Selasa
03 November 2026 | 8 : 38

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sarapan Pecel Ketabangkali, Puti: Kekayaan Kuliner Bisa Jadi City Branding

pdip-jatim-puti-pecel-ketabangkali

SURABAYA – Calon Wakil Gubernur Jawa Timur Puti Guntur Soekarno menyempatkan diri menikmati pecel khas Ponorogo di Jalan Ketabangkali, Surabaya, Senin (22/1/2018).

Pecel ini lebih dikenal dengan sebutan Pecel Ketabangkali Bu Yatin.

Dengan antusias, cucu Bung Karno itu melahap pecel legendaris yang telah dikenal sejak 1950 tersebut. Puti pun mengangkat dua jempol sebagai tanda mengakui kelezatan pecel tersebut.

”Enak tenan. Rasanya khas, membuat lidah menari,” kata Puti yang tampak energik meski beberapa hari terakhir ini keliling ke berbagai daerah hingga dinihari.

Cucu Presiden pertama RI Ir Soekarno ini memilih paket sayuran lengkap, mulai bayam, kubis, sawi, kacang panjang, kembang turi, hingga kerahi rebus yang merupakan sayuran mirip mentimun. Tak ketinggalan, ada daun kemangi, biji lamtoro, dan peyek kacang.

”Aktivitas saya luar biasa padat, maka harus banyak makan sayur biar terus sehat,” kata Puti yang dikenal suka olahraga.

Dosen tamu di Kokushikan University Jepang itu memilih sambal pecel yang cukup pedas.

”Saya sebenarnya suka pedas, tapi kemarin makan bebek songkem Madura yang sangat pedas, jadi sekarang dikurangi sedikitlah pedasnya,” ujar ibu dua remaja, Rakyan Ratri Syandriasari Kameron dan Rakyan Daanu Syahandra Kameron, itu.

Puti mengaku kagum dengan kekayaan kuliner Jawa Timur yang luar biasa beragam. Dari dulu, dia menggemari sate Madura, bahkan Puti punya langganan soto lamongan di daerah Jakarta Selatan sejak zaman dia remaja.

Puti juga menggemari bumbu sambal khas Madura yang biasa dipadukan dengan bebek atau ayam goreng.

Kekayaan kuliner ini, imbuh Puti, kalau dioptimalkan, bisa menjadi bagian dari city branding yang kokoh. Menurutnya, yang paling pertama diingat orang dari suatu daerah itu hampir pasti kulinernya.

“Ingat Lamongan, orang ingat soto atau tahu campur. Ingat Madiun atau Ponorogo, ingat pecel. Ingat Madura, ingat sate. Ingat Banyuwangi, ingat rujak soto. Ingat Gresik, ingat nasi krawu. Dan seterusnya,” ujar Puti.

“Nah, tugas pemerintah provinsi ini untuk merajutnya menjadi satu kekuatan merek yang kuat bagi Jatim dan kabupaten/kota di dalamnya yang ujung-ujungnya adalah pergerakan ekonomi bagi masyarakat,” tuturnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Punjul Santoso Inisiasi Teba Modern di Kota Batu, Sampah Organik Diolah Jadi Kompos

BATU – Sampah organik rumah tangga di Kota Batu didorong untuk diolah langsung dari lingkungan permukiman agar ...
EKSEKUTIF

Cegah Banjir Musim Hujan, Mas Ipin Siapkan Normalisasi Sungai Ngasinan Trenggalek

TRENGGALEK – Pemkab Trenggalek menyiapkan normalisasi Sungai Ngasinan di Kelurahan Kelutan, Kecamatan Trenggalek, ...
KRONIK

Bupati Fauzi Raih Cita Negeri 2026: Penghargaan Ini Milik Seluruh Masyarakat Sumenep

JAKARTA – Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, meraih Anugerah Cita Negeri 2026 yang diselenggarakan ...
KRONIK

Ngawi Siap Jadi Tuan Rumah POPDA Jatim XV

NGAWI – Kabupaten Ngawi menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pekan Olahraga Pelajar Daerah ...
HEADLINE

Puan Maharani Ajak Perkuat Demokrasi yang Menghadirkan Kesejahteraan Sosial

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mengajak seluruh elemen bangsa kembali memperkuat gagasan demokrasi yang sejak ...
SEMENTARA ITU...

Evaluasi Peringkat ke-11 Porprov 2025, Kabupaten Kediri Siapkan Strategi Menuju Lima Besar

KEDIRI – Kabupaten Kediri membidik posisi lima besar pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027. Untuk ...