Rabu
04 November 2026 | 6 : 11

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sebagai Mata dan Telinga Wali Kota, Lurah di Surabaya Harus Bekerja All Out

pdip-jatim-pelantikan-lurah-sby

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini minta kepada lurah baru agar bekerja all out bagi warga. Sebab, lurah merupakan mata, telinga, tangan dan kaki walikota.

“Kita tak perlu kaya untuk membantu orang. Dengan jabatan baru ini kita bisa membantu orang lain. Lurah cukup lapor ke saya, karena panjenengan (Anda) semua merupakan mata, telinga, tangan dan kaki saya,” kata Risma.

Penegasan ini disampaikan Risma, saat melantik 93 pejabat setingkat eselon III B dan IV A di gedung lantai 2 Balai Kota Surabaya, Jumat (27/1/2017). Dari pejabat yang baru dilantik tersebut, 13 orang di antaranya pejabat lurah.

Risma mencontohkan, seperti rumah mantan ketua RT 015/RW 007, Kelurahan Kapas Madya Baru yang ambruk akibat hujan deras yang disertai angin puting beliung.

“Meski panjenengan hanya foto dan lapor, bagi yang membutuhkan itu sangat berarti. Bayangkan besarnya bantuan kita bagi mereka,” ujarnya.

Ke-13 lurah yang dilantik adalah mereka yang lolos seleksi. Seleksi diikuti 90 kepala seksi (kasi) kecamatan dan seluruh sekretaris lurah (sekel) yang masa kerjanya sudah 2 tahun.

Sebenarnya, seleksi dilakukan untuk mengisi 15 kursi lurah yang sebelum kosong. Namun, yang lolos dan hari ini dilantik, hanya 13 orang.

Risma mengatakan tidak mau memaksakan agar kursi lurah yang kosong langsung terpenuhi, jika pada akhirnya pejabat itu tidak kompeten dalam menjalani tugasnya.

“Saya tidak mau maksa. Saya tidak ingin lurah-lurah ini bermasalah. Beberapa lurah pernah bermasalah dan saya tidak ingin berulang,” jelasnya.

Dia juga mengingatkan kepada 13 lurah yang baru dilantik agar tidak menyalahgunakan jabatan. Karena itulah, sebelum dilantik para lurah dibekali dengan berbagai diklat.

Risma juga menyatakan akan memproses beberapa lurah yang baru-baru ini ketahuan tidak ada di tempat kerjanya padahal masih masuk jam kerja.

Sanksi berat pun akan diberikan kepada para lurah yang mokong, tidak mau memperhatikan wilayahnya yang banjir dan banyak sampah.

Lurah-lurah ini juga dinilai tidak aktif melaporkan kondisi sosial maupun infrastruktur di lingkungan kerjanya melalui grup percakapan Line yang langsung terhubung ke Risma.

“Saya sendiri yang memasukkan laporan ada jalan lubang, ada masyarakat yang butuh bantuan. Nanti pasti saya proses itu, saya minta BKD mengecek dulu,” katanya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pasuruan Sorot RAPBD 2027, dari Rencana Hutang hingga Turunnya Anggaran Pendidikan

KABUPATEN PASURUAN – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pasuruan menyoroti sejumlah persoalan dalam Rancangan ...
KRONIK

11 Mahasiswa Unesa Maospati Jadi Korban Pelecehan Nonfisik, Polisi Diminta Bertindak

MAGETAN – Kasus pelecehan seksual nonfisik seperti catcalling dan pengintaian membayangi para mahasiswa Universitas ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Ingatkan Ancaman Algoritma terhadap Demokrasi, Siapa yang Mengendalikan Data?

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan transformasi digital membawa tantangan baru bagi demokrasi. ...
SEMENTARA ITU...

Punjul Santoso Inisiasi Teba Modern di Kota Batu, Sampah Organik Diolah Jadi Kompos

BATU – Sampah organik rumah tangga di Kota Batu didorong untuk diolah langsung dari lingkungan permukiman agar ...
EKSEKUTIF

Cegah Banjir Musim Hujan, Mas Ipin Siapkan Normalisasi Sungai Ngasinan Trenggalek

TRENGGALEK – Pemkab Trenggalek menyiapkan normalisasi Sungai Ngasinan di Kelurahan Kelutan, Kecamatan Trenggalek, ...
KRONIK

Bupati Fauzi Raih Cita Negeri 2026: Penghargaan Ini Milik Seluruh Masyarakat Sumenep

JAKARTA – Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, meraih Anugerah Cita Negeri 2026 yang diselenggarakan ...