Sabtu
17 Oktober 2026 | 1 : 02

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sejarah Hubungan Baik PDIP dan Islam Sangat Panjang

pdip-jatim-220903-mukernas-bamusi-hasto-3

JAKARTA  – Sekjen DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto mengaku prihatin karena masih ada yang mau menjauhkan PDIP sebagai golongan nasional dengan golongan Islam. Padahal, jejak sejarah PDI Perjuangan dan Islam sangat panjang dan berjalan baik selama ini.

“Menghadapi hal itu, PDI Perjuangan berencana untuk membukukan pidato dan pemikiran serta kebijakan Presiden Soekarno dan Presiden Megawati Soekarnopuri dalam bahasa Arab dan Inggris,” kata Hasto saat berdialog dengan ulama terkemuka Betawi, KH Abdul Hayyie Na’im dan sejumlah ustaz serta kiai di teras Masjid An-Nur, Cipete Utara, Jakarta Selatan, Kamis (3/10/2019) malam.

Pada kesempatan itu, Hasto didampingi sejumlah kader PDIP, antara lain Zuhairi Misrawi, KH Zainal Arifin Na’im, Gembong Warsono, dan Yuke Yurike. Dialog berlangsung secara santai lebih dari dua  jam.

Hasto menjelaskan, PDI Perjuangan menyiapkan tim khusus untuk meluruskan sejarah dan anggapan bahwa PDIP jauh dari Islam dalam bentuk buku. “Intinya, kami ingin meluruskan sejarah Bung Karno dan Islam, termasuk sejarah Ibu Megawati dan Islam,” jelasnya.

Dalam dialog, dia menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) dan PDIP merupakan dua kekuatan besar yang memiliki sejarah panjang dan diharapkan selalu memiliki hubungan baik.

“Sebagai kekuatan Islam dan nasionalis, maka kuncinya silaturahmi, sehingga bisa terbangun dan terjalin hubungan baik. Pada dasarnya, warga Indonesia senang musyawarah,” kata Hasto.

Dia pun bercerita sejarah panjang PDI Perjuangan dan NU sejak era Soekarno di masa perjuangan kemerdekaan hingga sejarah terkini ketika PDIP di depan saat mengusulkan Hari Santri dan sebaliknya usul penetapan Pancasila 1 Juni dimana NU terdepan memperjuangkannya.

“PDI Perjuangan diajarkan untuk tidak melupakan sejarah dan bukan bermaksud takabur. Sejarah Hari Santri diperjuangkan saat kampanya pilpres 2014. Saat itu Wasekjen PDIP Ahmad Basarah mengusulkan kepada Pak Jokowi sebagai kesadaran sejarah atas peran Resolusi Jihad yang menggetarkan tentara Sekutu,” ujar Hasto.

Dia merasa terhormat bisa berdialog dan bertukar pikiran dengan kalangan nahdliyin di DKI Jakarta. Menurutnya di desa-desa, warga Nahdliyin dan warga PDIP menyatu.

Hasto pun menceritakan kedatangan tokoh senior dari NU Mbah Moen ke kediaman Megawati beberapa waktu lalu sebelum melaksanakan ibadah haji. Dalam kesempatan itu, kedua tokoh besar itu membahas banyak hal.

Mengamini harapan Hasto, KH Abdul Hayyie Na’im pun mendoakan agar antara Islam dan PDIP selalu terjalin hubungan baik. Dia juga mendoakan agar pemerintahan presiden dan wakil presiden terpilih, Jokowi dan KH Ma’ruf Amin nanti akan memberi manfaat besar bagi bangsa dan negara.

“Semoga Pak Jokowi dan Kiai Maruf Amin bisa memimpin dengan baik dan mari kita saling memperkuat silaturahmi,” ucap Kyai Hayyie. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lamongan Kawal Raperda Tata Niaga dan Perlindungan Petani Tembakau

LAMONGAN — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Lamongan berkomitmen mengawal pembentukan Rancangan Peraturan ...
LEGISLATIF

1.870 Kasus Narkoba Terungkap di Jatim, Andy Firasadi Dorong Pencegahan Berbasis Lingkungan

SURABAYA – Pemberantasan narkoba di Jawa Timur perlu diperkuat hingga ke lingkungan permukiman. Anggota Fraksi PDI ...
KRONIK

Hasto Kristiyanto Dorong Gerakan Merawat Pertiwi Perkuat Ekonomi Pesisir

MALANG – Gerakan pelestarian lingkungan harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Sekretaris Jenderal DPP PDI ...
KRONIK

Reses di Ponorogo, Kanang Siap Perjuangkan Aspirasi Pendidikan hingga Penyediaan Air Bersih

PONOROGO – Anggota Komisi VI DPR RI, Ir. Budi Sulistyono (Kanang), berkomitmen memperjuangkan berbagai aspirasi ...
HEADLINE

Hasto: Konservasi Mangrove dan Ekowisata CMC Tiga Warna Layak Dicontoh Daerah Lain

MALANG – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengapresiasi langkah konkret pemberdayaan masyarakat ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi: Kota Modern Tak Boleh Kehilangan Jati Diri Budaya

SINGKAWANG – Kemajuan sebuah kota tidak cukup diukur dari jalan yang mulus, gedung yang menjulang, atau pesatnya ...