Sabtu
26 September 2026 | 7 : 59

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Senin Mulai Ngantor, Risma Siap Bersih-bersih Kemensos

pdip-jatim-risma-tri

SURABAYA – Mulai Senin (28/12/2020) Tri Rismaharini memulai tugas barunya sebagai Menteri Sosial (Mensos). Mantan Wali Kota Surabaya dua periode ini melakukan perjalanan darat dari Surabaya ke kantor Kemensos RI di Jakarta, pada Minggu (27/12/2020).

“Kemarin balik Surabaya melalui jalur darat, kemungkinan ke Jakarta melalui jalur darat juga,” kata Risma kepada wartawan, Sabtu (26/12/2020).

Risma mengatakan, perjalanan darat dia lakukan karena dia ingin turun ke desa-desa untuk mengecek langsung wilayah mana yang membutuhkan bantuan dari Kemensos. 

Baca juga: Di Surabaya, Mensos Risma Beber Program Terobosan

Keinginannya itu, sebut Risma, tidak mungkin dilakukannya jika menggunakan transportasi udara. “Sekalian melakukan pengecekan pada daerah-daerah yang memerlukan bantuan,” jelasnya. 

Kepada wartawan, Risma juga menegaskan, bakal siap bersih-bersih di Kemensos. Hal ini, sebut Risma, penting dilakukan agar tidak terjerat kasus korupsi.

“Iya sebetulnya saya nggak mau ngomong detail. Karena itu pun akan saya lakukan, tapi paling penting adalah bagaimana kontrol keuangan itu bisa dilakukan dengan tepat,” ujar Risma.

Kendati demikian, Risma mengaku bersih-bersih di tubuh Kementerian Sosial tidaklah mudah. Pasalnya, anggaran Non APBN-nya cukup besar.

“Jadi, sistem itu memang berat, itu hampir seperberapa dikelola APBN. Yang non APBN itu juga besar sekali katanya. Saya belum tahu persis, kemarin saya hanya serah terima sebentar ketemu dengan para pejabatnya, kemudian saya sowan ke Bu Mega kemudian setelah itu saya kembali ke Surabaya,” ungkap Risma.

Terkait pengawasan anggaran, Risma tidak mengungkapkannya ke media. Namun Risma mengaku sudah menyiapkan cara agar kinerja Kementerian Sosial menjadi lebih baik ke depan.

“Ada lah, kalau tak sampaikan nanti ndak itu. Soalnya saya butuh internal, ada caranya,” ujarnya.

Dia menegaskan jika ingin tata kelola menjadi baik, maka yang ada di dalam harus baik. Begitu juga sebaliknya, kalau tata kelolanya tidak baik, outputnya pun menjadi tidak baik.

“Kalau mau baik, itu harus keluar baik, itu di dalam harus baik. Percaya omongan saya. Kalau di dalam nggak baik, keluar itu nggak akan baik. Pasti itu,” jelas Risma.

“Jadi tata kelola yang baik, pasti akan menghasilkan output yang bagus. Tapi kalau tata kelolanya amburadul pasti outputnya jelek. Jadi karena itu tata kelolanya itu yang harus diperbarui, harus dikelola dengan betul,” paparnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

MILANGKORI

Malam Ketika Para Penari Tayub Diwisuda, Merawat Warisan Leluhur Trenggalek

ALUNAN gamelan terdengar mengalun di tengah keheningan malam. Irama musik tradisional itu berpadu dengan gerak ...
OLAHRAGA

Pemkot Surabaya Siapkan Fasilitas Olahraga Gratis untuk Putaran Nasional Piala Soeratin

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan sejumlah fasilitas olahraga milik pemerintah kota untuk ...
KRONIK

Bukan Cuma Soal Trofi, Bupati Lukman Sebut PORSADIN Jadi Ajang Level Up Karakter Santri Bangkalan

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, mengingatkan para santri diniyah untuk menjaga kepercayaan dan tanggung ...
KRONIK

E-PAD dan SIMPLING Masuk Nominasi JAWARA 2026, Bupati Ipuk: Kami Kembangkan Sesuai Kebutuhan Masyarakat

BANYUWANGI – Dua inovasi Banyuwangi, E-PAD dan SIMPLING (Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Laboratorium ...
KABAR CABANG

DPC Ngawi Cek Rutin Kesehatan Pengurus, Agar Tetap Bugar Dampingi Rakyat

NGAWI – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi menggelar pemeriksaan kesehatan bagi pengurus partai di Kantor ...
LEGISLATIF

Anas Karno: Layanan Online dan Kehadiran ASN di Balai RW Harus Berjalan Bersamaan

SURABAYA – Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya Anas Karno menegaskan seluruh upaya untuk memberikan pelayanan ...