Rabu
21 Oktober 2026 | 8 : 40

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Satu Zonasi NJOP Beda, Komisi A DPRD Jombang Ajak Hearing Bapenda

pdip-jatim-250303-totok-hadi-ris

JOMBANG – Komisi A DPRD Jombang menggelar rapat dengar pendapat (hearing) dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Jombang menyikapi banyaknya keluhan terkait berubahnya nilai jual objek pajak (NJOP), Senin (3/3/2025).

“Agenda kami membahas perubahan NJOP. Di mana perubahan tadi berdampak pada perbedaan jumlah pajak yang harus dibayar,” papar Ketua Komisi A DPRD Jombang, Totok Hadi Riswanto.

Dikatakannya, banyak desa yang satu peta atau satu zonasi, tapi memiliki hitungan NJOP yang berbeda.

Perlu diketahui, sistem zonasi sendiri sudah digunakan untuk pendataan PBB P2 sejak tahun 2024 lalu. Sehingga, satu wilayah dengan zonasi yang sama maka seharusnya pajak yang dikenakan juga sama.

”Keluhan masyarakat itu dalam satu petak atau persil, terjadi perbedaan yang sangat mencolok. Di mana satu bidang membayar hingga 256 ribu rupiah, tapi yang satu lagi membayar 60 ribu rupiah,” jelas politisi PDI Perjuangan itu.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa tidak terulang, Totok memastikan bahwa Bapenda Jombang telah melakukan perhitungan ulang di tahun 2024.

“Jadi kesalahan disebabkan oleh appraisal saat perhitungan di tahun 2022 lalu. Untuk membenahi hal ini, tahun 2024 kemarin Bapenda Jombang sudah melakukan perhitungan ulang terbaru,” terangnya.

Perubahan pendataan yang dilakukan oleh Bapenda itu, nilainya baru akan direalisasikan pada tahun 2026.

“Perubahan hasil perhitungan terbaru nanti bakal terjadi tahun 2026. Maka selama jeda tersebut apabila masih ada yang merasa dirugikan, bisa melakukan pembenahan secara mandiri ke Kantor Bependa Jombang,” ujarnya.

Nantinya, masyarakat bakal diajak duduk bersama untuk melihat kondisi bidang. Apakah memang terjadi kesalahan perhitungan, atau justru ada faktor penyebab lain.

“Nanti masyarakat bakal diajak duduk bersama untuk menyaksikan hasil citra satelit. Apakah memang ada kesalahan hitung, atau justru penyebab perubahan diakibatkan majunya pembangunan di kawasan tersebut,” pungkas Totok. (fath/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Said Abdullah: Kekeringan dan Karhutla Tak Boleh Jadi Bencana Tahunan yang Dianggap Biasa

SURABAYA – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah mengingatkan pemerintah daerah untuk memperkuat ...
LEGISLATIF

APBD Magetan 2027 Menurun Secara Makro, Fraksi PDI Perjuangan Pertanyakan Target RPJM

MAGETAN — Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) DPRD Kabupaten Magetan memberikan sorotan tajam ...
LEGISLATIF

Kampus II UB Ditargetkan Tampung 6.000 Mahasiswa, Darmadi Dorong Manfaat bagi Warga Lokal

MALANG – DPRD Kabupaten Malang memastikan akan mengawal pembangunan Kampus II Universitas Brawijaya (UB) di ...
KRONIK

Abidin Fikri Salurkan 99 Alat Bantu Disabilitas untuk Warga Bojonegoro dan Tuban

BOJONEGORO – Upaya penanganan masalah kesejahteraan sosial dan pemenuhan hak kelompok disabilitas terus diwujudkan ...
HEADLINE

Deni Wicaksono Desak Gubernur Perkuat Mitigasi: Jangan Tunggu Air Habis dan Hutan Terbakar

SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mendesak Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengevaluasi ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Larang Pungutan di SD-SMP Negeri Surabaya Mulai November 2026

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi melarang seluruh SD dan SMP negeri di Kota Surabaya melakukan pungutan dalam ...