Minggu
19 April 2026 | 8 : 41

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sosialisasikan Wawasan Kebangsaan di Kalangan Pendidik, Ini Pesan Agatha

pdip-jatim-220130-agatha-1

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Agatha Retnosari menggelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan bagi kalangan pengajar dan pemerhati pendidikan se-Kota Surabaya, Minggu (30/1/2022).

Melalui acara bertemakan, “Tantangan Dunia Pendidikan dalam Merawat Kebhinekaan” yang digelar di Ballroom Vasa Hotel, Surabaya ini, Agatha ingin terus menanamkan ideologi Pancasila sebagai semangat juang membangun negeri.

“Dengan ideologi Pancasila 1 Juni, UUD 1945, dan Bhineka Tunggal Ika, kita akan melakukan gebrakan dan semangat juang untuk perbaikan negeri kita tercinta, Indonesia,” kata Agatha Retnosari.

Legislator yang juga menjabat Wakil Ketua Bidang Buruh, Tani, dan Nelayan DPC PDI Perjuangan Surabaya ini menyebutkan, melalui pendidikan Pancasila maka bahaya radikalisme dan perpecahan negara dapat dicegah.

“Sejatinya, Pancasila merupakan dasar negara yang digali bapak Proklamator, Ir. Soekarno dari nilai luhur nenek moyang kita, sehingga bahaya perpecahan negara dapat dicegah,” jelasnya.

Oleh karenanya, Kepala Baguna PDI Perjuangan Kota Surabaya ini menekankan agar seluruh peserta mampu mengejawantahkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, hal ini penting disampaikan kepada para pengajar dan pemerhati pendidikan di Kota Surabaya karena mereka merupakan agen pembawa perubahan.

“Bagaimana rupa negara kita di masa yang akan datang, salah satunya tergantung bapak dan ibu guru, yang mendelivery pendidikan nilai luhur pendidikan Pancasila pada generasi calon pemimpin di tahun 2045,” ujar Agatha.

Senada dengan hal tersebut, pakar pendidikan Prof Dr Anita Lie menyatakan bahwa para pendidik hari ini memiliki tanggung jawab mewujudkan tahun emas Indonesia di 2045.

“Utamanya guru memiliki tanggung jawab untuk mewujudkan Indonesia emas Tahun 2045. Untuk menuju tahun tersebut, maka diperlukan kompas. Dan kompasnya adalah Pancasila 1 Juni, di sinilah peran penting bapak ibu untuk menanamkan nilai Pancasila pada generasi pengisi tahun emas 2045,” tandasnya.

Walaupun bertepatan dengan libur akhir pekan, seluruh peserta yang mengenakan pakain batik khas Indonesia, tampak antusias dan sangat memperhatikan tiap materi yang disampaikan.

Hal tersebut terbukti dari aktifnya peserta pada sesi tanya jawab di akhir pemaparan materi Agtha dan Prof Anita Lie. Sejumlah peserta pun, menyampaikan terima kasih dan harapan ke depan atas gelar sosialisasi wawasan kebangsaan ini.

“Ini gelar acara yang luar biasa, besar harapan saya ke depannya, profil pelajar Pancasila yang kita canangkan bersama, bukan hanya menjadi wacana dan angan-angan saja, khususnya soal kebhinekaan,” ungkap Trisna, seorang guru SMA. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Warga Dandangan Keluhkan Banjir, Yuzar Rasyid Bergerak Cepat Tinjau Sungai 

Yuzar Rasyid turun langsung meninjau sungai di Kediri merespons banjir musiman, sekaligus meluncurkan program ...
KABAR CABANG

Musancab PDI Perjuangan Ngawi, Gen Z Tempati Posisi-posisi Strategis di PAC

NGAWI – Dewan Pimpinan Daerah PDI Perjuangan Jawa Timur menggelar agenda Musyawarah Anak Cabang (Musancab) di ...
KABAR CABANG

Hari Kartini 2026, Yudi Meira Tegaskan Peran Perempuan Strategis di PDIP Blitar

Yudi Meira tegaskan peran strategis perempuan dalam politik PDIP Blitar pada momentum Hari Kartini 2026, dorong ...
KABAR CABANG

Tari Reco Banteng Buka Musancab PDI Perjuangan Ngawi

NGAWI – Hentakan kaki para penari memecah suasana Pendopo Wedya Graha Kabupaten Ngawi, Minggu (19/4/2026). Irama ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Tegaskan Tak Ada Toleransi Kekerasan Seksual, Soroti Kasus di Kampus

Puan Maharani menegaskan tidak ada toleransi terhadap kekerasan seksual di kampus dan mendorong evaluasi menyeluruh ...
EKSEKUTIF

Bongkar Fasad Eks Toko Nam, Pemkot Surabaya Kembalikan Fungsi Pedestrian

Pemkot Surabaya akan membongkar fasad eks Toko Nam di Embong Malang untuk mengembalikan fungsi pedestrian, tetap ...