Minggu
19 April 2026 | 5 : 47

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Senang Nyantri di Jombang, Ganjar Kumpul Kiai Kampung hingga Sambang Petani Tembakau

PDIP-Jatim-Ganjar-di-Jombang-13012024

JOMBANG – Capres nomor urut 03, Ganjar Pranowo, melanjutkan perjalanan “nyantri” nya di Jombang dengan bersilaturrahim ke para kiai kampung di Pondok Pesantren (Ponpes) Hamalatul Qur’an. Di sana, ia mengaku kaget dengan santri yang masih berusia 11 tahun, bisa hafal Al-Qur’an dalam 3 bulan.

Ganjar menghadiri pertemuan dengan para kiai kampung di Ponpes Hamalatul Qur’an Putri 1, Desa Jarak Kulon, Jogoroto, Jombang. Berbeda dari sebelumnya, Ganjar datang tanpa pendampingan Yenny Wahid seperti ketika ziarah ke makam tokoh-tokoh pendiri NU.

Politisi PDI Perjuangan itu tiba di pesantren ini sekitar pukul 18.30 WIB. Kedatangan mantan Gubernur Jateng itu disambut hangat oleh Pengasuh PP Hamalatul Qur’an, KH Ainul Yaqin. Ganjar yang memakai kemeja putih dengan kopiah hitam diajak menuju podium yang sudah disiapkan, bersama dengan para kiai dan ulama Jombang.

Para kiai yang hadir, di antaranya, KH Wahab Yahya, KH Amin Yahya, KH Haris Munawir, KH Fauzan Kamal, KH Yahya Sholahuddin, KH Minan, KH Hanafi, dan Kiai Shodiq. Ganjar mengaku bersyukur, saat di Jombang ia bisa bertemu dengan ulama-ulama besar dan hafidz cilik.

“Saya bersyukur, di Jombang ini saya bertemu dengan sosok idola. Bahkan tadi saya mengaku di depan media, bahwa saya mengidolakan Gus Dur dan sama sekali belum pernah berjabat tangan dengan beliau,” ujarnya.

Ia sangat mengagumi sosok-sosok hebat yang lahir dari rahim pesantren, terlebih jejaknya banyak di hormati oleh kalangan masyarakat luas. “Tapi tadi banyak cerita yang saya dapatkan. Ada sosok orang hebat yang lahir dari rahim pondok pesantren yakni Gus Dur. Saya mengerti bahwa anak-anak yang mondok itu punya intelektual yang tinggi,” jelasnya.

“Malam ini juga bisa ketemu di pondok pesantren yang mondoknya gratis, targetnya menjadi penghafal Qur’an, hafiz-hafizah. Saya sangat surprise karena ada anak 11 tahun dalam waktu sangat pendek, 3 bulan sudah hafal Qur’an. Itu tentu sangat luar biasa. Pasti anak ini punya talenta yang sangat hebat, cerdas, dan gurunya juga hebat,” tuturnya.

Menurut Ganjar, Ponpes Hamalatul Qur’an mempunyai standardisasi pendidikan yang baik. Bahkan sudah mengantongi hak cipta. “Maka saya usulkan tadi yang seperti ini musti didaftarkan hak cipta atau hak kekayaan intelektual. Oh sudah pak. Berarti bagus sekali. Mudah-mudahan ini juga bisa menjadi tempat pembelajaran yang baik,” terangnya.

Tidak hanya itu, dalam kunjungannya di Kota Santri itu, Ganjar juga bertemu dengan para petani tembakau di Desa Bawangan, Ploso, Jombang. Ia menyerap aspirasi dari para pertani seputar kebutuhan pertanian. Seperti apa yang sudah ia usung sejak lama tentang dukungan terhadap petani tembakau.

“Pupuk, obat-obatan, alat pertanian, sampai kemudian pasca panen. Inilah serapan-serapan masukan dari masyarakat yang menjadi catatan kami untuk menyempurnakan program,” tandasnya. (fathir/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Tari Reco Banteng Buka Musancab PDI Perjuangan Ngawi

NGAWI – Hentakan kaki para penari memecah suasana Pendopo Wedya Graha Kabupaten Ngawi, Minggu (19/4/2026). Irama ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Tegaskan Tak Ada Toleransi Kekerasan Seksual, Soroti Kasus di Kampus

Puan Maharani menegaskan tidak ada toleransi terhadap kekerasan seksual di kampus dan mendorong evaluasi menyeluruh ...
EKSEKUTIF

Bongkar Fasad Eks Toko Nam, Pemkot Surabaya Kembalikan Fungsi Pedestrian

Pemkot Surabaya akan membongkar fasad eks Toko Nam di Embong Malang untuk mengembalikan fungsi pedestrian, tetap ...
KRONIK

HUT Klenteng Hoo Tong Bio Banyuwangi, Bupati Ipuk Sebut Momentum Perkuat Harmoni

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menghadiri perayaan HUT ke-242 Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) ...
RUANG MERAH

Setelah Persamuhan di Bandung, 71 Tahun Silam…

Oleh Eri Irawan* SETELAH persamuhan di Bandung, 71 tahun silam, dunia tidak banyak berubah. Perang Dingin memang ...
EKSEKUTIF

Mas Ipin Ajak Laki-laki Evaluasi Diri dan Tekan Ego Patriarki demi Kesetaraan

Bupati Trenggalek Mas Ipin ajak laki-laki evaluasi diri dan tekan ego patriarki dalam perjuangan kesetaraan gender ...