BLITAR – Guna menumbuhkan semangat aksi saling berbagi di Bulan Suci Ramadan, Majelis Ta’lim Sabilu Taubah menggelar aksi bagi takjil se-Nusantara kepada masyarakat.
Untuk wilayah Blitar, kegiatan sosial itu dipusatkan di Kecamatan Srengat dan kawasan jalan protokol depan kantor Bupati Blitar Kanigoro, Minggu (16/3/2025).
Hadir pada kesempatan itu Pimpinan Jamaah Sabilu Taubah, Gus Iqdam, Bupati dan Wakil Bupati Blitar, Rijanto-Beky Herdiansah.
Pantauan tim media ini, Gus Iqdam dan Bupati serta Wakil Bupati Blitar, Rijanto- Beky Herdiansah bersama-sama membagikan langsung takjil tersebut ke sejumlah pengguna jalan.
Masyarakat setempat juga mendapat takjil tersebut. Tak heran, kegiatan ini sontak menjadi pusat perhatian dan mendapat respon positif dari masyarakat.
“Alhamdulillah kita dapat takjil gratis. Nantinya makanan ini bisa untuk membatalkan puasa, terima kasih untuk Majelis Ta’lim Sabilu Taubah,” kata Andri seorang pengguna jalan.

Pimpinan Jamaah Sabilu Taubah, Gus Iqdam mengatakan kegiatan bagi takjil ini dilakukan secara serentak di 2 negara, yakni Indonesia dan Hongkong, termasuk 19 Provinsi dan 80 Kota di Indonesia.
Adapun Jamaah Sabilu Taubah menyediakan 13.900 takjil dan melibatkan 23.198 partisipan yang tersebar di 197 titik.
Menurutnya kegiatan ini merupakan bagian dari dakwah sosial yang bertujuan untuk menginspirasi lebih banyak orang agar berbuat kebaikan.
“Berbagi bukan hanya tentang materi, tetapi juga tentang kebersamaan dan kepedulian. Kami ingin menanamkan nilai ini kepada generasi muda agar mereka terus menebar manfaat di lingkungan masing-masing,” bebernya.
Dia pun mengingatkan bahwa berbagi makanan di bulan Ramadan adalah amalan sunah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.
“Barang siapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka dia akan mendapatkan pahala yang sama seperti orang yang berpuasa itu,” tuturnya.

Bupati Blitar, Rijanto pada kesempatan itu menyampaikan bahwa bagi takjil ini tidak hanya sekedar berbagi makanan berbuka saja, melainkan lebih pada simbol kebersamaan dan kepedulian sosial.
Untuk itu, dirinya menekankan pentingnya momentum Ramadan sebagai ajang mempererat hubungan antara pemerintah daerah, masyarakat, dan lembaga keagamaan.
“Kami berharap kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang berbagi, tetapi juga sebagai wujud kepedulian dan kebersamaan. Mari bersama-sama kita bangun Kabupaten Blitar agar lebih baik dan semakin maju,” ujarnya.
Sekadar informasi, dalam kegiatan ini antusiasme masyarakat begitu tinggi. Anak-anak, pemuda, hingga orang tua berbondong-bondong hadir, baik untuk menerima takjil maupun ikut serta dalam semangat berbagi.
Suasana penuh keakraban dan kehangatan nampak begitu terasa di sepanjang acara.
Hal demikian menunjukkan bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga akan tetapi juga tentang saling membantu dan mempererat tali persaudaraan. (arif/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










