Sabtu
17 Oktober 2026 | 10 : 45

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Risma-Whisnu Berdayakan Kampung Bung Karno

pdip jatim - whisnu di kampoeng ilmu02

pdip jatim - whisnu di kampoeng ilmu02SURABAYA – Kampung Pandean, di kawasan Peneleh, Kota Surabaya, mendapat perhatian khusus pasangan Cawali-cawawali Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana, terkait upaya pelestarian budaya dan tempat bersejarah.

Pasalnya, selain masih menyisakan rumah-rumah kuno, di Kampung Pandean inilah salah satu founding father RI, yakni Ir Sukarno, dilahirkan. Tepatnya, di sebuah rumah sederhana di Pandean gang IV no 40.

Saat Risma-Whisnu masih menjabat Wali Kota-Wakil Wali Kota Surabaya, pada 2013 lalu pemerintah kota menetapkan rumah bercat putih yang sudah kusam itu sebagai bangunan cagar budaya.

Di atas pintu rumah itu pun sudah terpasang plakat berwarna kuning keemasan bertuliskan “Rumah Kelahiran Bung Karno”, dan diberi logo Pemkot Surabaya.

Agar bisa merawat, Pemkot Surabaya siap membeli rumah tersebut, yang nantinya disinergikan dengan lingkungan sekitarnya sebagai pusat ekonomi kreatif dan studi sejarah. Namun prosesnya berjalan alot, dan sampai sekarang pemkot belum bisa membeli rumah tersebut.

“Kita tetap berusaha untuk bisa membeli rumah bersejarah itu. Saya minta agar anggota Fraksi PDIP di DPRD Surabaya bisa mengawal all-out urusan tersebut,” kata Whisnu, di sela kunjungan ke redaksi JTV, dan Harian Surya, Selasa (10/11/2015).

Sejatinya, tambah Whisnu, niat Pemkot Surabaya membeli rumah kelahiran Bung Karno itu sudah baik. Sebab, selain menjadi ikon sejarah, di lokasi ini sedianya dimanfaatkan sebagai pusat studi bagi anak-anak muda Surabaya.

Mas WS, sapaan Whisnu Sakti Buana, mengakui jika proses pembebasan rumah kelahiran Bung Karno masih alot. Sebab, jelas dia, pemilik rumah dinilai memanfaatkan momentum bangunan sejarah rumah itu untuk minta harga tinggi.

“Terakhir minta Rp 5 miliar. Daripada begitu, lebih baik dananya dimanfaatkan untuk membebaskan rumah-rumah sekitarnya sebagai tempat belajar dan ekonomi kreatif,” ujar pria yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya ini.

Dengan membebaskan rumah sekitar rumah kelahiran Bung Karno, pemkot akan mendirikan perpustakaan, lokasi belajar, tempat diskusi, dan berkreasi di bidang seni. “Ketika terealisasi dan sudah dimanfaatkan, kita optimis akan ramai. Dan kita berharap yang punya rumah tempat lahirnya Bung Karno bisa sadar,” harap Whisnu.

Oleh karena itu, pihaknya juga berharap warga di Kampung Pandean memahami niat baik pemkot. “Kita bicara tidak untuk sekarang manfaatnya. Melainkan untuk jangka panjang sebagai warisan generasi penerus,” tuturnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Risma Desak Pemulihan Air Sumur di Malang, Keselamatan Warga Jadi Prioritas

MALANG – Ketua Bidang Penanggulangan Bencana DPP PDI Perjuangan Tri Rismaharini menekankan pentingnya pemulihan ...
KRONIK

Sri Untari: Gaji ASN Lewat Koperasi Merah Putih Bisa Timbulkan Kegaduhan

SURABAYA – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mengingatkan Kementerian Koperasi agar mengkaji ...
KRONIK

PDI Perjuangan Gelar Pekan Sampah Nasional, Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Berguna

MALANG – PDI Perjuangan mengajak masyarakat dan komunitas di berbagai daerah menjadikan pengelolaan sampah sebagai ...
KRONIK

Hasto Ajak Anak Muda Rawat Mangrove, Pelestarian Lingkungan Harus Berkelanjutan

MALANG – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengajak generasi muda terlibat langsung dalam ...
KRONIK

Hadiri Lomba Mewarnai Tugu Keris, Bupati Fauzi Puji Kreativitas Ratusan Anak

SUMENEP – Komunitas Lakona Lakone sukses menggelar lomba mewarnai tugu keris tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) dan ...
HEADLINE

Hasto Tawarkan Moratorium Hutan dan Penataan Ulang Tata Ruang untuk Atasi Karhutla

MALANG – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menawarkan dua langkah mendasar untuk mengatasi ...