NGAWI – Rumah reyot milik Mbah Kilah, warga Desa Ploso, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, kini telah dibenahi. Tempat tinggal lansia yang hidup berdua bersama cucunya itu sudah jauh lebih nyaman dan sehat dibanding sebelumnya. Lokasinya pun dipindah dari pinggiran hutan ke area yang lebih dekat dengan permukiman warga.
Program gotong royong partisipatoris kembali membuahkan hasil dengan memberikan hunian layak bagi warga yang belum terjangkau bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Proses perbaikan rumah Mbah Kilah berlangsung cepat tanpa prosedur administrasi yang berbelit.
Saat meninjau lokasi sebelumnya, Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko sempat berjanji memberikan alas tidur baru untuk Mbah Kilah yang saat itu hanya tidur di atas kasur tipis. Janji tersebut kini telah ditepati.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ngawi, Inaya Amalya Salma, bersama rombongan DPC PDI Perjuangan Ngawi menyerahkan sejumlah bantuan. Di antaranya kasur, kompor gas, selimut, bantal, guling, rice cooker, dan berbagai perlengkapan lain.
“Bapak Wabup Ngawi kemarin menjanjikan akan memberikan kasur untuk Mbah Kilah setelah rumahnya jadi. Mengingat kondisinya yang sudah sepuh, semoga bantuan ini membuat tidur beliau lebih nyaman,” ujar Salma, Sabtu (6/12/2025).
Selain perlengkapan rumah, legislator dari Dapil III Ngawi itu juga menyalurkan bantuan bahan pokok untuk membantu kebutuhan sehari-hari Mbah Kilah, mengingat ekonomi keluarga hanya ditopang cucunya yang bekerja sebagai buruh terop musiman.

“Semoga dengan sinergitas ini, bantuan yang diberikan dapat bermanfaat bagi Mbah Kilah sekeluarga,” ucapnya.
Salma menuturkan kondisi Mbah Kilah kini semakin membaik. Meski usianya sudah lebih dari 90 tahun, fisiknya terlihat sehat. Beberapa hari lalu Mbah Kilah sempat terpleset, namun kondisinya kini berangsur pulih.
Terkait program bedah rumah gotong royong partisipatoris, Salma menyambut positif langkah tersebut. Baginya, program ini memberi kemudahan bagi warga yang belum menerima bantuan RTLH untuk mendapatkan rumah layak huni.
“Semoga dengan adanya bedah rumah ini, Mbah Kilah semakin sehat dan panjang umur. Tujuannya agar di usia senja beliau bisa tinggal di rumah yang layak,” tutup Inaya Amalya Salma. (amd/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS












