Sabtu
26 September 2026 | 7 : 55

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sambut Lebaran Ketupat, Mas Ipin Sowan ke Sejumlah Ulama Trenggalek

pdip-jatim-250409-sowan-ulama-nggalek

TRENGGALEK – Bupati Mochamad Nur Arifin bersilaturahmi ke sejumlah ulama dan tokoh agama Trenggalek, dalam momen Lebaran Ketupat, Minggu (6/4/2025) malam.

Salah satu yang dikunjungi Mas Ipin dan Forkopimda Trenggalek adalah pengasuh Pondok Pesantren Babul Ulum, Desa Durenan, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, KH. Abdul Fatah Mu’in.

Ponpes Babul Ulum Durenan yang sudah berdiri sejak tahun 1.600 tersebut merupakan cikal bakal lahirnya tradisi Kupatan di Kabupaten Trenggalek.

Selain menjadi salah satu yang tertua di Trenggalek, pondok pesantren sederhana ini dipercaya telah melahirkan beberapa pondok pesantren besar lain di tanah Jawa.

“Alhamdulillah kita patroli malam ini, karena besok kelihatannya sangat padat sekali antusias warga luar biasa. Dari yang luar kota tadi juga sudah mulai berdatangan. Keluarga besar Ploso tadi juga hadir,” kata Mas Ipin, di halaman Ponpes Babul Ulum Durenan, dikutip kemarin.

Kedatangan Mas Ipin juga bertepatan dengan kehadiran pengasuh Pesantren Al-Falah Ploso Kediri, KH Nurul Huda Djazuli yang juga bersilaturahmi dengan KH. Abdul Fatah Mu’in.

Sementara itu, seusai dari Ponpes Babul Ulum, Mas Ipin melanjutkan safarinya ke Pondok Pesantren Hidayatut Thullab, Desa Kamulan, Kecamatan Durenan, lalu Pondok Pesantren Daris Sulaimaniyyah, Desa Kamulan dan ke kediaman beberapa ulama lainnya.

Dalam kesempatan itu, Mas Ipin bersama Kapolres Trenggalek, AKBP Indra Ranu Dikarta dan Dandim 0806 Trenggalek, Letkol Czi Yudo Aji, serta Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi juga memastikan pelaksanaan kupatan di Trenggalek berjalan aman dan tertib dengan melakukan patroli di malam Kupatan.

Dia mengimbau warganya untuk menghindari kegiatan yang membahayakan keselamatan umum, mulai dari menerbangkan balon udara dan menyulut petasan.

Ketua DPC PDI Perjuangan Trenggalek tersebut menyayangkan masih ada warganya melakukan aktivitas tersebut dan mengakibatkan orang lain celaka.

Bahkan saat ini 7 orang ditetapkan sebagai tersangka dalam peristiwa petasan balon udara di Desa Gandong, Kecamatan Bandung, Tulungagung yang mengakibatkan 1 rumah dan mobil mengalami kerusakan.

“Mari kita jaga keamanan dan belajar dari kejadian-kejadian sebelumnya. Dan saya mohon maaf atas nama pemerintah, kalau masih ada warga kami yang kemudian masih melakukan hal-hal yang membahayakan keselamatan umum,” ucapnya. (aris/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC Magetan Kibarkan Bendera Setengah Tiang Hormati Wafatnya Guruh Soekarnoputra

MAGETAN — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan menginstruksikan seluruh jajaran pengurus ...
KRONIK

Kenangan Didik Nurhadi Bersama Guruh Soekarnoputra: Pesan PIP hingga Tolak Politik Uang

Didik Nurhadi mengenang kedekatannya dengan Guruh Soekarnoputra sejak 2014 sebagai Ketua BAGUS. Ia mengingat pesan ...
KRONIK

Geger Benda Purbakala Hilang, DPRD Sebut Jember Darurat Cagar Budaya

JEMBER – Dua batu yoni hilang dari Situs Pocangan, Desa Pocangan, Kecamatan Sukowono, Jember. Ketua Komisi B DPRD ...
LEGISLATIF

Komisi III DPRD Ngawi Pantau Pembangunan Pasar Beran

NGAWI – Pembangunan Pasar Beran di Desa Beran, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, mendapat perhatian dari Komisi III ...
SEMENTARA ITU...

Pemkot Surabaya Libatkan Gen Z dalam Refleksi Perobekan Bendera 2026

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melibatkan Generasi Z (Gen Z), mulai pelajar SMP hingga SMA, dalam ...
KRONIK

Fraksi PDIP DPRD Jatim Berduka, Renny: Kibarkan Bendera Partai Setengah Tiang untuk Guruh Soekarnoputra

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Guruh Soekarnoputra. ...