Kamis
16 April 2026 | 10 : 23

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Satu Zonasi NJOP Beda, Komisi A DPRD Jombang Ajak Hearing Bapenda

pdip-jatim-250303-totok-hadi-ris

JOMBANG – Komisi A DPRD Jombang menggelar rapat dengar pendapat (hearing) dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Jombang menyikapi banyaknya keluhan terkait berubahnya nilai jual objek pajak (NJOP), Senin (3/3/2025).

“Agenda kami membahas perubahan NJOP. Di mana perubahan tadi berdampak pada perbedaan jumlah pajak yang harus dibayar,” papar Ketua Komisi A DPRD Jombang, Totok Hadi Riswanto.

Dikatakannya, banyak desa yang satu peta atau satu zonasi, tapi memiliki hitungan NJOP yang berbeda.

Perlu diketahui, sistem zonasi sendiri sudah digunakan untuk pendataan PBB P2 sejak tahun 2024 lalu. Sehingga, satu wilayah dengan zonasi yang sama maka seharusnya pajak yang dikenakan juga sama.

”Keluhan masyarakat itu dalam satu petak atau persil, terjadi perbedaan yang sangat mencolok. Di mana satu bidang membayar hingga 256 ribu rupiah, tapi yang satu lagi membayar 60 ribu rupiah,” jelas politisi PDI Perjuangan itu.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa tidak terulang, Totok memastikan bahwa Bapenda Jombang telah melakukan perhitungan ulang di tahun 2024.

“Jadi kesalahan disebabkan oleh appraisal saat perhitungan di tahun 2022 lalu. Untuk membenahi hal ini, tahun 2024 kemarin Bapenda Jombang sudah melakukan perhitungan ulang terbaru,” terangnya.

Perubahan pendataan yang dilakukan oleh Bapenda itu, nilainya baru akan direalisasikan pada tahun 2026.

“Perubahan hasil perhitungan terbaru nanti bakal terjadi tahun 2026. Maka selama jeda tersebut apabila masih ada yang merasa dirugikan, bisa melakukan pembenahan secara mandiri ke Kantor Bependa Jombang,” ujarnya.

Nantinya, masyarakat bakal diajak duduk bersama untuk melihat kondisi bidang. Apakah memang terjadi kesalahan perhitungan, atau justru ada faktor penyebab lain.

“Nanti masyarakat bakal diajak duduk bersama untuk menyaksikan hasil citra satelit. Apakah memang ada kesalahan hitung, atau justru penyebab perubahan diakibatkan majunya pembangunan di kawasan tersebut,” pungkas Totok. (fath/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta OPD Surabaya Publikasikan Output dan Outcome Program ke Publik

Eri Cahyadi meminta OPD Surabaya mempublikasikan output dan outcome program untuk meningkatkan transparansi dan ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Terima Penghargaan KWP Awards 2026, Tekankan Peran Media Kawal Kinerja DPR

Puan Maharani menerima penghargaan KWP Awards 2026 dan menegaskan peran penting media dalam mengawal serta ...
LEGISLATIF

Sawah di Pakusari Terdampak Limbah, DPRD Minta Pemkab Jember Pahami UU Pengelolaan Sampah

Pemkab Jember diminta memahami UU Pengelolaan Sampah setelah limbah mencemari irigasi dan mengancam 10 hektare ...
LEGISLATIF

Pansus DPRD Jatim Soroti Program OPD, Anggaran Besar Belum Tekan Kemiskinan

DPRD Jatim menilai program OPD belum berdampak signifikan terhadap penurunan kemiskinan meski capaian administratif ...
KRONIK

Bupati Lukman Minta BUMD Tingkatkan Kinerja, Topang Perekonomian Daerah

JAKARTA – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, berkomitmen untuk mendorong kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk ...
LEGISLATIF

Indri Dukung Larangan Vape, Soroti Potensi Disalahgunakan untuk Narkotika

Indriani Yulia Mariska mendukung larangan vape karena berpotensi disalahgunakan untuk narkotika dan membahayakan ...