Rabu
21 Oktober 2026 | 4 : 34

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Soal PAW 3 Menteri, PDI Perjuangan Masih Klarifikasi Calon Pengganti

pdip jatim - hasto - pers - di aula dpd

pdip jatim - hasto - pers - di aula dpdJAKARTA – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, soal pergantian antar waktu (PAW) bagi tiga kader di DPR yang telah diangkat jadi menteri, DPP sudah melakukan persiapan cukup lama. Hanya, saat ini DPP masih menunggu kesediaan kader penggantinya untuk duduk di parlemen.

Seperti kursi DPR yang diduduki Puan Maharani (Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan), jelas Hasto, Darmawan Prasojo meraih suara terbanyak kedua setelah Puan Maharani di dapil Jawa Tengah V. Darmawan menjadi deputi ketika ada penataan kelembagaan di staf kepresidenan.

“Siapa tahu yang bersangkutan akan menyatakan bersedia menjadi anggota dewan,” kata Hasto di kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Dipenogoro, Jakarta Pusat, Jumat (11/9/2015).

Menurut Hasto, hal itulah yang menjadi pertimbangan PDI Perjuangan, karena Darmawan Prasojo memiliki hak untuk itu. Sebab raihan suara Darmawan terbanyak setelah Puan.

Untuk pengganti Pramono Anung yang sekarang menjadi Seskab, lanjut Hasto, PDI Perjuangan masih melakukan berbagai pertimbangan strategis untuk meningkatkan kinerja fraksi PDI Perjuangan di DPR. Sejauh ini, ungkapnya, ada dua nama yang akan menggantikan Pramono Anung, yakni Erjik Bintoro (mantan Ketua DPRD Kabupaten Kediri), dan Eva Kusuma Sundari (mantan anggota komisi III DPR RI).

“Jadi di situ ada dua nama yang menjadi perhatian. Kalau dari suara terbanyak memang Erjik. Dan kedua saudari Eva Sundari. Tentu saja partai memiliki pertimbangan mengingat di tengah sorotan masyarakat tentang kinerja dewan,” jelasnya.

Sementara itu, untuk pengganti Tjahjo Kumolo (Mendagri), DPP PDI Perjuangan telah menetapkan satu nama yakni, Tuti N Roosdiono setelah melalui berbagai pertimbangan. Pembahasan penetapan PAW bagi Tjahjo ini telah ditetapkan melalui rapat internal DPP PDI Perjuangan yang dilakukan Rabu 9 September kemarin.

“Terkait dengan pengganti Bapak Tjahjo Kumolo memang ada dua pertimbangan saat itu, tapi akhirnya DPP lebih memilih mereka yang memiliki kapasitas dan kemampuan, yaitu yang memiliki suara terbanyak berikutnya setelah bapak Tjahjo Kumolo (Tuti N Roosdiono),” ujar dia.

DPP PDI Perjuangan, sebut Hasto, masih akan melakukan melakukan klarifikasi perihal kesanggupan dari calon kandidat-kandidat yang akan menggantikan Puan Maharani dan Pramono Anung. “Sekarang kami sedang melakukan klarifikasi untuk siapa yang mengganti bapak Pramono Anung, begitu pula dengan yang mengganti Mbak Puan Maharani,” tuturnya. (goek/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Abidin Fikri Salurkan 99 Alat Bantu Disabilitas untuk Warga Bojonegoro dan Tuban

BOJONEGORO – Upaya penanganan masalah kesejahteraan sosial dan pemenuhan hak kelompok disabilitas terus diwujudkan ...
HEADLINE

Deni Wicaksono Desak Gubernur Perkuat Mitigasi: Jangan Tunggu Air Habis dan Hutan Terbakar

SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mendesak Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengevaluasi ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Larang Pungutan di SD-SMP Negeri Surabaya Mulai November 2026

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi melarang seluruh SD dan SMP negeri di Kota Surabaya melakukan pungutan dalam ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Soroti Peredaran Minol, Baktiono Dorong Pengawasan Ketat

SURABAYA – DPRD Kota Surabaya mendorong pengawasan lebih ketat terhadap peredaran minuman beralkohol (minol), ...
KRONIK

Sosialisasi Pencegahan Kerusakan Hutan di Banyuwangi, Sonny Soroti Keadilan Penegakan Hukum

BANYUWANGI – Anggota Komisi IV DPR RI, Sonny Tri Danaparamita, menekankan pentingnya penegakan hukum kehutanan yang ...
LEGISLATIF

Widarto Ingatkan Pemkab Jember, Serapan APBD 2026 Jangan Korbankan Kualitas Proyek

JEMBER – Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto, meminta pemerintah kabupaten (pemkab) tidak sekadar mengejar serapan ...