Kamis
17 September 2026 | 11 : 42

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Soal Banjir di Kota Malang, Wanedi: Cepat Terurai Jika Ditangani Serius dan Berkelanjutan

pdip-jatim-230221-wanedi

MALANG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Malang Ahmad Wanedi mengatakan, masalah banjir sebagaimana banyak dikeluhkan masyarakat, bisa cepat terurai jika ditangani serius dan berkelanjutan.

“Pemkot Malang menyampaikan kalau tahun 2028 permasalahan banjir baru terurai. Tapi kalau penanganan dan anggarannya betul, saya yakin sebelum tahun 2028 sudah terurai,” kata Wanedi di Kota Malang, Selasa (21/2/2023).

Hal ini dia sampaikan menyikapi beberapa laporan masyarakat terkait dengan permasalahan banjir, juga jalan berlubang yang banyak terjadi di beberapa titik.

Menurut Wanedi, permasalahan banjir memang tidak bisa dilakukan secara instan. Namun permasalahan tersebut bisa segera terurai bila pihak terkait menanganinya dengan serius.

Jika berkaca dari kegiatan rapat koordinasi teknis terkait dengan rencana pembangunan, sebutnya, akan dapat dilihat arah pembangunan Kota Malang mendatang. Yang direncanakan itu akan melibatkan masyarakat dalam inventarisasi kebutuhan pembangunan.

“Kita beruntung masyarakat Kota Malang sangat luar biasa. Mulai dari pemerhati lingkungan, masyarakat, lalu OPD kita, ya menurut saya cukup bagus kinerjanya. Jadi begitu ada keluhan masyarakat di lapangan pasti tidak sampai 2-3 hari sudah diselesaikan,” sebutnya.

Salah satunya terkait dengan penambalan jalan berlubang di Jembatan Kedungkandang, yang sebelumnya viral di media sosial karena sempat memakan korban pengendara motor hingga mengalami luka.

Menurut Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang itu, penambalan jalan berlubang semacam ini dapat segera dieksekusi oleh Pemkot melalui dana insidental. Sehingga segala keluhan masyarakat dapat segera terselesaikan tanpa harus menunggu terlalu lama.

“Karena mestinya tidak butuh lama untuk menambal. Jalan berlubang yang memang musuhnya aspal itu ya air, jadi misal saluran drainasenya mungkin tidak tepat, air cenderung lewat jalan, air tidak lewat saluran, maka aspal itu ya cepet rusak,” imbuh Sekretaris Komisi C DPRD Kota Malang tersebut.

“Sehingga mudah-mudahan jalannya dibetulkan, salurannya dibetulkan, kalau misalnya ada jalan berlubang maka akan secepatnya direspon,” tutup Wanedi. (ace/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

95 Persen Peternak di Lamongan Tak Punya Legalitas, Terkendala Rumitnya Perizinan PBG

LAMONGAN – Berbagai aturan justeru menyulitkan peternak dalam mengakses program pemerintah hingga akses perbankan. ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Tak Ingin Bantuan Intan Berhenti di Bansos, Dorong Usaha Menjahit

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi tak ingin bantuan kepada Intan, ibu yang menjadi tulang punggung keluarga ...
KRONIK

Hari Kesadaraan Nasional, Bupati Ipuk: Birokrat Harus Peka

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, memimpin upacara peringatan Hari Kesadaran Nasional (HKN) di ...
KRONIK

Sadarestuwati: Padi MSP 65 Bisa Jadi Salah Satu Solusi Swasembada Pangan

JOMBANG – Padi MSP 65 atau GP 65 Bogor yang dikembangkan di lahan demplot Kabupaten Jombang menunjukkan hasil di ...
HEADLINE

Padi MSP 65 Panen 10 Ton per Hektare di Jombang, Ganjar Minta Uji Coba 3-4 Kali

JOMBANG – Padi GP 65 Bogor atau MSP 65 yang diuji coba di Kabupaten Jombang mencatat hasil panen rata-rata sekitar ...
HEADLINE

Wabup Ngawi Terus Pantau Kebakaran Lereng Utara Lawu, Sekat Bakar Dibuat untuk Melokalisir Api

NGAWI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng utara Gunung Lawu wilayah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, ...