Selasa
21 April 2026 | 10 : 55

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Saat Kata Piala Bergilir dan Wanita Obralan Diduga Terlontar dalam Rapat di Dinas Pemkab Magetan

IMG-20250915-WA0027_copy_534x381

MAGETAN – Kata-kata diduga dilontarkan seorang kepala dinas di Pemkab Magetan kepada salah satu bawahannya itu, kini bergulir di meja pengaduan dewan dan kepolisian.

Anggota Komisi A DPRD Magetan, Suyono Wiling, dalam rapat dengar pendapat bersama sejumlah pihak terkait perkara ini di gedung dewan, Senin (15/9/2025), menyatakan tidak habis pikir dengan munculnya kata-kata tersebut dalam rapat instansi.

Legislator PDI Perjuangan itu menyampaikan kalimat-kalimat tersebut tidak bisa disebut sebagai bahasa pembinaan. Sekalipun diucapkan atasan kepada staf atau bawahannya.

“Bawahan atau staf merupakan bagian dari tubuh sendiri yang harus dijaga dan diberikan motivasi agar bisa optimal dalam memberikan pelayan terbaik kepada masyarakat, bukan merendahkan dan menghina,” tegas Suyono Wiling.

Karena itu, kata Wiling, dirinya merekomendasikan kepada lembaganya agar kepala dinas yang bersangkutan dinonaktifkan dari jabatannya.

“Agar tidak mengganggu proses pemeriksaan (oleh inspektorat) yang saat ini sedang berjalan,” cetusnya.

Rapat dengar pendapat (hearing) di gedung dewan menghadirkan pelapor berinisial RRM, perempuan tenaga kontrak di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Magetan. Juga pihak Inspektorat Magetan, serta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Magetan.

Kronologi

Dihimpun dari berbagai sumber, kejadian bermula pada akhir Juli 2025 di dinas setempat. Pada waktu itu, kepala dinas memimpin rapat yang diikuti sejumlah pegawai. Sementara pelapor dan seorang pegawai, tidak ikut rapat karena ditugaskan berjaga di ruang pelayanan.

Usai rapat, salah seorang pegawai yang ikut rapat, bercerita kepada pelapor jika ia disebut sebagai piala bergilir dan wanita obralan.

Aduan dari sejawatnya membuat pelapor melayangkan aduan ke sejumlah instansi. Dari Bupati, DPRD, hingga Gubernur Jatim dan Kemendagri. Bahkan ke aparatur hukum, kepolisian setempat.

Sementara itu, kepala dinas atau terlapor berinisial SC, menyatakan telah bertemu dengan pelapor dan keluarganya sebagaimana dikutip dari MagetanKita.com.

“Kami sudah bertemu, dan sekiranya dalam membimbing dan pembinaan itu ada kesalahan, saya meminta maaf. Kalau menuduh yang macam-macam, ya tidak,” katanya. (rud/hs)

 

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Puan Maharani: Perempuan Indonesia Harus Ikut Rancang Ruang Pengambilan Keputusan

Puan Maharani menegaskan perempuan harus ikut merancang ruang pengambilan keputusan agar perspektif perempuan hadir ...
KABAR CABANG

PDIP Kabupaten Madiun Gembleng Kader Muda di Sekolah Politik, Siapkan Mesin 2029

PDIP Kabupaten Madiun akan menggembleng kader muda melalui sekolah politik sebagai strategi menghadapi Pemilu 2029 ...
KRONIK

Indi Naidha Tekankan Akses Kerja dan Beasiswa bagi Disabilitas Jember 

Indi Naidha menegaskan pemerintah wajib memberdayakan penyandang disabilitas dan mendorong implementasi Perda ...
KRONIK

Wiwin Sumrambah Salurkan Bantuan Alsintan untuk Petani Jombang

JOMBANG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Wiwin Sumrambah, menyerahkan bantuan alat dan ...
KRONIK

Industri Makin Banyak, Ini Strategi Pemkab Ngawi Agar Tenaga Kerja Lokal Terserap Maksimal

NGAWI – Pertumbuhan industri di Kabupaten Ngawi terus menunjukkan tren positif. Hingga saat ini, tercatat sudah ada ...
KRONIK

Deni Wicaksono Tekankan Restrukturisasi PDIP Kabupaten Madiun, Siapkan Mesin Politik 2029

Deni Wicaksono menegaskan Musancab PDIP se- Kabupaten Madiun sebagai bagian restrukturisasi organisasi untuk ...