Senin
02 November 2026 | 10 : 42

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ristu Nugroho Gelar Turnamen Pencak Silat Tunas Muda Cup 2024

pdip-jatim-241215-pencak-silat

MADIUN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Ristu Nugroho, kembali menyelenggarakan Turnamen Pencak Silat Tunas Muda Cup (TMC) untuk ketiga kalinya.

Turnamen ini digelar di Sasana Kridha Mulya, Desa Babadan Lor, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, selama dua hari, 14-15 Desember 2024.

TMC tahun ini diikuti 510 peserta dari 15 ranting Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW) Tunas Muda se-Kabupaten Madiun. Jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 350 peserta.

“Alhamdulillah, Tunas Muda Cup telah memasuki tahun ketiga sejak 2022. Pesertanya terus meningkat, menunjukkan minat yang besar terhadap ajang ini,” ujar Ristu Nugroho, Minggu (15/12/2024).

Ristu menjelaskan bahwa TMC menjadi ajang tahunan rutin PSHW Tunas Muda Kabupaten Madiun. Turnamen ini mempertandingkan berbagai kategori, mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa.

Selain itu, kelas tanding mencakup A hingga H, serta ada juga kategori seni untuk putra dan putri.

“Tujuan utama kami adalah memfasilitasi para pesilat berbakat agar dapat berkembang dan berprestasi di tingkat yang lebih tinggi. Nantinya, para pemenang akan mendapatkan pembinaan intensif,” tambah Ristu.

Namun, dirinya menyoroti minimnya dukungan dari pemerintah daerah setempat.

Ia mengungkapkan, pada awal tahun ini sempat diwacanakan adanya anggaran untuk mendukung turnamen internal perguruan pencak silat di Madiun. Namun, hingga akhir tahun, hanya PSHW Tunas Muda yang mampu menyelenggarakan turnamen, sehingga anggaran tersebut tidak terealisasi.

“Seharusnya pemerintah lebih serius mendukung event semacam ini. Biaya penyelenggaraan turnamen tidak murah, dan jika semua perguruan diberikan kepastian sejak awal, kegiatan seperti ini dapat lebih maksimal,” tegasnya.

Ristu berharap Kabupaten Madiun sebagai Kampung Pesilat dapat lebih menonjolkan potensi para atletnya. Menurutnya, pembinaan atlet pencak silat di Kabupaten Madiun masih kurang optimal sehingga prestasi di tingkat provinsi maupun nasional belum maksimal.

“Harapannya, Madiun tidak hanya dikenal sebagai Kampung Pesilat, tetapi juga mampu mencetak atlet berprestasi. Jika tidak ada wadah yang positif, potensi besar ini bisa tersalurkan ke arah negatif. Oleh karena itu, pembinaan harus dimulai sejak dini,” kata Ristu.

Selain menjadi ajang kompetisi, TMC juga membuka kesempatan bagi perguruan lain untuk menggunakan Sasana Kridha Mulya. Ristu memastikan bahwa sasana ini dapat dimanfaatkan oleh siapa saja untuk menggelar kegiatan serupa.

“Dengan pengelolaan yang baik, turnamen bisa berjalan aman dan tertib, seperti yang telah kami buktikan selama ini,” pungkasnya. (ahm/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Suroboyo Wani di Tugu Pahlawan, Menghidupkan Kembali Api Perjuangan Arek-Arek Surabaya

SEBUAH permainan bola berlangsung riang di kawasan Tugu Pahlawan, Surabaya. Seorang pemuda bernama Soegiharto ...
LEGISLATIF

Renny Pramana: Korban Bencana Butuh Makanan Bergizi, Bukan Sekadar Mengenyangkan

SURABAYA – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Wara Sundari Renny Pramana, menegaskan korban bencana ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Kirim Bantuan Air Bersih untuk Warga Ngasem Terdampak Kekeringan

BOJONEGORO – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro kembali menunjukkan kepedulian dan gotong royong kepada ...
LEGISLATIF

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi Ekonomi, Yuzar Rasyid Minta Warga Ajukan Sanggahan

KEDIRI – Anggota DPRD Kota Kediri Yuzar Rasyid mendorong warga yang mendapati angka desil bantuan sosial tidak ...
HEADLINE

Pimpin Kembali PA GMNI Jatim, Deni Wicaksono Andalkan Digital Sebarkan Gagasan Bung Karno

SURABAYA – Ketua DPD Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jawa Timur, Deni Wicaksono, ...
LEGISLATIF

Guntur Dorong Paguyuban MC Blitar Samakan Standar Profesionalisme

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, mendorong paguyuban pembawa acara atau ...