Senin
02 November 2026 | 7 : 20

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Seniman dan Massa Hajatan Rakyat Kulon Progo Titipkan Indonesia di Pundak Ganjar

seniman-dan-massa-hajatan-rakyat-kulon-progo-titipkan-indonesia-di-pundak-ganjar-pranowo-quh

KULON PROGO – Alun-Alun Wates, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dipenuhi puluhan ribu orang, Minggu (28/1/2024). Mereka antusias berdatangan ke acara bertajuk Hajatan Rakyat yang dihadiri calon presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo.

Sejak pagi hari, mereka sudah memadati lokasi itu. Warga rela menantikan Ganjar hingga berjam-jam karena panggung penuh dengan hiburan. Penampilan grup band Slank membuat warga betah bertahan.

Ketika Ganjar tiba, suasana langsung meriah. Teriakan Ganjar Presiden langsung menggema.

Warga langsung histeris dan menyambut Ganjar dengan mengacungkan jari tiga. “Ganjar Presiden. Ganjar wonge dewe,” teriak mereka kompak.

Ganjar langsung menyapa puluhan ribu warga yang ada di sana. Ia langsung membakar semangat para simpatisan dan pendukungnya itu dengan program-program andalannya.

“Bapak ibu, milih makan siang gratis atau pendidikan gratis?” tanya Ganjar. Warga kompak menjawab lebih memilih pendidikan gratis.

Seorang warga bernama Lily mengatakan bahwa pendidikan gratis lebih penting untuk masa depan anak daripada makan siang gratis. “Pilih pendidikan gratis Pak, karena pendidikan lebih penting untuk masa depan anak kita,” katanya.

Sejumlah warga kemudian diminta naik ke atas panggung. Selain warga, ada seniman dan budayawan Jogja yang juga naik ke atas panggung.

Terlihat budayawan Butet Kertaradjasa juga ada di sana. Mereka kompak menuliskan harapan di pundak Ganjar.

“Utamakan pendidikan gratis sampai kuliah,Pak. Pekerjaan untuk anak muda dipermudah,” tulis mereka.

Sementara Butet menuliskan kalimat singkat. Di pundak Ganjar, ia menitipkan Ganjar agar melakukan Revolusi Cinta.

“Di pundak saya sudah ditulis harapan-harapan panjenengan. Sebagian besar titip soal pendidikan. Maka ke depan perbaikan kualitas pendidikan menjadi prioritas,” ucap Ganjar.

Sekolah gratis sampai anak berusia 12 tahun harus terwujud. Khusus yang miskin, Ganjar membuat program khusus yakni pendidikan vokasi SMK Gratis lulus langsung kerja.

“Kita lanjutkan lagi dengan program satu keluarga miskin satu sarjana. Maka dengan program pendidikan itu, anak-anak dari keluarga tidak mampu bisa mengubah nasib keluarganya,” pungkasnya disambut tepuk tangan histeris puluhan ribu warga. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Aris Sulawan Bersama Warga Walikukun Gotong Royong Bangun Sejumlah Bak Sampah

NGAWI – Keterbatasan fasilitas pembuangan sampah masih menjadi persoalan kebersihan lingkungan di sejumlah wilayah ...
EKSEKUTIF

BKK Desa di Ngawi dari P-APBD 2026 Kisaran Rp 100 – 200 Juta

NGAWI – Sebanyak 122 desa di Kabupaten Ngawi mendapatkan alokasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) desa pada perubahan ...
KRONIK

Buyer Filipina Tertarik Kopi Banyuwangi, Bupati Ipuk Dorong Peluang Ekspor

BANYUWANGI – Kopi Banyuwangi menarik perhatian buyer asal Filipina. Sembilan calon pembeli dari negara tersebut ...
LEGISLATIF

Untari Ajak Warga Kota Malang Jadi Pionir Lingkungan Bersih, Mulai dari Pilah Sampah di Rumah

MALANG – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mengajak masyarakat Kota Malang menjadi pionir ...
LEGISLATIF

Guntur Wahono Gagas Koperasi untuk Perkuat Ekonomi Sinden Blitar Raya

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, menggagas pembentukan koperasi bagi anggota ...
KRONIK

Bangkalan Sabet Tiga Penghargaan Wilwatikta Awards, Bupati Lukman: Ada Kerja Keras Petani

SURABAYA – Kabupaten Bangkalan meraih tiga kategori penghargaan dalam ajang Jawapos.com Wilwatikta Awards 2026. ...