Rabu
22 Juli 2026 | 8 : 55

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Satu Zonasi NJOP Beda, Komisi A DPRD Jombang Ajak Hearing Bapenda

pdip-jatim-250303-totok-hadi-ris

JOMBANG – Komisi A DPRD Jombang menggelar rapat dengar pendapat (hearing) dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Jombang menyikapi banyaknya keluhan terkait berubahnya nilai jual objek pajak (NJOP), Senin (3/3/2025).

“Agenda kami membahas perubahan NJOP. Di mana perubahan tadi berdampak pada perbedaan jumlah pajak yang harus dibayar,” papar Ketua Komisi A DPRD Jombang, Totok Hadi Riswanto.

Dikatakannya, banyak desa yang satu peta atau satu zonasi, tapi memiliki hitungan NJOP yang berbeda.

Perlu diketahui, sistem zonasi sendiri sudah digunakan untuk pendataan PBB P2 sejak tahun 2024 lalu. Sehingga, satu wilayah dengan zonasi yang sama maka seharusnya pajak yang dikenakan juga sama.

”Keluhan masyarakat itu dalam satu petak atau persil, terjadi perbedaan yang sangat mencolok. Di mana satu bidang membayar hingga 256 ribu rupiah, tapi yang satu lagi membayar 60 ribu rupiah,” jelas politisi PDI Perjuangan itu.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa tidak terulang, Totok memastikan bahwa Bapenda Jombang telah melakukan perhitungan ulang di tahun 2024.

“Jadi kesalahan disebabkan oleh appraisal saat perhitungan di tahun 2022 lalu. Untuk membenahi hal ini, tahun 2024 kemarin Bapenda Jombang sudah melakukan perhitungan ulang terbaru,” terangnya.

Perubahan pendataan yang dilakukan oleh Bapenda itu, nilainya baru akan direalisasikan pada tahun 2026.

“Perubahan hasil perhitungan terbaru nanti bakal terjadi tahun 2026. Maka selama jeda tersebut apabila masih ada yang merasa dirugikan, bisa melakukan pembenahan secara mandiri ke Kantor Bependa Jombang,” ujarnya.

Nantinya, masyarakat bakal diajak duduk bersama untuk melihat kondisi bidang. Apakah memang terjadi kesalahan perhitungan, atau justru ada faktor penyebab lain.

“Nanti masyarakat bakal diajak duduk bersama untuk menyaksikan hasil citra satelit. Apakah memang ada kesalahan hitung, atau justru penyebab perubahan diakibatkan majunya pembangunan di kawasan tersebut,” pungkas Totok. (fath/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Said Abdullah Salurkan Seluruh Dana Reses untuk Renovasi Rumah Warga Miskin di Sumenep

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Said Abdullah menyalurkan seluruh dana reses periode ini untuk membantu ...
LEGISLATIF

Zulham Dorong Pasar Sumedang Dikerjasamakan dengan Swasta agar Tak Terus Mangkrak

Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang Zulham Akhmad Mubarok mendorong pengelolaan Pasar Sumedang ...
SEMENTARA ITU...

Syaifuddin Zuhri Dorong Turnamen Usia Dini Digelar Rutin untuk Cetak Pesepak Bola Berkualitas

SURABAYA – Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri mendorong turnamen sepak bola usia dini digelar secara rutin ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Gandeng Praktisi, Latih Petani Bikin Pupuk Organik Murah Meriah

BOJONEGORO – Upaya menjaga ketahanan pangan dan merespons tingginya harga pupuk kimia terus dilakukan di daerah. ...
KRONIK

Sambut Bulan Kemerdekaan, Bupati Lukman Pimpin ASN Percantik Kota Bangkalan

BANGKALAN – Menyambut Bulan Kemerdekaan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menggerakkan aparatur sipil negara ...
EKSEKUTIF

Pemkab Ngawi Siapkan Regulasi Mengemudi Sepeda Motor bagi Anak Usia 17 Tahun Ke Bawah

NGAWI – Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengaku prihatin atas meningkatnya kasus kecelakaan lalu lintas yang ...