Senin
19 Oktober 2026 | 5 : 07

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Siti Atiqoh Ganjar dan Yenny Wahid Istighosah Bersama Ribuan Ibu-ibu di Ponpes Bayt Al-Hikmah Pasuruan

DSC09857_copy_575x360

PASURUAN – Siti Atikoh Suprianti, isteri Ganjar Pranowo mendatangi istihgosah umum untuk keselamatan bangsa dan rakyat Indonesia di Ponpes Bayt Al-Hikmah, Kota Pasuruan, Selasa (19/12/2023).

Sekitar 2.500 lebih jamaah yang hadir tampak berebut foto bersama dan bersalaman ketika isteri Ganjar Pranowo memasuki lokasi acara.

Siti Atikoh didampingi Direktur Wahid Institute, Yenny Wahid, dan Pengasuh Pondok Pesantren Bayth Al-Hikmah, Nyai Kuni Zakiyah.

“Alhamdulillah saya bisa sowan dan bersilaturami bersama Bu Nyai bersama Pak Kiai di depan ibu-ibu semua. Matur suwun tadi sudah didoakan untuk Mas Ganjar dan Pak Mahfud dan tentu saja untuk keselamatan bangsa Indonesia,” jelas Siti Aitikoh dalam sambutannya.

Di hadapan ribuan jamaah tersebut, Siti Atikoh menyampaikan beberapa visi misi pasangan Capres Ganjar Pranowo – Mahfud MD yang mengusung gagasan-gagasan yang berpihak untuk kesejahteraan masyarakat.

Ketika membahas terkait program pendidikan, Siti Atiqoh meyakinkan bahwa pasangan Capres Ganjar-Mahfud akan mengoptimalkan pelaksanaan UU Dana Abadi Pesantren dan wajib belajar 12 tahun mulai SD sampai SMA bisa diakses secara gratis untuk semua masyarakat.

“Kemudian untuk pesantren nanti, dikolaborasikan diintegrasikan dengan perusahaan-perusahaan, sehingga santri bisa magang di BUMN, keahlian-keahlian santri itu juga nanti bisa dioptimalkan. Sehingga selain mendapatkan pendidikan agama yang akan memperkuat karakter itu juga nanti para santri ini sangat siap bersaing di dunia profesional,” ungkapnya.

Siti Atikoh juga menyinggung tentang program Paslon Capres Nomor Urut 3 tentang program anak satu keluarga yang tidak mampu bisa menjadi satu sarjana.

“Ini adalah program penanggulangan kemiskinan, karena kalau kita bicara penanggulangan kemiskinan, maka yang menjadi tulang punggung untuk penanggulangannya adalah pendidikan. Baik itu pendidikan agama maupun pendidikan umum,” lanjutnya.

Problematika tentang fluktuasi harga kebutuhan pokok juga dibahas, sampai membahas kondisi harga bawang putih, bawang merah dan cabe. Menurut Siti Atiqoh, kalau jalur distribusi sembako dari hulu sampai hilirnya bisa diperbaiki, insyaaalah akan bisa mengurangi fluktuasi harga di pasar.

“Karena sebagai konsumen menginginkan harha yang stabil ya bu ya, karena kalau harganya terlalu murah kasian petani. Ini harapannya, nanti kestabilan harga itu benar-benar bisa dicapai,” tambahnya.

Di hadapan ribuan jamaah perempuan itu, Atikoh juga memaparkan sangat relevannya program 1 Desa 1 Puskesmas Dengan 1 Nakes yang diusung Ganjar-Mahfud.

Sebab, banyak ibu hamil di daerah terpencil di pelosok Indonesia mengalami kesulitan saat proses persalinan karena akses fasilitas kesehatan yang jauh.

“Padahal, 4 terlalu 3 terlambat itu bisa berpengaruh terhadap derajat kesehatan seorang perempuan ketika mengandung. Karena sulit mencari tempat pertolongan, akhirnya mungkin pendarahan di jalan, dan ini mempengaruhi kasus kematian ibu melahirkan,” tegasnya.

Empat terlalu yang dimaksud Siti Atikoh adalah terlalu tua melahirkan karena usianya lebih 40 tahun, terlalu banyak anaknya sudah lebih dari 5, terlalu muda melahirkan karena dibawah 17 tahun dan terlalu sering.

Sedangkan 3 terlambat adalah terlambat mencapai tempat kesehatan, terlambat diagnosa, dan terlambat mendapatkan penanganan.

“Terlambat mendapatkan penanganan karena rumahnya jauh harus naik angkot, dokternya belum tentu ada, lah ini untuk menghindari hal-hal seperti itu maka upayanya di setiap desa harus ada fasilitas kesehatan. Tentu banyak juga program-program terkait dengan pemberdayaan perempuan, dari sisi ketenaga kerjaan, maupun dari sisi kesehatan bapak dan ibu semua,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah menerangkan bahwa kedatangan Siti Atikoh di sejumlah Pondok Pesantren Jawa Timur merupakan wujud dukungan morilnya kepada para Nyai, Ustadzah, santriwati, hingga para jamaah. Beliau merasa perlu hadir mendengar isi hati sesama perempuan Indonesia.

“Mari kita kawal bersama demokrasi untuk kesejahteraan Indonesia, tidak ada yang perlu ditakuti. Kita bersama memiliki hak yang sama untuk bercerita, ataupun berpendapat” pungkasnya.(yols/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Sonny Jadi DJ Senam Tempo Disko Kaliboyo, Warga Antusias Tebus Sembako Murah

BANYUWANGI – Suasana Minggu pagi di Kaliboyo, Kradenan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, berlangsung meriah. Warga ...
KRONIK

DPRD Kabupaten Sumenep Peringati Hari Parlemen 2026 dengan Jalan Sehat Politik

SUMENEP – DPRD Kabupaten Sumenep menggelar Jalan Sehat Politik dalam rangka Hari Parlemen 2026 di area Taman Bunga ...
KRONIK

Maskina, Seragam Partai, dan Bantuan Modal dari Said Abdullah

SUMENEP – Maskina, kader PDI Perjuangan asal Desa Juruan Laok, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, menerima ...
LEGISLATIF

Karhutla Meluas di Sejumlah Gunung Jatim, Sri Untari Dorong Penanganan Terpadu

SURABAYA – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mendorong penguatan penanganan kebakaran hutan dan ...
BERITA TERKINI

Saifudin Zuhri Dorong Perwali Wajibkan Pertunjukan Seni Lokal di Sektor Pariwisata Batu

BATU – Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur Saifudin Zuhri mendorong Pemerintah Kota Batu menerbitkan Peraturan Wali ...
KRONIK

Ribuan Pelari Meriahkan Bangkalan Run, Bupati Lukman: Peluang Gerakkan Ekonomi Masyarakat

BANGKALAN – Ribuan pelari dari berbagai daerah memeriahkan Bangkalan Run 2026 yang digelar dalam rangka Hari Jadi ...