Ketua DPC PDIP Kabupaten Blitar Guntur Wahono menargetkan partainya kembali meraih minimal 19 kursi DPRD pada Pemilu 2029, bahkan membidik 22 kursi melalui penguatan kader di setiap kecamatan.
BLITAR – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar, Guntur Wahono, menargetkan partainya merebut kembali minimal 19 kursi DPRD Kabupaten Blitar pada Pemilu 2029. Bahkan, jika setiap kecamatan mampu melahirkan satu kader terbaik, target 22 kursi diyakini dapat diwujudkan melalui penguatan struktur partai dan regenerasi kader sejak tingkat ranting.
Target tersebut disampaikan Guntur Wahono saat pelaksanaan Musyawarah Ranting (Musran) putaran ke-16 yang digelar serentak di Kecamatan Kesamben dan Doko, Sabtu (1/8/2026). Musran menjadi bagian dari konsolidasi organisasi sekaligus regenerasi kader menuju kontestasi politik 2029.
Menurut Guntur, Musran bukan sekadar agenda pembentukan kepengurusan baru, melainkan tahapan awal menyiapkan kader-kader berkualitas yang akan diproyeksikan mengikuti Pemilu Legislatif maupun Pilkada 2029.
“Persaingan politik ke depan akan semakin ketat. Karena itu kader yang disiapkan harus benar-benar berkualitas, bukan sekadar mengisi daftar calon. Target kami mengembalikan perolehan kursi DPRD menjadi minimal 19 kursi, bahkan jika memungkinkan setiap kecamatan mampu melahirkan satu kader terbaik sehingga target 22 kursi dapat diwujudkan,” tegas Guntur.

Ia menilai Kecamatan Doko memiliki potensi besar untuk kembali menjadi basis suara PDI Perjuangan. Munculnya banyak kader muda dalam Musran menjadi modal penting untuk meningkatkan kembali perolehan suara partai.
“Doko sejatinya merupakan salah satu basis PDI Perjuangan. Dengan lahirnya kader-kader muda yang siap bekerja, kami berharap perolehan suara dapat melampaui capaian sebelumnya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PAC PDI Perjuangan Kesamben, Hari Purnawan, mengatakan pelaksanaan Musran berlangsung lancar dengan komposisi kepengurusan yang telah memenuhi ketentuan partai, yakni minimal 30 persen kader muda dan 30 persen kader perempuan.
Menurutnya, tingginya antusiasme generasi muda menjadi modal penting dalam menyiapkan kader yang tumbuh melalui proses kaderisasi sehingga memiliki kemampuan organisasi sekaligus kedekatan dengan masyarakat.
“Ini menjadi awal pembelajaran politik bagi kader muda. Kami ingin menyiapkan kader yang tumbuh melalui proses, bukan kader instan, sehingga memiliki pemahaman organisasi dan mampu bekerja untuk masyarakat,” katanya.

Hari optimistis penyegaran kepengurusan akan berdampak pada peningkatan kekuatan elektoral PDI Perjuangan di Daerah Pemilihan Kesamben pada Pemilu 2029.
“Target kami minimal bisa menambah perolehan kursi. Dengan semangat kader muda dan pengurus baru, kami optimistis dukungan masyarakat akan meningkat,” ujarnya.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar, Supriadi, menambahkan seluruh rangkaian Musran di Kecamatan Doko dan Kesamben berjalan tertib sesuai agenda.
Setelah Musran di seluruh 22 kecamatan selesai, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar akan menggelar pembekalan bagi seluruh pengurus baru guna memperkuat kapasitas organisasi serta meningkatkan kemampuan kader dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
“Pembekalan ini penting agar pengurus yang baru dilantik memiliki bekal organisasi, pemahaman politik, dan kemampuan bekerja di tengah masyarakat sehingga mesin partai semakin solid menghadapi agenda politik mendatang,” pungkas Supriadi. (arif/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













