Minggu
27 September 2026 | 6 : 41

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Soal 3 Kartu Baru, Jokowi: Program Bagus Kok Tidak Setuju!

IMG_20190324_214238

SERANG- Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo heran ada pihak yang tidak setuju dengan program tiga kartu barunya.

Ungkapan itu dia sampaikan dalam acara kampanye terbuka perdana di Stadion Yusuf Maulana, Kota Serang, Banten, Minggu (24/3/2019) sore.

“Ada yang tidak setuju? Kalau ada, maju ke depan sini, saya berikan sepeda,” kata Jokowi disambut tepuk tangan dan keriuhan peserta kampanye.

“Tidak setuju…orang ini program bagus, kok tidak setuju,” lanjut dia.

Tiga kartu program baru Jokowi itu, yaitu Kartu Sembako, Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dan Kartu Prakerja.

Jokowi menjelaskan, melalui KIP Kuliah, anak miskin bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.

KIP Kuliah ini menyempurnakan KIP yang selama 4,5 tahun terakhir telah dibagikan kepada 13 juta penerima tingkat SD, SMP dan SMA.

Sementara, Kartu Sembako ke depannya dapat digunakan khusus untuk ibu-ibu untuk mendapatkan diskon sembilan bahan pokok.

Adapun, Kartu Prakerja bakal menyasar para lulusan sekolah yang baru mencari pekerjaan dan orang yang hendak berpindah pekerjaan.

“Dengan kartu ini, saudara-saudara akan dilatih di BUMN, kementerian, BLK, baik di dalam maupun luar negeri. Ini akan kita lakukan besar-besaran di tahun depan,” jelasnya.

Dia juga memastikan, pemegang kartu itu akan mendapatkan insentif selama maksimal 1 tahun apabila belum mendapatkan pekerjaan

Dalam kesempatan ini, Jokowi juga mendorong kampanye bernuansa kegembiraan untuk mengisi sisa masa kampanye Pemilu 2019.

Menurut dia, nuansa itu dibangun untuk memberikan diferensiasi dari nuansa politik yang ada saat ini: penuh hoaks, fitnah, dan ujaran kebencian.

“Ya, kami ingin melakukan sesuatu yang berbeda. Lebih kepada keriangan serta kegembiraan ya,” ujarnya.

“Masa kita harus kampanye, yang seram-seram. Karena ini memang pesta demokrasi,” lanjut dia.

Oleh sebab itu, Jokowi-Ma’ruf bersama- sama dengan segenap tim sukses telah merancang bentuk kampanye terbuka ke depan, yakni dengan mengombinasikan karnaval kebudayaan dengan orasi politik.

“Bukan hanya diisi orasi-orasi politik ya. Pengenalan sebagai seni budaya daerah itu penting,” katanya.

Seperti kampanye terbuka di Serang ini, untuk menuju lokasi acara, Jokowi datang menggunakan kereta kuda diiringi dengan ragam budaya khas Provinsi Banten.

Da berharap, cara kampanye demikian bisa memberikan pendidikan politik yang baik bagi masyarakat. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Amithya Desak Korban Kekerasan di Sekolah Dapat Trauma Healing dan Pendampingan Intensif

MALANG – Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Ajak Santri Warisi Semangat Resolusi Jihad dan Terapkan dalam Kehidupan

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menitipkan pesan kepada para santri agar terus mewarisi semangat ...
KABAR CABANG

DPC Magetan Kibarkan Bendera Setengah Tiang Hormati Wafatnya Guruh Soekarnoputra

MAGETAN — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan menginstruksikan seluruh jajaran pengurus ...
KRONIK

Kenangan Didik Nurhadi Bersama Guruh Soekarnoputra: Pesan PIP hingga Tolak Politik Uang

Didik Nurhadi mengenang kedekatannya dengan Guruh Soekarnoputra sejak 2014 sebagai Ketua BAGUS. Ia mengingat pesan ...
KRONIK

Geger Benda Purbakala Hilang, DPRD Sebut Jember Darurat Cagar Budaya

JEMBER – Dua batu yoni hilang dari Situs Pocangan, Desa Pocangan, Kecamatan Sukowono, Jember. Ketua Komisi B DPRD ...
LEGISLATIF

Komisi III DPRD Ngawi Pantau Pembangunan Pasar Beran

NGAWI – Pembangunan Pasar Beran di Desa Beran, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, mendapat perhatian dari Komisi III ...