Sabtu
05 September 2026 | 3 : 28

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Said Abdullah Minta Koperasi Desa Merah Putih Disiapkan Matang, Jangan Ulangi Masalah Tata Kelola BGN

pdip jatim 260614 mhsa

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah meminta pemerintah menyiapkan tata kelola Koperasi Desa Merah Putih secara matang agar tidak mengulangi persoalan manajemen yang terjadi pada Badan Gizi Nasional.

JAKARTA – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, meminta pemerintah menyiapkan tata kelola Program Koperasi Desa Merah Putih secara matang sejak tahap perencanaan agar tidak mengulangi persoalan manajemen yang saat ini dihadapi Badan Gizi Nasional (BGN).

Peringatan tersebut disampaikan Said dalam pembahasan RAPBN 2027. Menurutnya, program strategis yang menyasar pemberdayaan ekonomi desa harus ditopang sistem tata kelola yang kuat agar tujuan kebijakan dapat tercapai secara optimal.

“Mulai sekarang, mumpung masih awal, jangan sampai terjadi seperti tata kelola Badan Gizi Nasional. Tata kelola Koperasi Desa Merah Putih harus betul-betul dipersiapkan dengan matang agar tujuan mulia yang hendak dicapai pemerintah tidak mengalami persoalan seperti yang menimpa BGN hari ini,” kata Said di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/6/2026).

Menurut Said, kesiapan kelembagaan, manajemen operasional, serta transparansi pelaksanaan menjadi faktor penting yang harus dipastikan sebelum program dijalankan secara nasional.

Peringatan tersebut juga sejalan dengan hasil pembahasan Panitia Kerja (Panja) Transfer ke Daerah (TKD) Banggar DPR RI yang mencatat sejumlah potensi risiko fiskal dalam implementasi Koperasi Desa Merah Putih.

Banggar menilai risiko gagal bayar perlu diantisipasi sejak awal agar tidak membebani Dana Desa maupun mengganggu pembiayaan pembangunan dan pelayanan masyarakat di tingkat desa.

Karena itu, Panja merekomendasikan pemerintah segera menyiapkan skema mitigasi risiko yang komprehensif untuk melindungi keberlanjutan fiskal desa apabila program mulai diimplementasikan.

Said menegaskan pengalaman pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis melalui Badan Gizi Nasional harus menjadi pelajaran penting dalam merancang kebijakan baru.

Menurut politisi PDI Perjuangan tersebut, sinkronisasi regulasi, kejelasan tata kelola, serta kesiapan distribusi program perlu diselesaikan sebelum Koperasi Desa Merah Putih dilaksanakan secara luas.

Ia berharap seluruh persiapan dapat dilakukan secara menyeluruh sehingga program pemberdayaan ekonomi desa tersebut mampu berjalan efektif, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (red)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Tambahan Fiskal Rp223 Miliar di P-APBD Jember 2026, PDIP: Apa Manfaat Nyatanya Buat Warga?

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Jember mempertanyakan manfaat tambahan ruang fiskal sekitar Rp223,12 ...
OLAHRAGA

Trenggalek Bertekad Tembus 10 Besar Porprov Jatim 2027

KONI Trenggalek menargetkan masuk 10 besar Porprov Jatim 2027 meski anggaran terbatas. Dari 40 atlet yang siap ...
EKSEKUTIF

Tanam Pohon Peringatan Hari Lahir Kejaksaan, Wabup Antok Berharap Srigati Bisa Jadi Agro Wisata

NGAWI – Kejaksaan Negeri Ngawi menanam sejumlah pohon buah di kawasan wisata religi Palereman Srigati, Desa ...
KRONIK

Imbas 1.600 Pekerja PT INKA Banyuwangi Dirumahkan, DPRD Desak Pemkab dan Pusat Turun Tangan

BANYUWANGI – Ketua DPRD Kabupaten Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, menyatakan keprihatinan mendalam atas ...
OLAHRAGA

Bupati Fauzi Lepas Assyabaab U-13, Titipkan Pesan Penting Soal Karakter dan Disiplin

SUMENEP – Sebanyak 25 anggota Assyabaab U-13 resmi dilepas menuju Kabupaten Jember untuk mengikuti kompetisi Zona ...
LEGISLATIF

Baktiono Dorong RT/RW Dilibatkan Aktif dalam Pendataan Bansos, Data Desil Harus Sesuai Kondisi Riil Warga

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya Baktiono mendorong pemerintah melibatkan RT dan RW secara aktif ...