Sabtu
03 Oktober 2026 | 4 : 52

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Saat New Normal, Pelaku Kuliner Banyuwangi Harus Punya Sertifikat Ini

pdip-jatim-taman-blambangan1

BANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi terus melakukan simulasi berbagai sektor untuk memasuki era normal baru (new normal). Dimulai dari bidang keagamaan, kemudian berlanjut ke pelayanan publik dan kini pariwisata serta kuliner.

Di antaranya, mulai melakukan simulasi di Pusat Kuliner Pintar di Taman Blambangan, salah satu ruang terbuka hijau terbesar di Banyuwangi.

”Tim terkait sudah simulasi di sentra kuliner. Protokol kesehatannya ditentukan, dan dipraktikkan. Masih ada beberapa hal yang perlu kita evaluasi. Contoh kecil, misalnya, pakai face shield tapi diangkat, kemudian masker sebentar-sebentar dicopot,” papar Anas, Kamis (11/6/2020).

Di masa pandemi ini, kata Anas, pelaku usaha kuliner harus berubah. “Karena bukan hanya aspek harga dan rasa lagi yang utama, tapi juga aspek kesehatan. Ini demi kebaikan bersama,” jelasnya.

Dia menambahkan, untuk memastikan protokol kesehatan dijalankan dengan baik oleh pelaku usaha,  Pemkab Banyuwangi akan menerbitkan sertifikat “Sesuai Protokol Kesehatan” bagi pelaku usaha yang patuh. Sertifikat ini sekaligus sebagai syarat usaha bisa beroperasi. 

”Kami ingin memberi jaminan bagi semua konsumen, termasuk siapa pun orang yang datang ke Banyuwangi. Salah satunya dipastikan penerapan protokol kesehatan itu, yang nanti terverifikasi dan disupervisi, sehingga bisa terbit semacam sertifikat standar kepatuhan protokol,” papar Anas.

”Tapi jika di tengah jalan ada yang tidak patuh, maka sertifikat bisa dicabut dan usaha ditutup. Makanya sekarang terus dilakukan simulasi agar para pengelola usaha bisa mematuhi protokol,” imbuhnya.

Sementara itu, di sentra ”Kuliner Pintar” di Taman Blambangan, simulasi dijalankan dengan melibatkan kecamatan dan dinas terkait. 

Sejumlah protokol kesehatan yang harus dipenuhi oleh pengelola usaha seperti penggunaan masker semua staf, sarung tangan dan face shield, baik yang berada di pelayanan bagian depan maupun juru masak. Juga harus menjaga jarak aman antar pengunjung, menyediakan fasilitas cuci tangan dan hand sanitizer, serta disinfeksi tempat secara berkala. Pengunjung yang masuk pun dipindai suhu tubuhnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Urai Kemacetan Ketapang-Gilimanuk, ASDP dan Pemkab Banyuwangi Geber Peningkatan Kapasitas Dermaga

BANYUWANGI – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menggelar pertemuan ...
KRONIK

Sinergi Pemkab Banyuwangi dan AirNav Hadirkan Infrastruktur Dasar di Kampung Seling

BANYUWANGI – Kolaborasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi dengan berbagai pihak terus diperkuat untuk ...
KABAR CABANG

Tahlil Tujuh Hari Guruh, PDIP Kabupaten Kediri Tekankan Pentingnya Merawat Budaya

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri menggelar tahlil tujuh hari wafatnya Guruh Soekarnoputra sekaligus meneguhkan ...
LEGISLATIF

Pengaturan Jam Operasional Pasar Tanjung Jember, Widarto: Ini Sudah Bijaksana

JEMBER – Polemik penataan Pasar Tanjung, Kabupaten Jember, untuk sementara menemukan jalan tengah. Pemerintah ...
LEGISLATIF

Anas Karno Minta RT/RW Data Warga yang Desilnya Tak Sesuai Kondisi Riil

SURABAYA – Keluhan warga terkait ketidaksesuaian data desil kesejahteraan kembali muncul dalam reses Anggota DPRD ...
KRONIK

Mahasiswa Ramai-Ramai Datangi DPRD Jember, Candra: Jangan Antipolitik

JEMBER – DPRD Jember didatangi sejumlah kelompok mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi sepanjang pekan ini. ...