Rabu
22 Juli 2026 | 1 : 29

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Soal Penanganan Prostitusi, Siti Mariyam Dorong Pemerintah Siapkan Solusi Berkelanjutan

pdip-jatim-251205-siti-maryam-sby

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan-PAN DPRD Kota Surabaya, Siti Mariyam, menegaskan bahwa persoalan prostitusi tidak bisa diselesaikan hanya dengan tindakan penutupan atau pelarangan semata.

Menurutnya, tidak ada seorang pun yang bercita-cita menjadi pekerja seks, namun tekanan ekonomi dan kebutuhan hidup sering kali membuat sebagian masyarakat terjerumus pada praktik tersebut.

“Kalau sehubungan dengan prostitusi, siapa sih yang mau cita-cita seperti itu? Kan tidak ada ya. Mungkin karena faktor ekonomi, faktor perut, faktor keluarga dan lain-lain. Memang itu bukan suatu alasan terus memperbolehkan,” kata Siti Mariyam, Sabtu (6/12/2025).

Dia menekankan perlunya pemerintah memikirkan solusi berkelanjutan apabila prostitusi diberantas. Mariyam menyebut bahwa aspek ekonomi para pekerja seks itu harus dipastikan tetap diperhatikan untuk menghindari masalah sosial baru.

“Bagaimana kalau itu dihilangkan? Otomatis harus ada solusi bagaimana mata pencaharian itu. Ini yang pemerintah harus terus memikirkan. Mungkin melalui pendidikan, skill mereka sesuai kemampuan, dan dibuatkan wadah yang sesuai harapan mereka,” ujar dia.

Menurutnya, tanpa langkah komprehensif, prostitusi justru berpotensi semakin terselubung dalam bentuk kos-kosan atau tempat hiburan ilegal. Kondisi ini dinilai berbahaya karena menyulitkan pengawasan kesehatan dan meningkatkan risiko penyebaran penyakit menular.

“Kalau prostitusi tidak diberantas dengan segala macam cara yang tepat, akhirnya banyak yang terselubung. Kos-kosan terselubung, karaoke terselubung, ini yang berbahaya karena pendeteksian kesehatan sulit dan risiko penyakit menular akan merajalela,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa jika praktik prostitusi memang tidak bisa dihilangkan sepenuhnya, pemerintah bisa juga mempertimbangkan penempatan lokasi yang jauh dari pemukiman warga sehingga pengawasan kesehatan dapat dilakukan rutin dan terkontrol.

Mengingat ada 985 kasus human immunodeficiency virus (HIV) atau acquired immune deficiency (AIDS) yang ditangani Dinas Kesehatan Kota Surabaya mulai Januari hingga Oktober 2025.

Selain itu Siti Mariyam juga menyinggung pengalaman kawasan eks-lokalisasi Dolly maupun Moroseneng yang dahulu berdampingan dengan fasilitas publik seperti masjid, sekolah, dan permukiman padat penduduk.

Menurutnya, kondisi seperti itu sangat mudah diakses dan dilihat oleh anak-anak. Sebab walau lokalisasi tersebut telah ditutup Pemkot Surabaya, namun kenyataannya praktik prostitusi ilegal justru merebak tak terkontrol.

Dia juga menyebut prostitusi merupakan fenomena yang telah ada sejak dahulu dan sulit dihapus total. Karena itu, solusi harus disiapkan secara matang agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Syaifuddin Zuhri Dorong Turnamen Usia Dini Digelar Rutin untuk Cetak Pesepak Bola Berkualitas

SURABAYA – Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri mendorong turnamen sepak bola usia dini digelar secara rutin ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Gandeng Praktisi, Latih Petani Bikin Pupuk Organik Murah Meriah

BOJONEGORO – Upaya menjaga ketahanan pangan dan merespons tingginya harga pupuk kimia terus dilakukan di daerah. ...
KRONIK

Sambut Bulan Kemerdekaan, Bupati Lukman Pimpin ASN Percantik Kota Bangkalan

BANGKALAN – Menyambut Bulan Kemerdekaan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menggerakkan aparatur sipil negara ...
EKSEKUTIF

Pemkab Ngawi Siapkan Regulasi Mengemudi Sepeda Motor bagi Anak Usia 17 Tahun Ke Bawah

NGAWI – Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengaku prihatin atas meningkatnya kasus kecelakaan lalu lintas yang ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Tinjau Lahan Calon Hotel Haji Pertama di Indonesia Dekat Bandara Dhoho

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau lahan calon hotel haji pertama di Indonesia di dekat Bandara ...
LEGISLATIF

Asmadi Minta UMKM Dilibatkan dalam Revitalisasi GOR Ganesha, Pedagang Lama Harus Diprioritaskan

BATU – Ketua Komisi B DPRD Kota Batu, Asmadi, meminta Pemerintah Kota Batu melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, ...