08

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Strategi Banyuwangi Buka Kembali Sektor Pariwisata yang Aman Covid-19

pdip-jatim-anas-bnpb1

JAKARTA – Pariwisata adalah salah satu sektor yang berpengaruh besar terhadap ekonomi Indonesia. Di tengah pandemi, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi membuka kembali sektor tersebut dengan penerapan strategi yang aman Covid-19.

Dilansir dari Majalah Agraria, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengungkapkan terdapat beberapa perbedaan strategi pariwisata Banyuwangi pada masa adaptasi kebiasaan baru. Anas menyatakan bahwa saat ini faktor kebersihan, kesehatan dan keamanan menjadi daya tarik utama para wisatawan.

“Kalau dulu pariwisata ini yang dijual dan menjadi daya tarik adalah harga dan services, tapi sekarang tidak lagi. Yang menjadi nomor satu saat ini adalah kesehatan, kebersihan dan keamanan sehingga protokol kesehatan menjadi yang utama. Jangan sampai ketika para wisatawan datang sekali, kemudian tidak ingin datang kembali lagi,” ungkap Anas melalui dialog ruang digital di Media Center Gugus Tugas Nasional, Jakarta (5/7/2020).

Selain itu, implementasi aktivitas pariwisata di Banyuwangi juga mengalami perubahan, seperti jadwal operasional tempat wisata yang aktif seminggu tujuh hari, saat ini maksimal hanya lima hari dalam seminggu.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melakukan beragam simulasi dalam mempersiapkan pembukaan sektor pariwisata pada masa adaptasi kebiasaan baru, salah satunya adalah kegiatan sertifikasi hotel dan restoran yang informasinya tersedia dalam aplikasi Banyuwangi Tourism.

Melalui aplikasi ini, para wisatawan dapat melihat hotel dan restoran mana saja yang telah memiliki sertifikasi sesuai protokol kesehatan. Tidak hanya sertifikasi, pengawasan berkala juga terus dilakukan pada hotel dan restoran yang disertifikasi agar dapat terus mempertahankan pelayanannya dan tidak melanggar peraturan yang telah ditetapkan.

Anas menegaskan, jika hotel dan restoran melanggar protokol kesehatan, maka akan langsung ditutup dan tidak diizinkan beroperasi.

“Hotel dan restoran menerapkan protokol Covid-19 pada saat hari pertama kedua, namun jika pada hari berikutnya karena kondisi tempat yang ramai sehingga terjadi pelanggaran seperti tidak menggunakan masker, tamu tidak jaga jarak, maka akan langsung kami tutup,” tegas Anas.

Selanjutnya Anas menjelaskan bahwa pembukaan lokasi wisata di Banyuwangi adalah tempat-tempat yang tidak berisiko tinggi, jumlah tempat dan pengunjungnya dibatas serta menggunakan konsep-konsep baru dalam pelayanannya. Salah satu konsep tersebut adalah staycation atau dalam satu tempat telah disediakan beragam atraksi dan pelayanan yang dapat dinikmati para wisatawan tanpa perlu berpergian sehingga dapat mengurangi potensi penularan Covid-19.

Selain itu, jumlah wisatawan tentunya juga dibatasi dengan menggunakan konsep reservasi online sehingga jumlah wisatawan yang berkunjung dapat dikontrol dan tidak terjadi kerumunan dalam satu tempat wisata. Jenis makanan yang dihidangkan untuk para wisatawan juga diutamakan adalah makan yang sehat atau pengolahannya lebih banyak dibakar, bukan digoreng.

Infrastruktur teknologi yang telah dipersiapkan tentunya tidak membuat upaya penerapan adaptasi kebiasaan baru di Banyuwangi menjadi mudah dilaksanakan. Anas mengungkapkan bahwa cukup sulit untuk membiasakan masyarakat menggunakan masker, jaga jarak dan cuci tangan.

Untuk itu pemerintah daerah setempat melakukan pelatihan kepada komunikasi pengelola wisata untuk dapat mengimplementasikan kebiasaan baru atau masyarakat Banyuwangi menyebutnya Kebiasaan Anyar.

“Tentu cukup berat dalam membiasakan masyarakat mengadaptasi kebiasaan baru atau kalau di Banyuwangi kami menyebutkan Kebiasaan Anyar. Namun kami berikan pelatihan kepada masyarakat dan komunitas dengan berbagai instrumen agar kebiasaan anyar ini dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Bupati mencontohkan dengan memberikan sertifikasi tour guide untuk prevensi wisatawan ke depan, sosialisasi bersama para kiyai dan ulama, workshop kepada kelompok sanggar terkait penggunaan tata rias bagi para penampil yang sebelumnya alat dan produk rias digunakan bersama, sekarang harus mempersiapkan alat dan produk rias sendiri.

“Walaupun teorinya mudah, tapi pasti prakteknya sulit,” ujarnya.

Namun pihaknya harus bekerja keras, didukung dengan regulasi serta kedisiplinan yang ketat dan tegas sehingga keselamatan sekaligus kenyamanan bersama dalam menyambut para wisatawan ke Banyuwangi sesuai protokol kesehatan dapat terlaksana dengan baik.

Terakhir, Anas juga meminta kepada masyarakat yang akan berwisata ke Banyuwangi untuk jangan segan memberi kritik ke penyedia atau pengelola destinasi yang dituju jika tidak mematuhi protokol Covid-19.

“Bagi para wistawan jangan segan-segan untuk memberi kritik kepada pengelola destinasi yang tidak menerapkan protokol Covid-19. Dengan nilai dan kritik, pemerintah daerah seperti kami akan terus berbenah, termasuk memberikan sanksi teguran sampai ke penutupan keapda destinasi, hotel atau restoran yang tidak patuh pada protokol Covid-19,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa dengan mekanisme tersebut pariwisata Banyuwangi dapat mendukung untuk menjaga kesehatan bersama. “Bukan hanya untuk diri sendiri tapi juga untuk tempat yang dituju sehingga bisa selalu kita evaluasi pelaksanaan protokol kesehatannya,” tutupnya. (red)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Pansus DPRD Jatim Soroti Program OPD, Anggaran Besar Belum Tekan Kemiskinan

DPRD Jatim menilai program OPD belum berdampak signifikan terhadap penurunan kemiskinan meski capaian administratif ...
KRONIK

Bupati Lukman Minta BUMD Tingkatkan Kinerja, Topang Perekonomian Daerah

JAKARTA – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, berkomitmen untuk mendorong kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk ...
LEGISLATIF

Indri Dukung Larangan Vape, Soroti Potensi Disalahgunakan untuk Narkotika

Indriani Yulia Mariska mendukung larangan vape karena berpotensi disalahgunakan untuk narkotika dan membahayakan ...
LEGISLATIF

Yordan Soroti Kesenjangan Antarwilayah Jadi Tantangan Utama Pembangunan Jatim

Yordan M Batara Goa menyoroti kesenjangan antarwilayah sebagai tantangan utama pembangunan Jawa Timur dalam RKPD ...
LEGISLATIF

Pastikan Keselamatan Pengendara Jalur Magetan – Sarangan, Diana Sasa Minta Peremajaan Alat Tebang Pohon Bina Marga UPT Madiun

MAGETAN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Timur melalui Bina Marga UPT Madiun ...
UMKM

Cerita Warsito, Kader Banteng Ngawi Merintis Usaha Greenhouse Anggur

NGAWI – Kesuksesan tidak melulu diukur dari gelimang harta yang melimpah ruah. Menemukan kepuasan batin dalam ...