Kamis
23 Juli 2026 | 5 : 45

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Soal Lapangan Pekerjaan dan Pendidikan Murah bagi Anak Muda, Atikoh: Negara Harus Hadir Secara Nyata

pdip jatim 240127 atikoh1

BLITAR – Istri calon presiden Ganjar Pranowo, Siti Atikoh Supriyanti menyatakan, pemerintah harus hadir secara nyata bagi anak-anak muda dengan memastikan lapangan pekerjaan yang terbuka dan tersedia.

“Bagaimana ketersediaan lapangan pekerjaan, kalau adik-adik ini sudah lulus kuliah, kalau sudah menempuh pendidikan,” kata Siti Atikoh saat berdialog dengan para generasi milenial dan generasi Z di halaman makam Bung Karno, Kota Blitar, Jumat (26/1/2024).

Atikoh menambahkan, pemerintah juga harus memastikan diri hadir mendukung anak-anak muda dengan akses pendidikan yang layak. Maka pemerintah harus hadir, dengan memfokuskan perihal pembiayaan.

“Jadi di sini perlu sekali kehadiran dari negara agar mereka tetap bisa mencapai pendidikan tinggi. Orang tua yang tidak mampu sehingga perlu difasilitasi oleh negara. Inilah salah satu program Ganjar-Mahfud, salah satu program yang akan menjadi program unggulan di antara 21 lainnya,” sebutnya.

Di sisi lain, dia juga mengingatkan anak muda akan bahaya narkoba. Harapannya, ini bisa terus digalakkan agar semua bisa paham akan bahaya barang haram tersebut.

Secara khusus, Atikoh menilai pencegahan narkoba paling efektif justru harus dilakukan oleh anak muda sendiri. Sebab cara berkomunikasi antara para anak muda justru bisa lebih bisa diterima oleh anak-anak muda itu sendiri.

“Harapannya nanti anti narkoba terus digalakkan adik-adik. Karena kalau yang meng-influence adalah tekan-teman sebaya, itu lebih masuk. Bahasanya menggunakan bahasa anak muda, bukan menggunakan bahasa orang tua,” ujar Atikoh.

“Kalau orang tua biasanya sok tahu, menggurui, sama anak-anak muda kurang nyambung. Kalau pemberitahuannya dari anak-anak sebaya, mereka akan bisa menerima,” sambungnya.

Dia pun berpesan agar anak muda terus menggaungkan semangat nasionalisme. Hal ini agar kebhinekaan Indonesia tetap terjaga.

“Itu kenapa pekik merdeka, salam Pancasila, itu bukan hanya sekadar omongan, tapi kita juga diingatkan bahwa nasionalisme juga penting sekali. Sehingga tidak ada masalah intoleransi, kebhinekaannya terjaga, kegotongroyongannya juga seperti itu. Kita semua bisa mejaga hubungan baik dengan sesama,” pungkas Atikoh. (arif/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Hari Anak Nasional 2026, PDI Perjuangan Tegaskan Komitmen Wujudkan Generasi Emas

JAKARTA — PDI Perjuangan menyampaikan pesan penting dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026. Partai ...
KRONIK

Banyuwangi Asri, Ribuan Warga Bergerak Bersihkan Pantai Ancol Plengsengan

BANYUWANGI – Lebih dari seribu orang bergerak membersihkan pantai di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta Pemeriksaan Dugaan Penyimpangan Dana Rp8 Miliar di KBS Dituntaskan

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta proses pemeriksaan dugaan penggunaan dana tidak wajar sekitar Rp8 ...
LEGISLATIF

Perkuat Tata Kelola Pengadaan, Candra Minta Pemkab Jember Tindak Lanjuti Rekomendasi MCP KPK

JEMBER – Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, meminta Pemerintah Kabupaten Jember segera menindaklanjuti ...
LEGISLATIF

Puan Dorong Pemenuhan Hak Anak Jadi Indikator Utama Keberhasilan Pembangunan Nasional

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong pemerintah menjadikan pemenuhan hak anak sebagai indikator utama ...
LEGISLATIF

Erma Susanti Salurkan Puluhan Alat Bantu bagi Penyandang Disabilitas di Blitar

BLITAR – Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Erma Susanti, menyalurkan 60 unit alat bantu bagi penyandang disabilitas ...