Rabu
21 Oktober 2026 | 3 : 14

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sapa Ibu-ibu Buruh Pabrik Rokok, Sanusi Akan Usul ke Presiden Tinjau Kembali Cukai Rokok

pdip-jatim-241018-abahsan-buruh-rokok-1

MALANG – Kepedulian terhadap ibu-ibu pahlawan PAD (pendapatan asli daerah) yang bekerja sebagai buruh pabrik rokok ditunjukkan Calon Bupati Malang HM Sanusi.

Cabup petahana yang juga politisi PDI Perjuagan ini berjanji akan terus mengawal kebijakan pajak cukai rokok agar tak sampai berdampak pada masyarakat bawah.

Komitmen itu disampaikan Abah Sanusi ketika berkunjung secara maraton menyapa para buruh pabrik rokok di sejumlah perusahaan di wilayah Kabupaten Malang, Rabu (16/10/2024).
Mulai di daerah Kecamatan Dampit, Pagelaran, Tajinan, hingga Kecamatan Turen.

Tak ayal, sejumlah buruh yang didominasi emak-emak ini berebut swafoto hingga menyampaikan uneg-uneg mereka. Rata-rata, kenaikan cukai rokok yang hampir terjadi setiap tahunnya masih menjadi momok utama mereka.

Padahal, perusahan rokok ini menjadi perusahaan paling banyak menyerap tenaga kerja.

Sanusi membenarkan jika kenaikan pajak cukai rokok berpengaruh tak hanya dari segi bisnis dan pendapatan, tapi juga bagi masyarakat yang sudah menggantungkan hidup bekerja di pabrik rokok.

“Jika pajak rokok terlalu tinggi, dikhawatirkan akan banyak terjadi pengurangan karyawan dan akhirnya mereka kehilangan nafkah utamanya,” kata Sanusi, dalam keterangannya dikutip Jumat (18/10/2024).

Rata-rata, kata Sanusi, jumlah karyawan dalam satu perusahaan rokok berkisar mencapai ratusan hingga ribuan. Sementara, jumlah pabrik rokok di Kabupaten Malang ada lebih dari 100 industri.

“Rata-rata satu pabrik rokok itu menyerap tenaga kerja antara 800 hingga 1.000 karyawan, ada yang sampai 1.400. Artinya, itu kan mendorong tingkat serapan tenaga kerja di wilayah kita,” ujarnya.

Di sisi lain, situasi tersebut berpotensi melemah jika cukai rokok terus dinaikkan oleh pemerintah. Jika begitu, dikhawatirkan akan berdampak pada ketersediaan lapangan kerja dan menurunnya kesejahteraan para buruh rokok.

“Kalau cukai rokok naik terus, dampaknya kan keuntungan berkurang, pabrik rokok bisa gulung tikar dan lalu berdampak terhadap pengurangan karyawan,” urai dia.

Sebab itulah, dalam masa kampanyenya ini ia berjanji akan mengusulkan ke pemerintah pusat agar kebijakan besaran cukai rokok ditinjau kembali.

Di sisi lain, dirinya juga memastikan tidak ada perusahaan rokok ilegal di wilayah Kabupaten Malang.

“Iya, nanti akan kami usulkan ke presiden atau kementerian terkait agar pajak cukai rokok ditinjau kembali. Selama ini dinilai masih terlalu tinggi,” tegasnya. (ull/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Banyuwangi Gelar Rembug Santri, Ruang Jaring Aspirasi Generasi Pesantren

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi terus berupaya menghadirkan program pembangunan yang inklusif ...
EKSEKUTIF

2027, Alur Pelayanan Seluruh Puskesmas Surabaya Diselaraskan dengan Rumah Sakit

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan menyelaraskan alur pelayanan seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat ...
LEGISLATIF

Minta Tak Ada Pungutan Pemakaman, Kaji Ipuk: Jangan Bebani Keluarga Berduka

SURABAYA – Ketua DPRD Kota Surabaya Syaifuddin Zuhri meminta pengelola tempat pemakaman umum (TPU) tidak melakukan ...
LEGISLATIF

Indi Naidha Prihatin Dugaan Kekerasan Siswa Sekolah Rakyat Jember

JEMBER – Sekretaris Komisi D DPRD Jember, Indi Naidha, menyoroti dugaan kekerasan terhadap tiga siswa Sekolah ...
KRONIK

Gus Falah Desak Kasus Penganiayaan Terhadap Kepsek Lamongan Diusut Tuntas

LAMONGAN – Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dari Dapil X (Lamongan-Gresik), Nasyirul Falah Amru yang akrab ...
EKSEKUTIF

Bupati Blitar Dorong Santri Percaya Diri dan Berani Tampil Lewat Lomba Pidato

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto mendorong para santri terus mengembangkan kemampuan berbicara di depan umum, ...