Sabtu
02 Mei 2026 | 7 : 10

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sanusi Jamin Layanan Kesehatan Bagi Seluruh Warga Kabupaten Malang

pdip jatim 230917 sanusi

MALANG – Bupati Malang, H.M. Sanusi mengatakan kebijakan penonaktifan sejumlah akun BPJS Kesehatan yang dimiliki warga Kabupaten Malang yang tidak memenuhi sejumlah kriteria. 

Menurut Sanusi, terdapat sejumlah akun BPJS tanpa keterangan NIK yang jelas, warga yang tidak memenuhi kriteria kurang mampu, dan warga yang telah meninggal. Sehingga hal tersebut tentunya tidak tepat dengan sasaran Penerima Bantuan Iuran Daerah (PBID) Kabupaten Malang.              

“Harusnya hanya terdapat 232.000 pemilik BPJS yang merupakan warga PBID oleh pemerintah Kabupaten Malang. Ada kesalahan informasi dari BPJS karena terlalu banyak akun yang diakses, sehingga terjadi pembengkakan anggaran,” ungkap Sanusi, Minggu (17/9/2023).

Politisi PDI Perjuangan ini menyebutkan bahwa Pemkab Malang melalui Dinas Kesehatan hendak menonaktifkan sejumlah akun BPJS yang tidak memenuhi kriteria PBID, akan tetapi terjadi penolakan dari pihak BPJS.

Bahkan BPJS Kesehatan menyebutkan harus menonaktifkan keseluruhan dari akun BPJS earga Malang. Oleh sebab itu pihaknya tengah melakukan pencermatan langkah sebagai upaya untuk memastikan bahwa manfaat BPJS Kesehatan benar-benar diterima oleh warga yang memenuhi persyaratan agar tetap mendapatkan pelayanan tersebut.

Selama dinonaktifkannya akun BPJS warga Kabupaten Malang, Bupati HM Sanusi tetap akan memberi jaminan untuk layanan kesehatan warganya yang terdapat di rumah sakit Pemkab Kepanjen, Lawang, dan Ngantang tanpa dipungut biaya sepeserpun.

Pihak BPJS memberikan tagihan pembayaran BPJS terhadap 667.000 jiwa kepada Kabupaten Malang atau senilai dengan Rp 144 miliar. Pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melarang Pemkab Malang untuk membayar tagihan tersebut disebabkan data tagihan BPJS tidak sesuai dengan data pihak Pemkab Malang. 

Pemkab Malang sendiri telah membayarkan tagihan tersebut sejumlah Rp 57 miliar. Namun, Deputi BPJS Kesehatan mengatakan bakal tidak memberikan akses kepada akun BPJS warga Kabupaten Malang apabila seluruh tagihan tidak dibayarkan.

“Saya akan tetap memberikan jaminan kesehatan kepada warga Kabupaten Malang di rumah sakit milik Pemkab Malang hanya dengan menunjukkan surat keterangan tidak mampu,” ujar Sanusi.

Dari keputusan yang dibuat Bupati Malang tersebut, dia berharap dari banyaknya jumlah warga kurang mampu di Kabupaten Malang yang memiliki BPJS, masyarakat tetap memiliki hak sebagaimana mestinya.

“Sehingga mereka yang kekurangan dalam ekonomi tetap mendapat pelayanan publik khususnya di bidang kesehatan. Selain itu, pihaknya mengatakan akan terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan bagi warganya,” pungkas Sanusi. (ace/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Sonny Tinjau Pantai Bimo Banyuwangi, Soroti Sampah Pesisir dan Dorong Wisata Fishing Center

BANYUWANGI – Anggota DPR RI Komisi IV, Sonny T. Danaparamita, melakukan kunjungan serap aspirasi ke kawasan pesisir ...
LEGISLATIF

Untari Dorong Kejar Paket A, B, C untuk Tingkatkan Lama Sekolah di Jatim

Sri Untari dorong program kejar paket A, B, C untuk tingkatkan lama sekolah di Jawa Timur yang masih 13,44 tahun. ...
EKSEKUTIF

Bupati Rijanto Apresiasi Peran Pesantren Al Ma’arif Udanawu Cetak Generasi Berkarakter

Bupati Blitar Rijanto apresiasi MA Ma’arif Udanawu dan Ponpes Al Ma’arif dalam mencetak generasi berkarakter dan ...
HEADLINE

Hardiknas 2026, Deni Wicaksono Soroti Ketimpangan Pendidikan dan Tantangan Digital di Jatim

Deni Wicaksono soroti ketimpangan pendidikan dan tantangan digital di Jawa Timur pada Hardiknas 2026. SURABAYA — ...
KABAR CABANG

Dialog Dengan KPU, DPC Tulungagung Tekankan Pendidikan Demokrasi bagi Gen Z dan Pemilu Bersih

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung menekan pentingnya pendidikan ...
LEGISLATIF

Hardiknas 2026, Untari Tegaskan Pendidikan Harus Lahirkan Generasi Peka Masalah Sosial

Sri Untari tegaskan pendidikan harus lahirkan generasi peka sosial di Hardiknas 2026, bukan sekadar unggul ...