Kamis
16 April 2026 | 8 : 35

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Slamet Riyanto Ajak Masyarakat Sine Jaga Pancasila

pdip-jatim-dped-ngawi-061022-slamet-riyantoo-1

NGAWI – Ketua komisi II DPRD Kabupaten Ngawi, Slamet Riyanto menggelar sosialisasi wawasan kebangsaan di Desa Pocol, Kecamatan Sine, pada Rabu sore (5/10/2022).

Acara sosialisasi digelar di kantor desa setempat. Sosialisasi dihadiri sejumlah warga. Mulai dari tokoh masyarakat desa setempat, ketua RT/RW, Kapolsek Sine, dan Camat Sine.

Kepada pdiperjuangan-jatim.com, Slamet Riyanto membeberkan maksud dan tujuan diselenggarakannya sosialisasi wawasan kebangsaan itu.

“Tema yang diangkat, Menjaga Pancasila, UUD 45, dalam bingkai NKRI, dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika,” kata Slamet Riyanto.

Slamet Riyanto berpandangan, sosialisasi wawasan kebangsaan penting untuk dilakukan. Hal itu berkaitan dengan masih adanya faham-faham intoleran hingga terorisme yang bertebaran di media sosial.

Menurutnya, paham-paham tersebut bakal mempengaruhi pola pikir masyarakat khususnya para generasi muda. Sehingga, upaya pencegahan perlu dan mendesak untuk dilakukan.

“Kalau tidak segera ditanggulangi,  saya kira ini amat sangat membahayakan,” kata Slamet Riyanto.

Politikus PDI Perjuangan tersebut menilai, menjaga Pancasila di kehidupan bermasyarakat sangat penting. Sebab, Pancasila sebagai paradigma kehidupan bermasyarakat, way of life kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kalau Pancasila terus diganggu, maka kehidupan berbangsa kita juga akan terganggu. Juga UUD 45, yang notabene ada bentuk negara, sistem pemerintahan, dan lainnya,” kata Slamet Riyanto.

Slamet Riyanto tidak ingin faham-faham intoleran berkembang khususnya di desa setempat. Sebab apabila masyarakat terkontaminasi, maka akan berpengaruh pada perilaku masyarakat. Dan hal itu membahayakan.

“Sosialisasi untuk mengantisipasi potensi kerawanan terhadap faham-faham intoleran,” katanya.

Adapun menurut Slamet Riyanto, agar generasi muda tidak terkontaminasi dengan faham intoleran, ada beberapa pendekatan yang harus dilakukan.

Diantaranya, pendekatan secara historis, religius, akademik, sosial budaya politik, pertahanan dan keamanan, dan pendekatan secara hukum.

“Kalau sudah diajak omong-omongan tidak digubris, diajak diskusi, diberi pemahaman dengan pendekatan itu, baru ke ranah hukum,” papar Slamet Riyanto. (mmf/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Pansus DPRD Jatim Soroti Program OPD, Anggaran Besar Belum Tekan Kemiskinan

DPRD Jatim menilai program OPD belum berdampak signifikan terhadap penurunan kemiskinan meski capaian administratif ...
KRONIK

Bupati Lukman Minta BUMD Tingkatkan Kinerja, Topang Perekonomian Daerah

JAKARTA – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, berkomitmen untuk mendorong kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk ...
LEGISLATIF

Indri Dukung Larangan Vape, Soroti Potensi Disalahgunakan untuk Narkotika

Indriani Yulia Mariska mendukung larangan vape karena berpotensi disalahgunakan untuk narkotika dan membahayakan ...
LEGISLATIF

Yordan Soroti Kesenjangan Antarwilayah Jadi Tantangan Utama Pembangunan Jatim

Yordan M Batara Goa menyoroti kesenjangan antarwilayah sebagai tantangan utama pembangunan Jawa Timur dalam RKPD ...
LEGISLATIF

Pastikan Keselamatan Pengendara Jalur Magetan – Sarangan, Diana Sasa Minta Peremajaan Alat Tebang Pohon Bina Marga UPT Madiun

MAGETAN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Timur melalui Bina Marga UPT Madiun ...
UMKM

Cerita Warsito, Kader Banteng Ngawi Merintis Usaha Greenhouse Anggur

NGAWI – Kesuksesan tidak melulu diukur dari gelimang harta yang melimpah ruah. Menemukan kepuasan batin dalam ...