Kamis
16 Juli 2026 | 2 : 47

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Slamet Riyanto Ajak Masyarakat Sine Jaga Pancasila

pdip-jatim-dped-ngawi-061022-slamet-riyantoo-1

NGAWI – Ketua komisi II DPRD Kabupaten Ngawi, Slamet Riyanto menggelar sosialisasi wawasan kebangsaan di Desa Pocol, Kecamatan Sine, pada Rabu sore (5/10/2022).

Acara sosialisasi digelar di kantor desa setempat. Sosialisasi dihadiri sejumlah warga. Mulai dari tokoh masyarakat desa setempat, ketua RT/RW, Kapolsek Sine, dan Camat Sine.

Kepada pdiperjuangan-jatim.com, Slamet Riyanto membeberkan maksud dan tujuan diselenggarakannya sosialisasi wawasan kebangsaan itu.

“Tema yang diangkat, Menjaga Pancasila, UUD 45, dalam bingkai NKRI, dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika,” kata Slamet Riyanto.

Slamet Riyanto berpandangan, sosialisasi wawasan kebangsaan penting untuk dilakukan. Hal itu berkaitan dengan masih adanya faham-faham intoleran hingga terorisme yang bertebaran di media sosial.

Menurutnya, paham-paham tersebut bakal mempengaruhi pola pikir masyarakat khususnya para generasi muda. Sehingga, upaya pencegahan perlu dan mendesak untuk dilakukan.

“Kalau tidak segera ditanggulangi,  saya kira ini amat sangat membahayakan,” kata Slamet Riyanto.

Politikus PDI Perjuangan tersebut menilai, menjaga Pancasila di kehidupan bermasyarakat sangat penting. Sebab, Pancasila sebagai paradigma kehidupan bermasyarakat, way of life kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kalau Pancasila terus diganggu, maka kehidupan berbangsa kita juga akan terganggu. Juga UUD 45, yang notabene ada bentuk negara, sistem pemerintahan, dan lainnya,” kata Slamet Riyanto.

Slamet Riyanto tidak ingin faham-faham intoleran berkembang khususnya di desa setempat. Sebab apabila masyarakat terkontaminasi, maka akan berpengaruh pada perilaku masyarakat. Dan hal itu membahayakan.

“Sosialisasi untuk mengantisipasi potensi kerawanan terhadap faham-faham intoleran,” katanya.

Adapun menurut Slamet Riyanto, agar generasi muda tidak terkontaminasi dengan faham intoleran, ada beberapa pendekatan yang harus dilakukan.

Diantaranya, pendekatan secara historis, religius, akademik, sosial budaya politik, pertahanan dan keamanan, dan pendekatan secara hukum.

“Kalau sudah diajak omong-omongan tidak digubris, diajak diskusi, diberi pemahaman dengan pendekatan itu, baru ke ranah hukum,” papar Slamet Riyanto. (mmf/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Trenggalek Minta Peningkatan PAD Tak Membebani Rakyat

DPRD Kabupaten Trenggalek meminta pemerintah daerah meningkatkan PAD secara kreatif tanpa membebani masyarakat, ...
EKSEKUTIF

Harga Telur dan Daging Ayam di Ngawi Merangkak Naik, Pemkab Gelar Pasar Murah

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi menggelar Gerakan Pangan Murah sebagai langkah menjaga stabilitas harga ...
KABAR CABANG

DPC Magetan Mulai Musran dan Musanran, Diana Sasa: Panaskan Mesin Partai, Perkuat Pengabdian Untuk Rakyat

MAGETAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan resmi memulai pelaksanaan Musyawarah Ranting ...
KABAR CABANG

DPRD Jember Kaji Obligasi Daerah untuk Perkuat Fiskal di Tengah Berkurangnya Transfer Pusat

DPRD Jember mulai mengkaji penerapan obligasi daerah atau municipal bond sebagai alternatif pembiayaan pembangunan ...
KRONIK

Perkuat Sinergitas Antarlembaga, Komisi I DPRD Banyuwangi Kunker ke Lapas

BANYUWANGI – Komisi I DPRD Banyuwangi melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan kelas II A Banyuwangi ...
KRONIK

Gen Z dan Karang Taruna Motor Ekonomi Kreatif Kampung, Anas: Beri Kesempatan Seluas-luasnya

SURABAYA – Generasi muda dinilai memiliki peran krusial dalam memperkuat pembangunan berbasis masyarakat. Karang ...