oleh

Soal Perbaikan Pasar di Jombang, SW Nugroho Koordinasi dengan Pusat

JOMBANG – Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur SW Nugroho mengatakan, pihaknya segera berkoordinasi dengan legislator DPR RI terkait permintaan perbaikan pasar tradisional di Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang.

Permintaan rehabilitasi pasar tradisional itu disampaikan warga Menganto, di acara serap aspirasi yang digelar Nugroho di desa tersebut. 

Selain pasar, sebagaimana disampaikan Kepala Desa Menganto Yunus Ardiansyah, warga setempat juga berharap ada perbaikan irigasi dan bantuan rehab musholla.

Menurut Nugroho, rehab pasar membutuhkan anggaran besar dan ini bisa dikolaborasikan dengan pemerintah pusat melalui DPR RI. Karena itu, pihaknya akan berkolaborasi dengan DPR RI, dan juga DPRD Kabupaten. 

“Karena kalau pasar membutuhkan anggaran besar, bisa diajukan kepada pemerintah pusat. Saya akan menjalin koordinasi dengan DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, juga akan melibatkan teman-teman DPRD Jombang,” kata SW Nugroho, Rabu (3/3/2021).

“Untuk bantuan mushola, saya harap kades segera mengajukan proposalnya,” tambah legislator yang juga menjabat Wakil Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur tersebut.

Dengan demikian, lanjut Nugroho, program-program bantuan akan dibagi sesuai kebutuhan masyarakat, seperti pasar di Desa Menganto yang berpotensi bisa diajukan ke pemerintah pusat untuk rehabilitasinya.

Sementara itu, saat menggelar reses di Desa Daditunggal, Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang, Nugroho disambati persoalan peningkatan sumber daya manusia. Sebab, saat ini Jombang Utara sudah masuk dalam wilayah industri.

“Ada anak muda yang menginginkan agar pemuda-pemuda desa diberikan pelatihan-pelatihan sebagai penunjang karir mereka. Sebab di Desa Daditunggal di kanan kirinya sudah berdiri pabrik. Mereka ingin agar warga desa setempat menjadi tenaga kerjanya,” ungkap Nugroho

Untuk itu, tambah Nugroho, ia akan membawa aspirasi ini kepada Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jatim, yang memang punya banyak program pelatihan yang bisa dimanfaatkan.

“Nanti kita meneruskan masukan tersebut ke Dinas Tenaga Kerja, disana kan ada kuota untuk pelatihan-pelatihan. Nanti teman-teman yang skillnya cukup bagus bisa kemudian ditingkatkan dengan pelatihan tersebut,” paparnya. (rul)