Minggu
13 September 2026 | 8 : 44

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Risma-Whisnu Pilih Sapa Warga ketimbang Kampanye Akbar

pdip-jatim---risma-whisnu-hasto
pdip-jatim---risma-whisnu-hasto
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, bersama paslon Risma-Whisnu di posko pemenangan Jalan Kapuas Surabaya, Sabtu (21/11/2015) malam.

SURABAYA – Pasangan Cawali-cawawali Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana memutuskan tidak mengambil kesempatan kampanye akbar yang oleh KPU Surabaya dijatah pada Minggu (22/11). Pasangan calon petahana ini lebih memilih blusukan ke kampung-kampung untuk menyapa langsung warga.

“Bu Risma dan Mas Whisnu memilih berkunjung ke kampung-kampung, pemukiman dan bertemu dengan komunitas-komunitas datang. Menyapa, dan menemui warga untuk mendengarkan aspirasi mereka secara langsung,” jelas Didik Prasetiyono, jubir Tim Pemenangan Risma-Whisnu, Sabtu (21/11/2015).

Pasangan nomor urut dua yang diusung PDI Perjuangan ini menilai, model kampanye akbar tidak lagi efektif di era sekarang untuk mendengarkan suara rakyat. Selain bersifat hiruk-pikuk, gaduh, dan membuang banyak dana, kampanye mengumpulkan massa juga hanya bersifat “satu arah” yakni mendengarkan suara lantang para juru kampanye.

Sedang massa hanya menjadi penonton dan pendengar. “Metode lama itulah yang dibalik oleh pasangan Risma-Whisnu, di mana keduanya berinisiatif mendatangi warga, menyapa, dan lebih penting lagi mendengarkan suara rakyat,” kata Didik.

Terkait hal ini, Tim Pemenangan Risma-Whisnu telah mengirim surat resmi kepada KPU, Panwas dan Polrestabes tentang tidak diambilnya kesempatan kampanye akbar pada Minggu besok. Sehingga seluruh kekuatan keamanan dan Panwas Pilkada di Kota Surabaya tidak perlu mengonsentrasikan diri untuk menangani hiruk-pikuk massa.

Sebagai ganti dari tidak diambilnya kesempatan kampanye akbar itu, tambah Didik, Tim Pemenangan Risma-Whisnu telah menyiapkan 30 agenda pertemuan di berbagai lokasi di Kota Surabaya. Agenda blusukan itu dimulai Sabtu hari ini hingga Minggu besok, mulai pagi sampai larut malam.

Dengan model kampanye tersebut, lanjut Didong, sapaan Didik Prasetiyono, menjadi semakin nyata bahwa Risma-Whisnu menjadi milik warga Kota Surabaya. “Hal ini juga membuat kedua calon pemimpin Kota Surabaya ini semakin terampil mendengarkan suara warga, dan memecahkan secara taktis dan teknis setiap persoalan rakyat yang dijumpai di lapangan,” sebutnya.

Mantan komisioner KPU Jawa Timur ini juga mengungkapkan, pada Sabtu-Minggu ini, Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyempatkan diri berkunjung ke Surabaya. Momentum itu, lanjutnya, dipakai pasangan Risma-Whisnu untuk memperkenalkan dan memperkuat metode kampanye yang efektif dan lebih pro-rakyat.

“Kita berharap metode itu semakin dikuatkan DPP PDI Perjuangan di berbagai daerah untuk memenangkan pesta demokrasi namun dengan cara yang lebih elegan dan disukai rakyat,” ujar Didong.

Keputusan tentang tidak diambilnya kesempatan kampanye akbar ini, imbuh dia, juga telah disampaikan kepada Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri, dan disambut baik. “DPP kemudian memutuskan ketua umum besok mengisi kampanye di Bali,” pungkasnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Pertanyakan RTRW Belum Rampung sejak 2024, Candra: Akan Berdampak pada Tata Kelola Pupuk

JEMBER – Rencangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Jember, Jawa ...
RUANG MERAH

Desil Bukan Sekadar Angka, Ada Wajah Warga di Baliknya

Oleh Priyanto BELAKANGAN ini, ada satu kata yang semakin sering terdengar dalam percakapan tentang bantuan ...
SEMENTARA ITU...

Wakil Ketua DPRD Magetan Suyatno Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa di Panekan

MAGETAN – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan dari Fraksi PDI Perjuangan, H. ...
LEGISLATIF

Rekomendasikan Pemutakhiran Data Desil, DPRD Trenggalek Minta BPS dan Dinsos Turun ke Lapangan

TRENGGALEK – DPRD Trenggalek merekomendasikan pemutakhiran data desil secara langsung di lapangan untuk mengatasi ...
SEMENTARA ITU...

Yuzar: Kader Digital Harus Kritis, Jangan Mudah Sebarkan Informasi Belum Terverifikasi

KEDIRI – Anggota DPRD Kota Kediri dari Fraksi PDI Perjuangan, Yuzar Rasyid, mengingatkan kader digital Muhammadiyah ...
KABAR CABANG

Probolinggo Siaga Darurat Kekeringan, PDI Perjuangan Instruksikan Kader Jadi Early Warning System

KABUPATEN PROBOLINGGO – Kabupaten Probolinggo menjadi salah satu daerah dengan status Siaga Darurat Kekeringan di ...