Minggu
14 Juni 2026 | 12 : 30

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Risma Soroti Rendahnya Gaji Guru/Ustadz yang Hanya Rp 150 Ribu per Bulan

pdip-jatim-241011-RT-ponpes-temboro-1

MAGETAN – Calon Gubernur (Cagub) Jawa Timur nomor urut 3, Tri Rismaharini, berkunjung ke Pondok Pesantren (Ponpes) Al Fatah, Temboro, Kabupaten Magetan, Kamis (10/10/2024).

Kehadiran Risma disambut hangat oleh pimpinan pesantren, KH Ubaidillah Ahror (Gus Ubed), beserta jajaran pengurus pondok.

Dalam dialog tersebut, Gus Ubed menyampaikan harapan akan peran pemerintah yang menjadi lebih nyata dalam pembangunan agama dalam kerangka kebangsaan. “Jangan sampai yang masuk surga, hanya masyarakat saja,” ujarnya

Risma lalu sampaikan peran penting Ponpes dalam mendidik generasi muda, namun sekaligus mengungkapkan keprihatinannya terkait minimnya dukungan pemerintah yang diterima oleh Ponpes selama ini, khususnya untuk kesejahteraan para guru/ustadz.

Politisi PDI Perjuangan ini menekankan bahwa Ponpes seperti Al Fatah Temboro ini, memiliki kontribusi besar dalam membantu pemerintah dengan menampung anak-anak bangsa yang membutuhkan pendidikan.

“Bayangkan kalau anak-anak bangsa ini tidak ada yang menampung, anak-anak kita akan lari ke mana? Mereka bisa kehilangan arah dan tujuan hidup,” ucap Risma dengan nada prihatin.

Dia menambahkan, bahwa pesantren merupakan bagian integral dari sistem pendidikan nasional. Sehingga pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memfasilitasi kebutuhannya.

Risma secara khusus menyoroti rendahnya gaji para guru/ustadz yang hanya sekitar Rp150 ribu per bulan, sebuah angka yang menurutnya jauh dari layak mengingat peran besar mereka dalam mendidik anak-anak negeri ini.

Sebagai solusi, Risma berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan guru/ustadz melalui program insentif yang lebih manusiawi, termasuk mendukung operasional pesantren seperti listrik dan air.

Selain itu, Risma juga berencana memperbaiki infrastruktur pesantren secara bertahap, mengingat banyaknya jumlah pesantren di Jawa Timur.

“Infrastruktur seperti gedung harus memenuhi standar agar tidak ada risiko kegagalan konstruksi,” tegasnya.

Tidak hanya fokus pada infrastruktur, Risma juga menawarkan program pembinaan kewirausahaan bagi para santri agar mereka memiliki keterampilan mandiri setelah lulus, terutama bagi santri yang tidak melanjutkan pendidikan formal.

Dia ingin Ponpes tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga tempat pengembangan hidup dan kehidupan.

Lebih jauh, Risma melihat potensi besar Ponpes sebagai tempat rehabilitasi bagi anak-anak telantar atau anak-anak punk, berbagi pengalamannya dalam menangani anak-anak tersebut ketika menjabat sebagai Menteri Sosial.

Menurutnya, Ponpes mampu memberikan bimbingan yang lebih baik bagi anak-anak yang membutuhkan dukungan ekstra.

Melalui kunjungan ini, Risma menegaskan komitmennya untuk mendukung Ponpes melalui tiga fokus utama: peningkatan pendidikan, kesejahteraan pengajar, dan kemandirian santri.

Dia berharap pesantren di Jawa Timur bisa menjadi pusat pemberdayaan yang tidak hanya mendidik tetapi juga mempersiapkan generasi muda yang mandiri dan berdaya saing di masa depan. (nia/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Yuzar Rasyid Usulkan Percepatan Proyek Jembatan Kaliombo I agar Tak Ganggu Aktivitas Warga

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Kediri Yuzar Rasyid mengusulkan percepatan proyek revitalisasi Jembatan ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Siap Copot Kepala Dinas Jika Ada Kelalaian Proyek yang Tewaskan Warga

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mendatangi rumah duka korban kecelakaan di kawasan proyek saluran air Margorejo. Eri ...
KRONIK

PDIP Jatim Dorong Duet Indah-Yudha Tetap Dipertahankan Pimpin Lumajang

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Deni Wicaksono menilai hubungan eksekutif dan legislatif di Kabupaten ...
KABAR CABANG

Ketika Musik, Tari, dan Semangat Bung Karno Menyatu di Lereng Semeru

Kolaborasi musik dan tari membuka pelantikan PAC PDI Perjuangan se-Kabupaten Lumajang di Glagah Arum. Jingle Menang ...
LEGISLATIF

Widarto Soroti Aksi Petani Bagikan Timun Gratis, Desak Pemkab Jember Benahi Tata Kelola Pertanian

Wakil Ketua DPRD Jember Widarto merespons aksi petani yang membagikan timun gratis akibat harga anjlok hingga Rp500 ...
LEGISLATIF

Yuzar Rasyid Respons Aspirasi Pelaku Budaya, Dorong Penguatan Legalitas DKD Kota Kediri

Anggota Komisi B DPRD Kota Kediri Yuzar Rasyid merespons aspirasi pelaku budaya terkait legalitas Dewan Kebudayaan ...