Kamis
17 September 2026 | 7 : 37

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Siswa Jenius Ini Akhirnya Boleh Ikut Unas SD

pdip-jatim-konpers-pato-sayyafSURABAYA – Pato Sayyaf (8), siswa jenius akhirnya bisa mengikuti ujian nasional (unas) sekolah dasar (SD) 2016. Kepastian siswa SD Multilingual Anak Saleh Waru Sidoarjo bisa mengikuti unas bulan Mei depan itu disampaikan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Dra Sri Untari MAP, Selasa (26/4/2016).

“Kabar membahagiakan ini semoga bisa menjadi pemacu semangat Pato untuk lebih rajin belajar dan sekolah, sehingga kelak berguna bagi bangsa dan negara” kata Sri Untari, saat jumpa pers di ruang Fraksi PDI Perjuangan.

Legislator yang juga Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim ini mengapresiasi pihak-pihak terkait, yang telah memperbolehkan Pato Sayyaf mengikuti unas. Di antaranya Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Saiful Rahman, dan Kepala Dinas Pendidikan Sidoarjo Mustain.

“Sehingga Pato tidak sampai kehilangan haknya sebagai anak Indonesia untuk menuntut ilmu,” ujar Untari.

Politisi asal Malang ini mengingatkan sebuah pesan Bung Karno, yakni “Gantungkan cita-citamu setinggi langit! Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang”.

“Maka anak jenius dengan IQ 135 ini pada akhirnya memperoleh haknya,” katanya. (Baca: Siswa Jenius Tak Boleh Unas, Fraksi PDIP Akan Adukan ke Pusat)

Meski demikian, Untari juga mengingatkan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang tersisa terkait dengan perizinan dan penertiban sekolah-sekolah. Sebab, sebelumnya Pato tidak diperbolehkan ikut unas, karena pihak sekolah, yakni SD Multilingual Anak Saleh Waru Sidoarjo tidak memiliki izin operasional.

Anggota Komisi E DPRD Jatim Agatha Retnosari menambahkan, bahwa kasus Pato ini hendaknya sebagai otokritik untuk semakin memperkuat fungsi pengawasan di bidang pendidikan.

“Sehingga ke depan tidak ada lagi ‘Pato-Pato’ lain yang menjadi korban sistem administratif pendidikan,” kata anggota Fraksi PDI Perjuangan dari dapil 1 (Surabaya-Sidoarjo) ini.

Sementara itu, pasangan orangtua Pato, mengungkapkan, dia pada siang hari ini dipanggil Kadispendik Sidoarjo, Mustain dan disuruh ke kantornya. “Saat ketemu, beliau memberi tahu bahwa Pato boleh ikut unas tahun ini,” kata Joko, di ruang Fraksi PDI Perjuangan.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan Fraksi PDIP DPRD Jatim dan teman-teman media, yang peduli kepada kami,” ucap Joko. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Kawal Kasus Rudapaksa Disabilitas, Hj. Ansari PDIP Desak Pemulihan Mental Total bagi Korban

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, meminta penanganan kasus dugaan rudapaksa terhadap ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan Tulungagung Soroti Tingginya Silpa dan Perjuangkan Kelayakan Gaji PPPK

TULUNGAGUNG – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tulungagung menyoroti tingginya SILPA (Sisa Lebih Pembiayaan ...
SEMENTARA ITU...

Kediri Bidik Emas Senam Porprov 2027, Atlet Dibina Sejak Usia SD

KEDIRI — Kabupaten Kediri mulai mematangkan target prestasi cabang olahraga senam untuk menghadapi Porprov Jawa ...
LEGISLATIF

DPRD Trenggalek Dorong Perda Pesantren dan Madin Mulai Berlaku Maksimal 2027

TRENGGALEK – Peraturan daerah (Perda) tentang Penyelenggaraan Pesantren dan Madrasah Nonformal atau Madrasah ...
EKSEKUTIF

Terbukti Pungli Retribusi Sampah, Dua PPPK Paruh Waktu DLH Surabaya Diberhentikan

SURABAYA — Pemkot Surabaya memberhentikan dua pegawai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu ...
SEMENTARA ITU...

Tradisi Keduk Beji, Upaya Warga Tawun Melestarikan Sumber Air Jadi Wisata Budaya

NGAWI – Warga Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi, terus melestarikan tradisi Keduk Beji sebagai bentuk ...