Kamis
16 April 2026 | 6 : 51

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sikap DPRD Soal Proyek TBM, Ery Purwanti: Tunggu Hasil Penyidikan APH

pdip-jatim-250530-ery-dprd-moker

MOJOKERTO – Ketua DPRD Kota Mojokerto, Ery Purwanti, mengatakan, legislatif mendukung proses penyidikan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto terkait dugaan penyimpangan dalam pembangunan pujasera berbentuk kapal Majapahit di proyek Taman Bahari Mojopahit (TBM).

Menurut Eri, hasil penyidikan akan menjadi bahan evaluasi penting dalam menentukan sikap dewan terhadap keberlanjutan proyek yang berada di kawasan Sungai Ngotok, Kecamatan Prajurit Kulon, tersebut.

“Ini kan belum selesai, masih proses di APH (aparat penegak hukum), kita lihat nanti hasilnya seperti apa,” ujar Ery pada Kamis (29/5/2025).

Proyek pujasera yang kini disorot ini sebelumnya dibangun menggunakan dana APBD 2023 sebesar Rp 2,5 miliar. Namun, pembangunannya kini tersegel sejak Januari lalu karena diduga tidak sesuai spesifikasi teknis dan tengah dalam proses penyidikan atas dugaan tindak pidana korupsi.

Ery yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Mojokerto mengatakan, tahun ini sebenarnya telah dianggarkan dana untuk kelanjutan proyek TBM. Namun, besaran anggaran yang diajukan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) telah dipangkas dewan.

”Untuk anggaran (proyek TBM) tahun ini sudah kita drop menjadi Rp 900 juta, dari pengajuan awal lebih dari Rp 2 miliar,” jelas politisi PDI Perjuangan itu.

Terkait pencairan dana tersebut, Ery mengungkapkan bahwa dewan tidak akan gegabah. Pihaknya memilih menunggu hasil proses hukum yang sedang berjalan sebelum mengambil keputusan final.

“Semua pihak harus menghormati proses hukum. Kami masih menunggu proses APH, apakah memang terjadi pelanggaran atau ada kerugian negara,” tambahnya.

Sebagai informasi, proyek TBM yang digadang-gadang menjadi destinasi wisata unggulan Kota Mojokerto ini telah menelan total anggaran sekitar Rp 27,7 miliar sejak digulirkan tahun 2023.

Dana tersebut berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan APBD, dengan rincian Rp 15,7 miliar untuk tahap pertama dan Rp 12 miliar pada tahap lanjutan.

Pembangunan fisik yang dilakukan mencakup gedung utama, menara pandang, gazebo, stan kuliner, area parkir, lanskap, kios, serta pengadaan 15 unit perahu.

Salah satu titik sorotan adalah pujasera berbentuk kapal Majapahit yang kini menjadi obyek penyidikan karena diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi. (fath/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Pansus DPRD Jatim Soroti Program OPD, Anggaran Besar Belum Tekan Kemiskinan

DPRD Jatim menilai program OPD belum berdampak signifikan terhadap penurunan kemiskinan meski capaian administratif ...
KRONIK

Bupati Lukman Minta BUMD Tingkatkan Kinerja, Topang Perekonomian Daerah

JAKARTA – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, berkomitmen untuk mendorong kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk ...
LEGISLATIF

Indri Dukung Larangan Vape, Soroti Potensi Disalahgunakan untuk Narkotika

Indriani Yulia Mariska mendukung larangan vape karena berpotensi disalahgunakan untuk narkotika dan membahayakan ...
LEGISLATIF

Yordan Soroti Kesenjangan Antarwilayah Jadi Tantangan Utama Pembangunan Jatim

Yordan M Batara Goa menyoroti kesenjangan antarwilayah sebagai tantangan utama pembangunan Jawa Timur dalam RKPD ...
LEGISLATIF

Pastikan Keselamatan Pengendara Jalur Magetan – Sarangan, Diana Sasa Minta Peremajaan Alat Tebang Pohon Bina Marga UPT Madiun

MAGETAN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Timur melalui Bina Marga UPT Madiun ...
UMKM

Cerita Warsito, Kader Banteng Ngawi Merintis Usaha Greenhouse Anggur

NGAWI – Kesuksesan tidak melulu diukur dari gelimang harta yang melimpah ruah. Menemukan kepuasan batin dalam ...