Minggu
30 Agustus 2026 | 6 : 11

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Slamet Riyanto Ajak Masyarakat Sine Jaga Pancasila

pdip-jatim-dped-ngawi-061022-slamet-riyantoo-1

NGAWI – Ketua komisi II DPRD Kabupaten Ngawi, Slamet Riyanto menggelar sosialisasi wawasan kebangsaan di Desa Pocol, Kecamatan Sine, pada Rabu sore (5/10/2022).

Acara sosialisasi digelar di kantor desa setempat. Sosialisasi dihadiri sejumlah warga. Mulai dari tokoh masyarakat desa setempat, ketua RT/RW, Kapolsek Sine, dan Camat Sine.

Kepada pdiperjuangan-jatim.com, Slamet Riyanto membeberkan maksud dan tujuan diselenggarakannya sosialisasi wawasan kebangsaan itu.

“Tema yang diangkat, Menjaga Pancasila, UUD 45, dalam bingkai NKRI, dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika,” kata Slamet Riyanto.

Slamet Riyanto berpandangan, sosialisasi wawasan kebangsaan penting untuk dilakukan. Hal itu berkaitan dengan masih adanya faham-faham intoleran hingga terorisme yang bertebaran di media sosial.

Menurutnya, paham-paham tersebut bakal mempengaruhi pola pikir masyarakat khususnya para generasi muda. Sehingga, upaya pencegahan perlu dan mendesak untuk dilakukan.

“Kalau tidak segera ditanggulangi,  saya kira ini amat sangat membahayakan,” kata Slamet Riyanto.

Politikus PDI Perjuangan tersebut menilai, menjaga Pancasila di kehidupan bermasyarakat sangat penting. Sebab, Pancasila sebagai paradigma kehidupan bermasyarakat, way of life kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kalau Pancasila terus diganggu, maka kehidupan berbangsa kita juga akan terganggu. Juga UUD 45, yang notabene ada bentuk negara, sistem pemerintahan, dan lainnya,” kata Slamet Riyanto.

Slamet Riyanto tidak ingin faham-faham intoleran berkembang khususnya di desa setempat. Sebab apabila masyarakat terkontaminasi, maka akan berpengaruh pada perilaku masyarakat. Dan hal itu membahayakan.

“Sosialisasi untuk mengantisipasi potensi kerawanan terhadap faham-faham intoleran,” katanya.

Adapun menurut Slamet Riyanto, agar generasi muda tidak terkontaminasi dengan faham intoleran, ada beberapa pendekatan yang harus dilakukan.

Diantaranya, pendekatan secara historis, religius, akademik, sosial budaya politik, pertahanan dan keamanan, dan pendekatan secara hukum.

“Kalau sudah diajak omong-omongan tidak digubris, diajak diskusi, diberi pemahaman dengan pendekatan itu, baru ke ranah hukum,” papar Slamet Riyanto. (mmf/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC PDI Perjuangan Pamekasan Gelar Futsal Cup 2026, Rebutkan Piala MH Said Abdullah dan Tabanas

PAMEKASAN – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pamekasan menggelar Turnamen Futsal Cup 2026 antar-Pimpinan Anak Cabang ...
LEGISLATIF

Novita Hardini: Event di Daerah Jangan Cuma Ramai, UMKM Lokal Harus Ikut Panen

NGAWI — Event yang digelar di daerah jangan berhenti menciptakan keramaian. Anggota Komisi VII DPR RI Novita ...
KRONIK

Wujud Kepedulian, Hj. Ansari Salurkan 116 Unit Bantuan ATENSI Kemensos di Pamekasan

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, menyalurkan 116 unit bantuan alat bantu fisik bagi ...
KABAR CABANG

Ranting dan Anak Ranting se-Kecamatan Pucanglaban Dikukuhkan, Komitmen Besarkan PDI Perjuangan

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung mengukuhkan pengurus Ranting dan ...
EKSEKUTIF

Pemkot Surabaya Ajak Generasi Muda Terlibat Kelola Sampah

SURABAYA — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan terus melakukan sosialisasi dan mengajak berbagai elemen ...
KABAR CABANG

DPC Tuban Salurkan 15.000 Liter Air Bersih ke Senori, Minta Pemkab Tak Lambat Respon Kekeringan

TUBAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tuban menerjunkan tim Badan Penanggulangan Bencana ...