Selasa
11 Agustus 2026 | 3 : 15

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sikap Jokowi Tetap, Menteri Tak Boleh Rangkap Jabatan

jokowi-jk-anis

jokowi-jk-anisJAKARTA —Joko Widodo kembali menegaskan, menteri di kabinetnya tidak boleh merangkap jabatan dalam struktural di partai politik. Pernyataan presiden terpilih ini disampaikan menyikapi masih adanya elite parpol pendukung yang mengatakan rangkap jabatan tersebut tidak masalah.

Menurut Jokowi, sejak awal dia sudah menyampaikan soal itu. “Yang saya sampaikan dari awal ya begitu,” ujar Jokowi, di sela mengunjungi proyek sodetan Ciliwung-Kanal Banjir Timur, Jakarta, Selasa (26/8/2014).

Terkait pandangan para elite parpol pendukung yang tak mempermasalahkan rangkap jabatan, dia mengatakan, perbedaan pandangan tersebut hanya soal waktu. Jokowi akan bertemu dengan para petinggi parpol pendukungnya untuk membicarakan soal prinsip tersebut.

“Nanti lihat saja kalau sudah ketemu ketua umum partai. Dibuat sepakat. Pasti rampung,” ujarnya.

Dia akan meyakinkan para elit parpol, bahwa rangkap jabatan dapat membuat kerja menteri tidak fokus. “Satu jabatan saja belum tentu berhasil, apalagi dua,” ucapnya.

Pertemuan dengan seluruh ketum parpol koalisi memang belum terlaksana karena sama-sama sibuk. Namun wacana itu, ujarnya, harus segera dibahas secepat mungkin.

Terpisah, pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada Arie Dwipayana minta Jokowi tegas dan konsisten mengenai menteri yang tidak boleh rangkap jabatan di partai politik. Sebab, menteri yang juga mengurus parpol terbukti bekerja tidak fokus dan lambat.

Menurut Arie, catatan di dua periode pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membuktikan buruknya kinerja menteri yang juga menjadi pengurus parpol. Catatan itu harus dijadikan bekal agar Jokowi tak mengulang kesalahan yang sama saat menyusun kabibet.

“Menteri yang rangkap jabatan di partainya tidak akan fokus bekerja karena harus memerhatikan partai, konsolidasi partai, dan akan semakin nampak jelang pemilihan umum,” kata Arie.

Selain tidak fokus, presiden juga akan segan saat harus mengevaluasi menteri yang memiliki jabatan di partai politik. Pasalnya, para menteri tersebut memiliki posisi politik yang kuat sehingga dikhawatirkan presiden memberikan penilaian bukan berbasis pada kinerja, melainkan ada pertimbangan politik.

“Menteri yang menjabat struktural partai juga akan bercabang fokusnya, seperti memiliki dua tuan, presiden dan partainya,” ucap Arie.

Selain itu, Arie juga sangat yakin bahwa menteri yang menjabat struktural partai akan terjebak pada konflik kepentingan. Khususnya, saat menjalankan tugas kementerian di daerah yang akan digunakan juga untuk menjalankan agenda kepartaian.

“Boleh saja menteri dari partai politik, tapi jangan ada di struktural. Alasannya adalah catatan historis di kabinet Presiden SBY itu,” ujarnya. (pri/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Andreas Buka Peluang UMKM Eks Dolly Tembus Pasar Ekspor, Risma Tekankan Pasar Lokal Harus Kuat

Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo membuka peluang UMKM eks Dolly menembus pasar ekspor, sementara Risma ...
KRONIK

Bupati Bupati Ipuk Lepas 32 Kontingen Pramuka Banyuwangi ke Jambore Nasional ke-12 di Cibubur

BANYUWANGI – Sebanyak 32 Pramuka Penggalang siswa berbagai SMP di Banyuwangi akan mengikuti Jambore Nasional ...
KRONIK

Guntur Wahono: Tiban Bukan Sekadar Adu Skill, Tapi Merawat Persaudaraan Antar Daerah

BLITAR – Seni tradisi Tiban tidak semestinya berhenti sebagai tontonan budaya. Di balik pertarungan para jawara di ...
OLAHRAGA

Kalah 1-4 dari Jabar, Deni Wicaksono Tegaskan Peluang Banteng Jatim Masih Terbuka

SURABAYA – Kekalahan telak 1-4 dari Banteng Jawa Barat membuat langkah Banteng Jatim di Soekarno Cup 2026 langsung ...
OLAHRAGA

Aji Santoso Dorong Soekarno Cup Berkelanjutan, 400 Talenta Muda Dibuka Jalan ke Klub Profesional

SURABAYA – Lapangan Soekarno Cup 2026 bukan sekadar tempat bagi pemain muda mengejar kemenangan. Di balik ...
KRONIK

Apresiasi Kegiatan Rejotangan Fun Trail Run, Erma Susanti: Pengungkit Wisata Desa

TULUNGAGUNG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Erma Susanti, mengapresiasi dan mendukung ...